Dayah Darussalam Labuhan Haji
Dayah Darussalam Labuhan Haji atau Ma'had Tarbiyah Islamiyah Teungku Syaikh Haji Muda Waly Dayah Induk Darussalam Al-Waliyyah adalah dayah atau pondok pesantren yang terletak di Blang Poroh, Labuhan Haji Barat, Aceh Selatan. Dayah ini didirikan pada masa awal penjajahan Jepang tahun 1942 oleh Syekh Muhammad Waly gelar Abuya Muda Waly, ulama Naqsyabandiyah, reformis pendidikan dayah dan perintis Persatuan Tarbiyah Islamiyah di Aceh.
Ma'had Darussalam Al-Waliyyah Blang Poroh Labuhan Haji | |
|---|---|
| Alamat | |
, | |
| Situs web | Darussalam Al-Waliyyah Official |
| Informasi | |
| Jenis | Pondok pesantren |
| Afiliasi | Persatuan Tarbiyah Islamiyah |
| Didirikan | 1942 |
| Pendiri | Abuya Syekh Muhammad Waly al-Khalidy |
| Pimpinan | Abuya Syekh Tgk. H. Mawardi Waly, Lc, MA |
| Lain-lain | |
| Alumni | Rabithah Alumni Dayah Darussalam (RADAD) |
| Moto | |
| سفينة النجاة و السلامة، منبع العلوم و الحكم | |
Lembaga pendidikan Islam ini dikenal telah mencetak banyak ulama di Aceh dan jaringan lulusannya mencakup sebagian besar dayah di Aceh. Dayah ini menyelenggarakan pendidikan Islam dari tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah hingga Ma'had Aly. Menurut Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Ma'had Aly Syekh Muda Waly Al-Khalidy, Aceh Selatan merupakan ma'had aly dengan mahasantri terbanyak di Aceh dan nomor 8 terbanyak se-Indonesia.[1][2]
Menurut K.H. Sirajuddin Abbas, Abuya Muda Waly adalah ulama yang paling berhasil di Aceh. Dayah Darussalam Labuhan Haji yang ia dirikan telah melahirkan ulama-ulama besar Syafi’iyah yang selalu menjadi kiblat masyarakat Aceh, bahkan Nusantara.[3] Tersohornya Dayah Darussalam juga memasyhurkan Labuhan Haji sebagai pusat pendidikan Islam di Aceh. Hal ini salah satunya tergambar dalam syair yang digubah oleh Syah Loetan yaitu "Naksu ke malem jak Labuhan Haji. Naksu ke campli u Kuta Faja. Naksu mita peng jak u Blangpidie. Naksu meutani u Geunang Jaya" (Jika mau jadi orang alim atau ulama pergilah belajar ke Dayah Darussalam Labuhan Haji. Kalau ingin menanam atau membeli cabai, datanglah ke Kota Fajar, Kluet Utara. Kalau mau mencari uang atau rezeki pergilah ke Blangpidie. Dan bila mau bertani pergilah ke Geunang Jaya, Babah Rot).[4]
Pimpinan
- Syaikhul Islam Abuya Tgk. H. Muhammad Waly al-Khalidy (1942-1961)
- Abuya Syaikh Tgk. Chik Prof. Dr. K.H. Muhibuddin Waly, MA (1961-1965)
- Abuya Syaikh Tgk. H. Imam Syamsuddin Sangkalan (1965-1967)
- Abuya Syaikh Drs. K.H. Jamaluddin Waly (1967-1974)
- Abuya Syaikh Tgk. H. Amran Waly (1974-1982)
- Abuya Syaikh Tgk. H. Muhammad Nasir Waly, Lc (1982-1988)
- Abuya Syaikh Tgk. H. Mawardi Waly, Lc, MA (1988-1995)
- Abuya Syaikh Tgk. Chik Prof. Dr. K.H. Muhibuddin Waly, MA (1995-1999)
- Abuya Syaikh Tgk. H. Ruslan Waly (1999-2008)
- Abuya Syaikh Tgk. Chik Prof. Dr. K.H. Muhibuddin Waly, MA (2008-2012)
- Abuya Syaikh Drs. K.H. Jamaluddin Waly (2012-2016)
- Abuya Syaikh Tgk. H. Mawardi Waly, Lc, MA (2016-sekarang)
Rujukan
- "EMIS | Dashboard | Pendidikan Islam Kementerian Agama Repubik Indonesia". emispendis.kemenag.go.id. Diakses tanggal 2022-06-26.
- "Ponpes Darussalam Labuhan Haji, Aceh Selatan (1): Mencetak Segudang Ulama". Serambi News. 24 Agustus 2011. Diakses tanggal 25 April 2022.
- Abbas, K. H. Siradjuddin (1994). Sejarah dan Keagungan Madzhab Syafi’i. Jakarta: Pustaka Tarbiyah.
- "Syekh Muda Waly: Syekhul Masyayikh Ulama Dayah Aceh Kontemporer". Tarbiyah Islamiyah. 1 Juni 2020. Diakses tanggal 25 April 2022.