Kebajikan

Kebajikan adalah kemuliaan akhlak. Suatu kebajikan adalah tabiat atau sifat tertentu yang dianggap baik, sehingga dijadikan salah satu sendi keutamaan dan sikap berbudi pekerti yang baik. Dengan kata lain, kebajikan adalah perilaku yang memperlihatkan tolok ukur budi pekerti yang tinggi, yakni mengerjakan yang benar dan menghindari yang salah. Lawan dari kebajikan adalah kefasikan. Contoh-contoh lain dari gagasan semacam ini mencakup konsep jasa di dalam tradisi-tradisi Asia maupun konsep de di dalam tradisi Tionghoa. Catur Bramawihara dalam Agama Buddha pun dapat dianggap sebagai kebajikan menurut pemahaman Eropa.[1][2]

Kebajikan-Kebajikan Asasi dan Teologis karya Rafael, 1511

Bacaan tambahan

  • Newton, John, Ph.D. Complete Conduct Principles for the 21st Century, 2000. ISBN 0967370574.
  • Hein, David. "Christianity and Honor." The Living Church, August 18, 2013, pp. 8–10.
  • Den Uyl, Douglas (2008). "Virtue". Dalam Hamowy, Ronald. The Encyclopedia of Libertarianism. Thousand Oaks, CA: SAGE; Cato Institute. hlm. 521–22. doi:10.4135/9781412965811.n318. ISBN 978-1412965804. LCCN 2008009151. OCLC 750831024.

Pranala luar

  1. Jon Wetlesen, Did Santideva Destroy the Bodhisattva Path? Jnl Buddhist Ethics, Jld. 9, 2000 Diarsipkan 2007-02-28 di Wayback Machine. (diakses bulan Maret 2010)
  2. Bodhi, Bhikkhu. Abhidhammattha Sangaha: A Comprehensive Manual of Abhidhamma. Edisi BPS Pariyatti, 2000, hlm. 89.
This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.