Dewan Gajah
Dewan Gajah adalah sebuah dewan pemerintahan yang kemudian menjadi cikal bakal Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia di Sumatra Utara. Dewan Gajah didirikan di Medan pada tanggal 22 Desember 1956 oleh Panglima Tentara Teritorium I, Kolonel Infanteri Maludin Simbolon.[1]
Latar belakang
Pembentukan Dewan Gajah didasari atas ketidakpuasan Kolonel Maludin Simbolon terhadap kebijakan pemerintah pusat. Setelah menguasai RRI Medan, Kolonel Maludin Simbolon mengumumkan pemutusan hubungan dengan pemerintah pusat dan pelepasan diri dari pemerintahan Kabinet Ali Sastroamidjojo I. Bersamaan dengan itu, ia mendirikan Dewan Gajah.
Reaksi
Keputusan Kolonel Maludin Simbolon ditentang oleh perwira Sumatra Utara lainnya, seperti Letkol Jamin Ginting dan Letkol Wahab Makmur. Presiden Sukarno menegur Kolonel Maludin Simbolon dan mengimbaunya untuk melalukan tindakan yang benar. Karena tidak dihiraukan oleh Kolonel Maludin Simbolon, pemerintah pusat mengadakan rapat darurat pada malam harinya. Keesokan paginya, tanggal 23 Desember 1956, Presiden Sukarno mencopot Kolonel Maludin Simbolon dari posisinya sebagai Panglima Tentara dan Teritorium I dan menunjuk Letkol Jamin Ginting sebagai gantinya.
Lihat pula
Referensi
- Nailufar, Nibras Nada, ed. (2021-09-08). "Dewan Gajah: Latar Belakang dan Tuntutan". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-09-15.