Itako

Itako (bahasa Jepang: イタコ), juga dikenal sebagai ichiko (市子) arau ogamisama (オガミサマ), adalah wanita tuna netra yang belatih untuk menjadi cenayang spiritual di Jepang.[1] Pelatihan melibatkan praktek-praktek asketis berat. Setelah itu, wanita tersebut dikatakan dapat berkomunikasi dengan roh Shinto Jepang, kami, dan roh orang mati.[2] Itako melakukan upacara berkomunikasi dengan orang mati[2] dan ilahi[3] Praktek tersebut telah menurun, dengan hanya 20 itako yang masih hidup di Jepang, semuanya berusia lebih dari 40 tahun.[1]

Seorang itako dalam perayaan musim gugur Inako Taisai di Gunung Osore, Prefektur Aomori, Jepang.

Referensi

  1. Fackler, Martin. "As Japan's Mediums Die, Ancient Tradition Fades". New York Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 April 2013. Diakses tanggal 1 February 2016. /http://www.nytimes.com/2009/08/21/world/asia/21japan.html Alt URL]
  2. Blacker, Carmen (1997). Earhart, Byron, ed. Religion in the Japanese experience : sources and interpretations (edisi ke-2nd). Belmont, CA: Wadsworth Pub. Co. hlm. 130–135. ISBN 0534524613.
  3. Ivy, Marilyn (1995). Discourses of the vanishing modernity, phantasm, Japan. Chicago: University of Chicago Press. ISBN 9780226388342.
This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.