Han Chan Piet

Han Chan Piet, Mayor Cina (1759 – 1827), juga dieja Han Tjan Piet atau Han Tian Pit, adalah seorang tokoh terkemuka Peranakan Tionghoa, pejabat pemerintah, dan tuan tanah di Jawa Timur.[1][2][3][4][5][6][7][8] Dia paling diingat karena telah membeli distrik Besuki dan Panarukan pada tahun 1810 dari pemerintah kolonial.[1][7][8]

Mayor Han Chan Piet
Kapitan Cina di Surabaya
Masa jabatan
1778–1810
PendahuluKapitan Han Bwee Kong
Penggantitidak diketahui
Informasi pribadi
Lahir1759
Surabaya, Jawa Timur
Meninggal1827
Surabaya, Jawa Timur
HubunganHan Siong Kong (kakek)

Han Kik Ko, Mayor Cina (saudara laki-laki)
Ngabehi Soero Pernollo (paman)

Adipati Soero Adinegoro (sepupu)
AnakHan Kok Tie, Letnan Cina
Han Kok Ping, Kapitan Cina
Orang tua
Tempat tinggalSurabaya, Jawa Timur
PekerjaanMayor Cina, tuan tanah

Latar belakang keluarga

Han Chan Piet lahir pada 1759 di Surabaya, anak ketiga dari dua belas putra, dari Han Bwee Kong (1727 – 1778), dan sebagai cucu dari migran kelahiran Tiongkok Han Siong Kong (1672 – 1743), pendiri keluarga Han dari Lasem yang berpengaruh.[1][2][6] Ayahnya, Han Bwee Kong, memegang jabatan pemerintahan sipil Kapitan Cina, yang memberinya wewenang hukum dan politik atas masyarakat Tionghoa di Surabaya sebagai bagian dari kebijakan kolonial Belanda, "Pemerintahan Tidak Langsung".[9] Kapitan ini juga merupakan pachter, atau pemegang hak sewa, dari distrik-distrik Besuki (dari tahun 1768) dan Panarukan (dari tahun 1777).[1][2]

Anggota terkemuka lain dari keluarganya termasuk adik laki-lakinya, Han Kik Ko, Mayor Cina (1766 – 1813); pamannya, yang pindah ke agama Islam dan tokoh terkemuka Jawa Ngabehi Soero Pernollo (1720 – 1776); dan sepupunya, bangsawan Jawa dan birokrat Adipati Soero Adinegoro (1752 – 1833) dan Raden Soero Adiwikromo.[2][3][5][10] Keluarganya memainkan peran penting dalam konsolidasi kekuasaan Belanda, serta kemudian administrasi pemerintahan dan pembangunan ekonomi, di Jawa Timur.[1][5][8]

Karier kolonial

Han Chan Piet pertama diangkat dalam birokrasi kolonial ketika dia dijadikan sebagai wakil ayahnya di Surabaya, pada tanggal tidak diketahui, dengan gelar "Letnan Cina".[1][2][3] Letnan menggantikan ayahnya setelah kematian ayahnya pada tahun 1778 sebagai Kapitan Cina di Surabaya dan Pachter dari distrik Besuki dan Panarukan.[1][2][3][6] Pada tahun 1796, Perusahaan Hindia Timur Belanda selanjutnya memberikan sang Kapitan hak eksklusif untuk dua distrik tersebut seumur hidup.[1][5]

Selama Interegnum Prancis dan Britania (1806 – 1815), Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, memutuskan memutuskan untuk mengisi kas negara dengan menjual tanah pemerintah, termasuk pada tahun 1810 distrik Besuki dan Panarukan.[5][7][8] Kapitan Han Chan Piet membeli kedua distrik sekaligus sebesar 400.000 dolar Spanyol, dan kemudian dipromosikan oleh Daendels dengan pangkat tinggi "Mayor Cina".[5][6][7][8]

Referensi

  1. Salmon, Claudine (1991). "The Han Family of East Java. Entrepreneurship and Politics (18th-19th Centuries)". Archipel. 41 (1): 53–87. Diakses tanggal 23 February 2016.
  2. Salmon, Claudine (1997). "La communauté chinoise de Surabaya. Essai d'histoire, des origines à la crise de 1930". Archipel. 53 (1): 121–206.
  3. Han, Bing SIong (2001). "A Short Note on a Few Uncertain Links in the Han Lineage". Archipel. 62 (1): 43–52. Diakses tanggal 23 February 2016.
  4. Kwee, Hui Kian (2006). The Political Economy of Java's Northeast Coast, C. 1740-1800: Elite Synergy. Leiden: Brill. hlm. 282. ISBN 9004150900. Diakses tanggal 23 February 2016.
  5. Margana, Sri (2007). Java's last frontier : the struggle for hegemony of Blambangan, c. 1763-1813. Leiden: TANAP. hlm. 210–236. Diakses tanggal 23 February 2016.
  6. Setyautama, Sam (2008). Tokoh-tokoh etnis Tionghoa di Indonesia. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 80. ISBN 9799101255. Diakses tanggal 23 February 2016.
  7. Hannigan, Tim (2012). Raffles and the British Invasion of Java. Singapore: Monsoon Books. ISBN 981435886X. Diakses tanggal 23 February 2016.
  8. Dobbin, Christine (2013). Asian Entrepreneurial Minorities: Conjoint Communities in the Making of the World Economy, 1570-1940. London: Routledge. hlm. 57–58. ISBN 1136786937. Diakses tanggal 23 February 2016.
  9. Blussé, Leonard; Chen, Menghong (2003). The Archives of the Kong Koan of Batavia. Leiden: Brill. hlm. 1–29. ISBN 9004131574. Diakses tanggal 23 February 2016.
  10. Zhuang, Wubin (2001). Chinese Muslims in Indonesia (edisi ke-1st). Singapore: Select Publishing. ISBN 981402273X. Diakses tanggal 23 February 2016.
This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.