Logika modern
Logika modern atau logika simbolik adalah jenis logika yang memanfaatkan metode-metode matematika. Penggunaan metode matematika membuatnya sering juga disebut sebagai logika matematika. Sifat dari logika modern melengkapi logika tradisional melalui penggunaan bentuk simbol. Dalam pembagian disiplin ilmiah, logika modern termasuk dalam logika formal yang menjadi bagian dari logika artifisial.[1] Filsuf Arab memberikan pengaruh pemikiran yang memulai perintisan logika modern.[2] Pengembangan logika modern dimulai pada abad ke-13 hingga abad ke-15 dilakukan dengan melakukan sistemisasi dan pemberian komentar oleh Thomas Aquinas. Para tokoh yang selanjutnnya memiliki peran dalam pengembangannya meliputi Petrus Hispanus, Roger Bacon, Raymundus Lullus dan William Ockham.[3] Logika modern juga dikembangkan oleh para filsuf di dunia Barat pada masa Renaisans. Sifatnya sangat berlawanan dengan logika yang dikemukakan oleh Aristoteles.[4]
Sejarah
Pada awal renaisans, konsep logika masih didasarkan kepada pemikiran Aristoteles yang mengutamakan predikat dan proposisi. Selain itu, pemikiran atas logika masih didasarkan kepada Boethius dan Pophyries. Karya ketiganya dikenali sebagai logika lama. Setelah tahun 1141, sebanyak empat karya Aristoteles disebut sebagai logika baru. Selanjutnya, para filsuf di dunia Arab mengembangkan bentuk logika baru yang disebut logika modern. Mereka menggunakan logika modern dengan suposisi yang menjelaskan mengenaisi kesesatan berpikir. Ciri utama dari term yang digunakan untuk mewakili konsep yaitu pemakaian tata bahasa berupa simbol. Suposisi berperan sebagai fungsi bahasa di dalam suatu proposisi tertentu. Raymond Lullus kemudian mengembangkan logika modern yang pengaruhnya dimulai pada abad ke-13 hingga abad ke-15.[5] Lullus mengembangkan metode logika yang disebut Ars Magna. Ia memberikan pembuktian-pembuktian tertinggi dengan menggunakan aljabar.[6]
Referensi
- Dewantara, Agustinus W. (2019). Logika: Seni Berpikir Lurus. Madiun: Wina Press. hlm. 25.
- Rohman, A., dan Rukiyati (2014). Lamsuri, Mohammad, ed. Epsitemologi dan Logika: Filsafat untuk Pengembangan Pendidikan (PDF). Sleman: Aswaja Pressindo. hlm. 42. ISBN 978-602-18653-6-1.
- Huda, S., dan Moefad, A. M. (2011). Bachtiar, M. Anis, ed. Logika Saintifik: Wawasan Dasar, Keilmuan, dan Filsafati (PDF). Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press. hlm. 70.
- Purwanto, Muhammad Roy (2019). Ilmu Mantiq (PDF). Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia. hlm. 57. ISBN 978-602-450-360-4.
- Hidayat, Ainur Rahman (2018). Afandi, Moh., ed. Filsafat Berpikir: Teknik-Teknik Berpikir Logis Kontra Kesesatan Berpikir (PDF). Pamekasan: Duta Media Publishing. hlm. 16. ISBN 978-602-6546-55-5.
- Tumanggor, R. O., dan Suharyanto, C. (2021). Setyowati, C. Erni, ed. Logika: Ilmu Berpikir Kritis (PDF). Sleman: Penerbit PT Kanisius. hlm. 28. ISBN 978-979-21-6287-5.