Jeruk limau

Jeruk limau (Citrus amblycarpa) adalah jeruk berwarna hijau kekuningan yang daging buahnya berasa asam. Ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan jeruk nipis dan jeruk purut. Jeruk limau termasuk jenis tanaman perdu yang pohonnya dapat tumbuh hingga 5 meter. Pertumbuhan jeruk lima dapat berlangsung sepanjang tahun dan mulai produktif pada usia 3 tahun.

Jeruk limau berlimpah kandungan vitamin C. Dalam makanan, jeruk limau dijadikan bahan campuran untuk sambal dan bahan makanan. Fungsi lainnya sebagai pengera tubuh dan oembersih kotoran pada peralatan yang berlemak. Salah satu varietas unggulan jeruk limau bernama Sari Agrihoti.

Taksonomi

Nama ilmiah untuk jeruk limau adalah Citrus amblycarpa.[1] Jeruk limau termasuk ke dalam marga Citrus atau jeruk-jerukan.[2] Famili untuk jeruk limau adalah Rutaceae. Jeruk limau adalah tanaman endemik Indonesia.[3]

Morfologi

Buah jeruk limau

Buah

Buah jeruk limau berukuran lebih kecil dibandingkan dengan jeruk nipis.[4] Ukurannya juga lebih kecil dibandingkan dengan jeruk purut. Jeruk limau memiliki kulit buah yag agak keriput, tetapi agak halus dibandingkan dengan jeruk purut.[5] Buahnya berwarna hijau tua.[6] Namun warna buah jeruk limau lebih muda dibandingkan dengan jeruk purut. Kandungan air di dalam buahnya juga lebih sedikit dibandingkan dengan jeruk purut. Di dalam buahnya terdapat biji dalam jumlah yang banyak.[7]

Sementara daging buah jeruk limau berwarna hijau muda kekuningan.[8] Bagian daging buahnya keras.[9]

Pertumbuhan

Jeruk limau termasuk salah satu jenis tanaman perdu. Pertumbuhannya dapat berlangsung sepanjang tahun. Jeruk limau dapat tumbuh di lingkungan dengan iklim yang basah maupun yang kering. Pertumbuhannya subur di daerah dengan ketinggian melebihi 600 meter di atas permukaan laut. Jeruk limau dapat tumbuh dengan cara cangkok maupun okulasi.[10]

Pada ketinggian 0–400 meter di atas permukaan laut, jeruk limau tetap dapat tumbuh dalam kondisi baik jika suhu lingkungannya berkisar antara 20–30o C. Pertumbuhan jeruk limau akan subur pada kondisi lahan terbuka yang terkena sinar matahari. Pada dataran tinggi, buah jeruk limau akan memiliki rasa yang pahit dan kulitnya tebal. Tanah yang dijadikan lahan penanaman jeruk limau harus gembur dan berlimpah kandungan organik.[11]

Pohon jeruk limau dapat tumbuh setinggi 3–5 meter. Bagian batangnya berduri.[12] Pemanenan buhah jeruk limau dilakukan ketika kulit buah masih berwarna hijau dengan ukuran buah yang terbesar.[8] Jeruk sambal tergolong jenis jeruk yang produktif. Ketika telah berusia 3 tahun, buah yang dipanen dapat mencapai 241–250 buah. Tiap pohon menghasilkan buah yang setara dengan 6,25–7,25 kg per tahun.[8]

Nutrisi

Vitamin C

Di dalam setiap jeruk limau terdapa vitamin C sedikitnya 50 mg. Kebutuhan nutrisi harian manusia terhadap vitamin C dapat terpenuhi hanya dengan mengonsumsi satu buah jeruk limau. Laki-laki hanya memerlukan sebanyak 90 mg vitamin C tiap hari, sementara perempuan hanya memerlukan 75 mg tiap hari. Pemenuhan vitamin C melalui jeruk limau dapat dilakukan di pagi hari saat sarapan dan dapat pula setelah olahraga atau melakukan kegiatan lainnya.[13] Di dalam daging buah jeruk limau terkandung vitamin C sekitar 26,5–29,5 mg tiap 100 g daging buahnya. Total padatan terlarutnya mencapai 9–10oBrix, dan total kadar asamnya sebesar 2,17%.[8]

Kegunaan

Jeruk limau pada sambal.

Bahan campuran untuk bahan makanan

Jeruk limau disebut pula sebagai jeruk sambal karena banyak dipakai untuk menambahkan cita rasa sambal dan bahan makanan lainnya.[12] Buah jeruk limau dikucurkan sebagai bahan campuran untuk bahan makanan. Pada sambal dadak, jeruk limau dikucurkan di atas sambal sebelum dihidangkan. Hal yang sama juga dilakukan pada siomay. Jeruk limau dikucurkan setelah siomay dilumuri oleh saus kacang.[5]

Makanan yang telah dicampur dengan jeruk limau akan bertambah aromanya.[2] Aroma jeruk limau sangat tajam sehingga digunakan untuk menghilangkan bau amis.[9] Pada sambal, pemberian jeruk limau yang asam akan meningkatkan rasa dari sambal.[14]

