Bahasa Harappa

Bahasa Harappa adalah bahasa tidak dikenal yang pernah dituturkan pada Zaman Perunggu (milenium ke-2 SM) oleh Peradaban Lembah Sungai Indus. Bahasa yang hingga sekarang belum dapat diuraikan. Beberapa hipotesis menunjukkan adanya beberapa kata serapan dan pengaruh bahasa secara substratum, terutama pada bahasa di Weda dan prasasti aksara paku Sumeria (kemungkinan Meluhha), tetapi belum terbukti karena para ahli bahasa belum dapat menguraikan aksara Harappa.

Harappa
Lembah Indus, Mohenjo-Daro
WilayahLembah Indus
Punahsekitar 1300 SM
tidak diketahui
Aksara Harappa
Kode bahasa
ISO 639-3xiv
LINGUIST List
xiv
Glottologhara1272[1]

Ada beberapa kemungkinan kata pinjaman dari bahasa Peradaban Lembah Indus. Nama Meluhha dalam bahasa Sumeria mungkin berasal dari nama asli dari bahasa yang digunakan di Peradaban Lembah Indus, yang mungkin berhubungan dengan nama mleccha dalam bahasa Sanskerta, berarti asing. Witzel (2000) berpendapat bahwa GIŠšimmar (nama jenis pohon) dalam bahasa Sumeria mungkin berkaitan dengan nama śimbala dan śalmali (juga jenis pohon) dalam Regweda.[2]

Hipotesis dengan bahasa lain

Ada sejumlah hipotesis terkuat tentang sifat bahasa ini yang belum dapat dipastikan hingga sekarang:

  • Harappa mungkin berkerabat dengan rumpun bahasa Dravida, atau langsung setara dengan bahasa Proto-Dravida. Pendapat ini diusulkan oleh Henry Heras pada dasawarsa 1950s.[3] Pendapat ini didukung oleh Kamil Zvelebil, Asko Parpola, dan Iravatham Mahadevan.[4][5]
  • Michael Witzel berpendapat bahasa ini mirip dengan Austroasia, terutama Khasi. Dia menyebutnya sebagai bahasa "para-Munda" (yaitu bahasa yang terkait dengan subrumpun Munda atau bahasa Austroasiatik lainnya, tetapi tidak diturunkan dari leluhur bahasa Munda). Witzel mengemukakan bahwa Regweda menunjukkan tanda-tanda pengaruh bahasa Harappa pada awal penulisannya, dan Dravida pada akhir penulisannya, menunjukkan bahwa penutur rumpun bahasa Austroasia adalah penduduk asli Punjab dan bahwa bangsa Indo-Arya bertemu penutur bahasa Dravida hanya belakangan.[6][7]
  • Sebuah "filum yang hilang", yaitu sebuah bahasa tanpa kelanjutan hidup (atau mungkin mempengaruhi bahasa Nihali yang hampir punah). Dalam hal ini, satu-satunya jejak yang ditinggalkan oleh bahasa Peradaban Lembah Indus adalah pengaruh substratum, khususnya substratum pada bahasa Sanskerta Weda.

Hipotesis yang kurang diterima oleh para ahli bahasa yaitu:

Sekumpulan bahasa

Aksara Harappa mungkin ditulis hanya untuk satu bahasa. Tetapi sangat mungkin bahwa banyak bahasa dituturkan di kawasan Peradaban Lembah Sungai Indus, mirip dengan kasus bahasa Sumeria dan Akkadia hidup berdampingan di Mesopotamia selama beberapa abad bahkan milenium. Jane R. McIntosh berhipotesis aksara itu untuk menulis bahasa "para-Munda" mungkin merupakan bahasa utama peradaban tersebut, terutama di wilayah Punjab. Para imigran penutur bahasa Proto-Dravida memperkenalkan bahasa mereka ke daerah tersebut pada milenium ke-5 SM. Bahasa Dravida dituturkan oleh para pemukim baru di dataran selatan, sementara Para-Munda tetap menjadi bahasa utama di Punjab.[10]

Referensi

Catatan kaki

  1. Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2019). "Harappan". Glottolog 4.1. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History.
  2. An Indus loanword of "para-Munda" nature in Mesopotamian has been identified by Michael Witzel, A first link between the Rgvedic Panjab and Mesopotamia: śimbala/śalmali, and GIŠšimmar? In: Klaus Karttunen and Petteri Koskikallio (eds.) Vidyarnavavandanam. Essays in Honour of Asko Parpola. 2000 (Studia Orientalia, published by the Finnish Or. Soc. 94): 497–508. See also Witzel, The language or languages of the Indus civilization Diarsipkan 2011-07-20 di Wayback Machine., July 2007.
  3. Heras, Henry. Studies in Proto-Indo-Mediterranean Culture, Bombay: Indian Historical Research Institute, 1953.
  4. Rahman, Tariq. "Peoples and languages in pre-islamic Indus valley". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-05-09. Diakses tanggal 2008-11-20. who was the first to suggest that the language of the Indus Civilization was Dravidian
  5. Cole, Jennifer. "The Sindhi language" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal January 6, 2007. Diakses tanggal 2008-11-20. Harappan language, the ancient script is as yet undeciphered, but a prevailing theory suggests a Dravidian origin.
  6. Witzel, Michael (2000-02-17). "The Languages of Harappa" (PDF). Dalam Kenoyer, J. Proceedings of the conference on the Indus civilization. Madison. Diakses tanggal 2007-07-18.
  7. Michael Witzel, Substrate Languages in Old Indo-Aryan. EJVS 5,1, Aug. 1999, 1-67 cf. reprint in: International Journal of Dravidian Linguistics, IJDL 2001, 1 sqq.
  8. Indo-Iranian presence is likely only from the Late Harappan period (20th century BCE) at the earliest; see e.g. Parpola, Asko (1999). "The formation of the Aryan branch of Indo-European". Dalam Blench, Roger; Spriggs, Matthew. Archaeology and Language. III: Artefacts, languages and texts. London and New York: Routledge.
  9. Malati Shendge, The Language of the Harappans Abhinav Publications (1997), ISBN 978-81-7017-325-0.
  10. McIntosh 2008, hlm. 355-356.

Daftar pustaka

This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.