PS Barito Putera

PS Barito Putera singkatan dari Persatuan Sepak Bola Barito Putera adalah klub sepak bola profesional Indonesia yang berbasis di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang bermain di Liga 1 sejak musim 2017. Barito Putera didirikan pada tahun 1988 dan bermarkas di Stadion 17 Mei Banjarmasin.

PS Barito Putera
Nama lengkapPersatuan Sepak Bola Barito Putera
JulukanLaskar Antasari
Tim Seribu Sungai
Bekantan Hamuk
Ksatria Tanah Banjar
Berdiri21 April 1988 (1988-04-21)
StadionStadion Demang Lehman
(Kapasitas: 15,000)
PemilikPT Putera Barito Berbakti
Manajer Ikhsan Kamil
Pelatih Rodney Goncalves
LigaLiga 1
2021-22Peringkat 15
Situs webSitus web resmi klub
Kostum Kandang
Kostum Tandang
Kostum Ketiga

Klub sekota Barito Putera adalah Peseban Banjarmasin yang berlaga di Liga 3 dan klub kota tetangga PERSEMAR MARTAPURA yang berlaga di Liga 3.

Sejarah

Masa Awal

Barito Putera dibentuk dengan harapan memajukan sepak bola Kalimantan Selatan. Lahir dari inisiatif H. Abdussamad Sulaiman HB.

Kerangka awal tim berasal dari Persinus Banjarmasin, klub amatir asal Kalimantan Selatan yang juga didirikan oleh Abdussamad pada tahun 1975, dan dari tim persiapan PON Kalimantan Selatan tahun 1988, seperti Radiani, Tarmizi (Barabai), Masransyah (Rantau), Abdillah, Sultan (Martapura), dua bersaudara M. Yusuf dan M. Riduan, Sir Yusuf Huwae, Enong Noordiansyah, dan Marjono (Banjarmasin). M. Yusuf ditunjuk menjadi kapten pertama Barito.

Karena ingin berprestasi di Kompetisi Galatama, Barito Putera mendatangkan pemain-pemain Nasional seperti Agus Salim, Muchtar, dan Abunawas dari Ujung Pandang, kemudian dari Jawa Barat didatangkan M. Yunus, Nadir Salasa dari Surabaya, Sugiarto dari Malang dan Priyo Haryadi dari Jakarta. Awal berdirinya langsung mengikuti Galatama, dengan manajer M Hatta dan pelatih Andi Lala.

Pada Kompetisi Galatama 1988, Barito hanya dapat bertengger di urutan 18. Barito kalah bersaing dengan tim-tim besar yang sudah matang sebelumnya semacam Kramayudha Tiga Berlian, Pelita Jaya, Makassar Utama, Niac Mitra dan Arema Malang.[1]

Era Ligina

Pada edisi pertama Ligina 1, merupakan musim yang tak bisa dilupakan, Barito Putera yang saat itu dimanejeri H. Rahmadi HAS sukses ke semifinal Ligina I. Sayang mereka tumbang di semifinal kala berhadapan dengan Persib Bandung 0-1 di Senayan. Kekalahan yang disebut oleh media-media nasional sebagai keberhasilan yang dirampok, karena kekalahan tersebut disinyalir sudah diskenariokan. Namun sepulangnya dari Senayan, Barito disambut bak Pahlawan, manusia menyemut dari Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru ke arah Banjarmasin sepanjang 30 km dengan kostum merah kebanggan Barito Putera pada waktu itu.[2]

Saiman
Luluporo
Heriansyah
Amiruddin
Roni
Korano
Dasrul
Joko
Liga Dunhill Edisi 1 starting lineup semifinal Barito 0 – 1 Persib [3]

Pada tahun 1996, Daniel Roekito digantikan oleh pelatih asal Bulgaria Aleksandar Sasho, pelatih asing pertama mereka. Pada tahun 1997 Maryoto bergabung lagi ke Barito menggantikan Sasho, Maryoto dan Sasho menjadi duet Barito.

Antara 1999 dan 2002, Rudy William Keltjes dan Tumpak Sihite melatih Barito. Di periode ini prestasi Barito seakan jalan ditempat dan menjadi tim medioker Liga Indonesia.

