Aphasia
Aphasia merupakan suatu keadaan di mana kehilangan kemampuan berbahasa yang telah dipelajari sebelumnya sebagai akibat dari kerusakan otak.[1] Kemampuan berbahasa mencakup berbicara, menulis, mengarang, bahkan membaca.[1] Kecacatan yang berhubungan dan dapat terjadi sehubungan dengan aphasia adalah alexia (buta kata) dan agraphia (kesulitan dalam menulis).[1]

Penyebab
Fungsi berbahasa terletak pada hemisfer otak besar.[1] Dua buah hemisfer yang berperan adalah area Broca's, Wernicke's, dan jalur yang menghubungkan keduanya, merupakan area yang penting dalam kemampuan berbahasa.[1] Kerusakan pada kedua area ini dapat menyebabkan penyakit stroke atau luka kepala, yang dapat menyebabkan aphasia.[1] Area Broca's ditemukan oleh Pierre Broca yang diketahui berpengaruh pada kemampuang mengerti bahasa, sedangkan area Wernicke's ditemukan oleh Karl Wernicke yang diketahui berpengaruh pada kemampuan berbicara.[2]
Tipe dan simptom
- Aphasia pada bagian Broca's akan menyebabkan kesulitan dalam mengekspresikan bahasa.[1] Berbicara masih bisa tetapi ritmenya hilang hanya beberapa kata yang diungkapkan berarti.[1]
- Aphasia pada bagian Wernicke's akan menyebabkan kesulitan dalam mengarang.[1] Kemampuan berbicara sangat baik, tetapi isinya berantakan, dengan kekacauan diksi atau tata bahasa.[1]
Referensi
- (Inggris) Peters M. A-Z Family Medical Encyclopedia. British Medical Association.
- (Inggris) Reece JB, Urry LA, Cain ML, Wasserman SA, Minorsky PV, Jackson RB. 2011. Campbell Biology. Ed ke-9. New York: Pearson.