Buaton
Buaton
Buaton merupakan sebuah marga Batak, yang digunakan oleh keturunan Buaton sendiri. Buaton atau mogot kualu darmahasi sendiri merupakan anak kedua dari Datu Parulas Parultop, salah satu keturunan terbesar dari Toga Nainggolan.
Sejarah
Merunut tarombo(silsilah) maka Toga Nainggolan berada pada sundut(generasi) ke V dari siraja batak. Toga Nainggolan mempunyai 2 orang anak yaitu: Sibatu dan Sihombar pada sundut ke VI,
Sibatu punya 2 orang anak yakni si Batuara dan Parhusip dan Sihombar punya 4 orang anak yakni Lumbannahor, Mogot Pinaungan, Lumbansiantar dan Hutabalian pada sundut ke VII.
Mogot Pinaungan di sundut ke X dan Mogot Pinaungan mempunyai 2 orang anak yaitu Tanjabau yang menjadi Lumbantungkup dan Datu Parulas Parultop yang selanjutnya dikenal sebagai Lumbanraja pada sundut ke XI.
Diceritakan dahulu kala, bahwa datu parulas merupakan orang pintar ( dukun ) dari pulau samosir, tepatnya di kecamatan nainggolan,kabupaten samosir. Orangnya sangat sering berpergian dari satu tempat ke tempat lain, baik untuk mengobati orang dan mencari burung untuk peliharaan. Sehingga akhirnya dia sampai di tanah parlilitan, ( kini termasuk dalam kabupaten Humbang Hasundutan ), Sumatra Utara. Dan akhirnya menikahi istri pertama di tempat itu.
Buaton sendiri merupakan anak ke 2 dari istri pertama - dimana Datu Parulas mempunyai 6 orang Istri -, yaitu boru ( sebutan marga untuk perempuan di tanah batak ) Tinambunan. Buaton mempunyai 2 orang saudara kandung, yaitu Pusuk ( Tuan Panalingan / Sarma Hata) selanjutnya keterunannya memakai marga pusuk dan Mahulae ( Tuan Ampir/Gr. Panuju) dan keturunannya selanjutnya memakai marga Mahulae )
Marga Buaton sendiri saat ini masih banyak ditemui di kecamatan parlilitan, terutama di daerah pusuk.