Barito Terpuruk

Meskipun dilatih oleh Frans Sinatra Huwae, karena masalah keuangan, Barito Putera diturunkan ke Divisi I Liga Indonesia pada tahun 2003. Krisis mereka berlanjut dan mereka terdegradasi ke Divisi II Liga Indonesia pada tahun 2004, meskipun telah mengganti pelatih mereka ke Gusti Gazali. Ada rumor bahwa klub itu bangkrut, namun kemudian ditepis oleh manajer Hasnuriyadi. Zainal Hadi HAS kemudian diangkat sebagai manajer dan ia menunjuk Salahudin sebagai pelatih. Akhirnya pada tahun 2008, mereka memenangkan Divisi II Liga Indonesia, dan promosi ke Liga Indonesia Divisi I.

Pada tahun 2010, Barito finish di posisi delapan dan dipromosikan ke Divisi Utama Liga Indonesia dengan pemain seperti Sugeng Wahyudi, Husin Mugni, Dwi Permana, Zulkan Arief, Adre Djoko dan sartibi Darwis.

Barito Bangkit

Skuat Barito Putera 2011/2012

Pada musim Divisi Utama 2010-2011 Barito mencoba untuk keluar dari keterpurukan. Meskipun hanya bermaterikan pemain-pemain muda, Barito mampu bersaing dengan para kompetitor lainnya dan menjadi tim yang layak diperhitungkan. Di musim ini Barito mampu finish di urutan ke 6 setelah di pertandingan terakhir dikalahkan PS Sleman 0-1 dan tidak mendapatkan kesempatan untuk promosi ke Liga Super. Barito naik peringkat ke 5 setelah PSSI menghukum Persebaya Surabaya karena ketahuan memakai pemain yang tidak sah. Salahudin berhasil membawa Barito Putera ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia dan berhasil menjadi Raja di Divisi Utama 2011-12 setelah mengalahkan Persita Tangerang 2 - 1 di Stadion Manahan, Solo. Gol Barito Putera diciptakan oleh Sugeng Wahyudi dan Sackie Doe.

Saat tiba di Banjarmasin, skuat Barito Putera disambut bak pahlawan dan mengarak trofi juara keliling Banjarmasin dengan diringi ribuan pecinta setianya mencapai kurang lebih 3km.[1]

Coach Salahudin berhasil membawa Barito Putera ke papan atas Liga Super Indonesia dengan menduduki peringkat ke 6 Klasemen akhir Liga Super Indonesia 2013 dan menjadi klub promosi terbaik Liga Super 2013.[1] Pada Liga Super 2014 barito turun pada posisi 7.

Logo & Stadion

Logo Barito Putera berbentuk sederhana dan khas klub Galatama . Pola dalam logo membentuk tulisan BP yang merupakan singkatan dari Barito Putera, angka 88 merupakan tahun berdirinya klub, warna kuning dan biru adalah warna yang identik dengan sponsor utama yaitu Hasnur Grup.[4]

Stadion

Stadion 17 Mei adalah stadion yang menjadi kandang dari Barito Putera semenjak berdiri pada tahun 1988. Stadion ini dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 1974. Renovasi dilakukan pada tahun 2007, 2010 dan 2013.

Pada musim 2013, Barito Putera berkandang di Stadion Demang Lehman, karena proses renovasi yang dilakukan di Stadion 17 Mei, sampai digunakan kembali pada tahun 2015.

Di awal musim Liga 1 2019, Stadion 17 Mei kembali direnovasi dan Barito kembali berkandang di Stadion Demang Lehman.[5]