Pembersih kotoran sisa makanan

Jeruk limau diketahui mampu mengurangi tumpukan lapisan lemak pada permukaan peralatan.[15] Peralatan dapur pada umumnya akan menghasilkan noda bekas lemak setelah digunakan. Buah jeruk limau merupakan bahan dasar dalam pembuatan pembersih lemak untuk peralatan dapur. Kemampuannya dalam menghilangkan lemak cukup berguna.[16] Jeruk limau juga digunakan sebagai pembersih tangan. Kegunaan ini umumnya pada kegiatan makan menggunakan tangan secara langsung. Kotoran bekas makanan di tangan dapat hilang dengan dicuci menggunakan air yang sudah dicampur potongan buah jeruk limau.[17]

Meningkatkan daya tahan dan kesegaran tubuh

Di dalam buah jeruk limau terdapat kandungan vitamin C yang melimpah. Vitamin C ini berperan dalam menjaga daya tahan tubuh dan menghindarkannya dari berbagai jenis penyakit. Rasa asam pada buah jeruk limau juga dapat menghilangkan kantuk. Sehingga tubuh dapat kembali segar setelah dikonsumsi.[18]

Varietas

Sari Agrihorti

Sari Agrihorti adalah varietas jenis jeruk limau dengan kategori komoditas unggulan. Varietas ini didaftarkan oleh Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pendaftarannya melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 150/Kpts/SR.120/D.2.7/10/2015. Buah Sari Agrihorti berbentuk gepeng. Ukuran buahnya sangat kecil. Panjangnya hanya sekitar 2,56 – 3,59 cm dengan diameter 3,0 – 3,8 cm. Buahnya juga ringan dengan berat hanya 18–28,6 gram tiap buah. Sementara itu, kulit buahnya tebal dengan ketebalan antara 2,41 – 3,89 mm. Saat masih berusia muda, warna kulit buahnya adalah hijau tua kekuningan. Sedangkan ketika sudah matang, warna kulitnya hijau terang kekuningan.[8]

Referensi

Catatan kaki

  1. Sarwono, B. (2001). Khasiat dan Manfaat Jeruk Nipis. AgroMedia. hlm. 53. ISBN 978-979-308-404-6.
  2. Wahyuni, N., dkk. (2021). Vinegar Nira Aren. Media Sains Indonesia. hlm. 21. ISBN 978-623-362-117-5.
  3. Putra, G. M. D., dkk. (2018). "Standardisasi dan Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol 70% Daun Jeruk Limau (Citrus amblycarpa (Hassk.) Osche)". Jurnal Kimia. 12 (2): 187. ISSN 1907-9850.
  4. Yasa Boga (2007). Sambal: Sambal Colek dan Saus Cocol. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 16. ISBN 978-979-22-0949-5.
  5. Pattiradjawane, Bara (2017). Gretiani, Siti, ed. Cerita Dapur Nusantara dalam Rasa dan Rupa. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 9. ISBN 978-602-03-2879-9.
  6. Tim Dapur Demedia (2010). Kitab Masakan Nusantara: Kumpulan Resep Pilihan dari Aceh sampai Papua. Jakarta Selatan: Demedia Pustaka. hlm. 4. ISBN 979-082-018-6.
  7. Bagaskara, Jimi (2021). Sugari, ed. Teknik Budi Daya Buah Jeruk. Yogyakarta: DIVA Press. hlm. 41. ISBN 978-623-293-528-0.
  8. Budiarto, K., dan Sugiharto, A. N., ed. (2021). Teknologi Inovatif Jeruk Sehat Nusantara. Bogor: PT Penerbit IPB Press. hlm. 50. ISBN 978-623-256-784-9.
  9. Tim Ajarmasak (2013). Resep Masakan Ndeso. Yogyakarta: Ajarmasak. hlm. 8. ISBN 978-979-911-81-4 Periksa nilai: length |isbn= (bantuan).
  10. Rahardi, F. (2007). Agar Tanaman Cepat Berbuah. Jakarta: AgroMedia Pustaka. hlm. 20. ISBN 979-006-107-2.
  11. Mustari, Abdul Haris (2020). Biodiversitas di Kampus IPB University: Mamalia, Burung, Amfibi, Reptil, Kupu-Kupu dan Tumbuhan. Bogor: PT Penerbit IPB Press. hlm. 445. ISBN 978-623-256-259-2.
  12. Wiryanta, Bernard T. Wahyu (2005). Sukses Membuahkan Jeruk dalam Pot. Jakarta: AgroMedia Pustaka. hlm. 15. ISBN 979-3702-29-X.
  13. Husein, Yantie Febrianti (2013). Masakan Ayam dan Ikan Favorit. FMedia. hlm. 31.
  14. Sutomo, Budi. Aneka Resep Sambal Favorit. Kawan Pustaka. hlm. 6. ISBN 978-979-757-593-9.
  15. Sulianta, Feri (2021). Utami, A. Ria Puji, ed. Resep Wedang Rempah Unik dan Berkhasiat. Yogyakarta: Rapha Publishing. hlm. 97. ISBN 978-623-6822-28-9.
  16. Suryana 2018, hlm. 257.
  17. Suryana 2018, hlm. 257-258.
  18. Suryana 2018, hlm. 258.

Daftar pustaka

  • Suryana, Dayat (2018). Manfaat Buah. Dayat Suryana Independent.

Referensi

    This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.