Statistik Klub

Prestasi Musim per Musim

Musim Liga Piala Indonesia Top skor
Divisi Pld M D K GF GA Pts Pos Nama Gol
1989 Galatama 34 3 8 23 14 47 14 18th   N/A N/A
1990 Galatama 34 8 10 16 30 47 26 16th   N/A N/A
1991 Galatama 37 13 6 8 37 25 42 7th   N/A N/A
1992 Galatama 32 17 6 9 36 21 40 3rd   N/A N/A
1993 Galatama (Divisi Timur) 28 8 11 9 26 35 27 11th   N/A N/A
1994–95 Divisi Utama (Divisi Timur) 32 17 5 10 51 31 56 4th   N/A N/A
Divisi Utama (2S Group A) 3 1 2 0 3 2 5 2nd
Divisi Utama (KO)1 2 1 0 0 1 3 2 3rd
1995–96 Divisi Utama (Divisi Timur) 30 9 5 16 22 42 29 15th   N/A N/A
1996–97 Divisi Utama (Divisi Tengah) 20 8 5 7 23 24 29 4th   N/A N/A
Divisi Utama (2S Group B) 3 0 1 2 2 5 1 4th
1997–98 Divisi Utama (Divisi Tengah) 17 6 6 5 17 16 24 4th   N/A N/A
1998–99 Divisi Utama (Divisi Timur Grup 5) 8 3 1 4 8 10 10 3th   Bambang Harsoyo 6
1999–2000 Divisi Utama (Divisi Timur) 26 9 5 12 22 35 32 9th   Bambang Harsoyo 16
2001 Divisi Utama (Divisi Timur) 25 12 7 6 32 22 43 4th   Bako Saddisau 22
Divisi Utama (2S Group B) 3 0 0 3 2 5 0 4th
2002 Divisi Utama (Divisi Timur) 22 11 6 5 30 25 39 2nd   Bako Saddisau 16
Divisi Utama (2S Group B) 3 0 0 3 2 6 0 4th
2003 Divisi Utama 38 9 11 18 30 52 38 20th   Yao Eloi 7
2004 Divisi 1 (Wilayah Timur) 22 6 4 12 21 32 22 11th   Iswadi Syukur 6
20052 Tidak berpartisipasi
2006 Divisi Dua (Grup III A) 8 2 2 3 6 10 9 3rd NP Sutrisno 2
2007 Divisi Dua (Grup I A) 10 4 2 4 14 9 16 4th QR Syaifullah Nazar 3
2008–09 Divisi Dua (Grup VI B) 6 4 1 1 10 6 13 1st NP Syaifullah Nazar 13
Divisi Dua (Babak 16 besar) 2 2 0 0 9 2 6 1st
Divisi Dua (KO)3 2 2 0 0 4 1 1st
2009–10 Divisi Satu (Grup VIII) 6 6 0 0 16 1 18 1st NP Sartibi Darwis 18
Divisi Satu (Babak 24 Besar F) 2 2 0 0 8 2 6 1st
Divisi Satu (Babak 16 Besar Grup K) 3 2 1 0 6 1 7 1st
Divisi Satu (Babak 8 Besar Grup N) 3 0 2 1 6 7 2 4th
2010–11 Divisi Utama (Grup 3) 24 11 2 11 30 23 35 4th QR Syaifullah Nazar 5
2011-12 Divisi Utama (1R Grup 2) 20 13 4 3 41 15 43 1st NP Sackie Teah Doe 18
Divisi Utama (2R Group B) 3 1 1 1 6 3 4 2nd
Divisi Utama (KO)4 2 2 0 0 4 0 1st
2013 Liga Super 34 15 9 10 55 40 54 5th   Djibril Coulibaly 21
2014 Liga Super (Wilayah Barat) 20 6 4 10 23 31 22 7th   Koko Lomell 9
2015 Liga Super5
2016 ISC A6 34 8 9 17 40 50 33 16th   Luiz Júnior 17
2017 Liga 1 34 15 8 11 48 44 53 7th   Rizky Pora 15
2018 Liga 1 34 12 11 11 52 55 47 9th   Samsul Arif 14
2019 Liga 1 34 11 10 13 45 51 43 13th  Round of 32 Rafael Silva 14
2020 Liga 17 Liga dihentikan
2021–22 Liga 1 34 9 9 16 41 49 36 15th   Aleksandar Rakic
Rafael Silva
Bruno Matos
5

      Champion       Runners-up       3rd place       Promoted       Relegated QR Babak kualifikasi NP Tidak berpartisipasi

Note:
^1Juara 3 bersama Pupuk Kaltim. Putaran Knockout hanya statistik, tidak menghitung poinnya.
kevakuman.
^2 PS Barito Putera tidak ikut liga yang dilaksanakan PSSI dan tim melalui kevakuman.
^3 Putaran Knockout hanya statistik, tidak menghitung poinnya.
^4 Putaran Knockout hanya statistik, tidak menghitung poinnya.
^5 Liga dihentikan dan dibekukan di Pekan ke-3.
^6 Indonesia Soccer Championship A merupakan kompetisi tidak resmi menggantikan Indonesia Super League yang sempat ditangguhkan. ^7 Liga 1 2020-21 dihentikan karena terjadi pandemi Covid-19

Prestasi

  • Juara (1): 2008-09

Ranking Klub

Ranking Klub Asia

Per 1 Januari 2022.[6]
Ranking SekarangNegaraTim
189BARITO PUTERA
190Shabab Al-Ordon
191DAMAC
192Sisaket
193Chennai City

Skuat

Tim Utama

Per 08.38, Sabtu, 5 November, 2022 (UTC).[7]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Negara Pemain
1 GK  IDN Muhammad Riyandi
3 DF  IDN Yuswanto Aditya
6 MF  IDN Alif Jaelani
5 DF  IDN Dandi Maulana
7 MF  IDN Ambrizal Umanailo
10 FW  BRA Rafael Silva
11 MF  BRA Rafinha
13 MF  IDN Bayu Pradana
14 DF  IDN Nazar Nurzaidin
15 MF  IDN Raffi Syarahil
17 FW  IDN Ferdiansyah
18 GK  IDN Yogi hermawan
19 DF  IDN Rifky Suryawan
No. Pos. Negara Pemain
20 GK  IDN Aditya Harlan
23 DF  IDN Fajri Maulana
24 MF  IDN Aditiya Daffa
25 GK  IDN Nor Halid
26 MF  IDN Rizky Pora (captain)
28 MF  IDN Buyung Ismu Lessy
31 FW  IDN Riski Kurniawan
39 MF  IDN Guy Junior
54 MF  IDN Ardiansah Pramesthu
55 MF  KOR Kim Jin sung
58 GK  IDN Andri Prabowo
66 DF  IDN Bagas Kaffa
67 FW  IDN Rafly Ariyanto
72 FW  IDN Kahar Muzakkar Kalu
77 MF  BRA Bruno Matos
80 MF  IDN Yoo Hyun-Koo (on loan from Persis Solo)
82 FW  IDN Beni Oktovianto
85 DF  IDN Muhammad Firly
DF  IDN Alfath Fathier (on loan from Persis Solo)
MF  IDN Raphael Maitimo

Staff teknis

Posisi Nama
Manager Mundari Karya
Assistant Manager Ihsan Kamil
Pelatih Kepala Dejan Antonic
Asisten Pelatih Yunan Helmi
Asisten Pelatih M. Yusuf Prasetio
Pelatih Kiper Ismairi
Pelatih Fisik Dino Sefrianto

Manajemen

Posisi Nama
Presiden Klub Zainal Hadi
Pemilik KlubHasnuryadi Sulaiman
Manajer Mundari Karya
Asisten Manajer Ihsan Kamil
Pelatih KepalaDejan antonic
Asisten pelatih Yunan Helmi
Pelatih Kiper Ismairi
Sekretaris Ainul Rida
Media officer Verdi Bagus
Physiotherapist Dian Efrianto
Alfian
Dokter Dr.Ray Wirawan
Kitman Fauzi


  • == Sepanjang masa ==

Manejer Tim

Tahun Nama
1988–1990 M. Hatta
1990–1994 Yos Simon
1994–2004 H. Rahmadi HAS
2004–2005 Hasnuryadi Sulaiman
2005–2006 Irwan Cahyadi
2006–2011 Zainal Hadi
2011–2019 Hasnuryadi Sulaiman
2020– 2021 Mundari Karya
2021- Ihsan Kamil

Pelatih Kepala

Years Coach
1988–1989 Andi Lala
1989–1990 Sukma Sejati
1990–1992 Maryoto
1992–1993 Andi Teguh
1993–1994 Gusnul Yakin
1994–1996 Daniel Roekito
1996–1997 Aleksandar Sasho
1997–1999 Maryoto
1999–2000 Rudy William Keltjes
2000–2001 Daniel Roekito
2001 Mundari Karya
2002 Tumpak Uli Sihite
2003–2004 Frans Sinatra Huwae
2004–2005 Gusti Gazali
2006 Lulut Kistono
2007–2015 Salahudin
2016 Mundari Karya
2017–2019 Jacksen F. Tiago
2019 Yunan Helmi
2019–2021 Djadjang Nurdjaman
2021-2022 (Interim) Rahmad Darmawan
2022- Dejan Antonic

Kapten

Tahun Nama
1988–1990 Muhammad Yusuf
1990–1999 Frans Sinatra Huwae
2000–2001 Bambang Harsoyo
2002 Isnan Ali
2003–2004 Ilham Romadhona
2005 (tidak berpartisipasi dalam kompetisi)
2006 Aji Permana
2007 Amir Yusuf Pohan
2008 Sugeng Budiarso
2009 Husin Mugni
2010 Jufri Samad
2011–2012 Agustiar Batubara
2013 Mekan Nasyrow
2014 Fathlul Rahman[8]
2014 Mekan Nasyrow[9]
2015 Muhammad Roby[10]
2016 Aditya Harlan[11]
2017– Rizky Pora[12]

Apparel dan Sponsor

Periode Pabrikan apparel Sponsor utama
1988–92 FBT Barito Pacific
1992–94 Adidas Kodak
1994–96 Dunhill
1996–97 Kansas
1999–00 Reebok
2000–03 Nike Bank Mandiri
2004–12 Dibuat oleh Klub Hasnur Group[13]
2012–14 Specs
2015–17 RIORS [14]
2018 Umbro [15]
2019– Dibuat oleh Klub[16]

Suporter

Suporter Barito Putera tersebar diseluruh wilayah Kalimantan Selatan, serta beberapa provinsi di Indonesia lainnya yang kebanyakan dari mereka adalah pelajar ataupun imigran asal Kalimantan Selatan yang tinggal diluar daerah.

Adapun kelompok suporter terbesar Barito Putera adalah Barito Mania, yang basisnya tersebar dibeberapa daerah Kalimantan dan luar pulau.

Legenda

Salahudin

Salahudin bergabung dengan Barito Putera pada tahun 1989 sebagai pemain hingga tahun 2000.

Pada tahun 2007, Salahudin dipanggil untuk menjadi pelatih hingga tahun 2015. Salahudin berhasil membawa Barito Putera promosi ke Liga Super Indonesia pada tahun 2013, setelah berhasil menjuarai Divisi Utama Liga Indonesia edisi 2011/2012.[17]

Frans Sinatra Huwae

Frans Sinatra Huwae bergabung dengan Barito Putera pada tahun 1989 sebagai pemain hingga tahun 2000.

Setelah pensiun sebagai pemain, Frans Sinatra diberikan tugas baru untuk menjadi Pelatih pada tahun 2002 hingga tahun 2003. Frans Sinatra Huwae terasa spesial bagi suporter Barito Putera karena dia merupakan putra asli daerah yang dapat beprestasi di Persepakbolaan Nasional.[18]

Referensi

  1. History Diarsipkan 2014-01-02 di Wayback Machine., baritomania.com. Diakses 2 Januari 2014.
  2. "Sejarah Barito Putera" (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 6 December 2014.
  3. "Starting lists from Goal.com(Indonesia) Facebook fan page". Barito vs Persiv Goal.com Facebook. Retrieved 22 January 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-12-29. Diakses tanggal 2018-12-29.
  4. "Nilai-nilai inti Hasnur Grup" (dalam bahasa Indonesian). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-12-08. Diakses tanggal 14 Desember 2018.
  5. "Markas Barito Bakal Pindah ke Demang Lehman". Kompas.id (dalam bahasa Indonesia). 2019-01-16. Diakses tanggal 2020-02-14.
  6. https://footballdatabase.com/clubs-ranking/barito-putera
  7. "Daftar Pemain Barito Putera Liga 1". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-28. Diakses tanggal 15 April 2018.
  8. Martinus, Yaspen. "Fathul Rahman Kapten Baru Barito Putera". Tribunnews.com. Diakses tanggal 29 January 2014.
  9. "Coach has appointed Mekan Nasyrow as captain of Barito Putera replace Fathlul Rahman" (dalam bahasa English).
  10. Sanusi, Husein. Sanusi, Husein, ed. "M Roby Ditunjuk Sebagai Kapten Barito Putera". Tribunnews.com. Diakses tanggal 18 February 2015.
  11. "PS Barito Putera musim 2016" (dalam bahasa Indonesian).
  12. "Rizky Pora Didapuk Jadi Kapten Barito Musim Depan" (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 3 February 2017.
  13. Primus, Josephus. Primus, Josephus, ed. "Barito Putera Tetap Jadi Ikon Hasnur Group". Kompas.com.
  14. "Superiors Jersey Barito 2015".
  15. "Bukti Keseriusan, Barito Putera Gandeng Apparel Internasional | Goal.com". Diakses tanggal 2017-10-19.
  16. "Barito Tanpa Sponsor Apparel di Musim 2019 | Goal.com". Diakses tanggal 2019-03-23.
  17. "Salahudin bawa Barito meraih Piala Divisi Utama di Manahan, Solo". Diakses tanggal 14 Desember 2013.
  18. "Ultah Sang Legenda". Diakses tanggal 19 Maret 2014.

Lihat juga

Pranala luar

Diarsipkan 2014-10-04 di Wayback Machine.

This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.