Masjid Kampung Keling

Masjid Kampung Keling merupakan sebuah masjid yang terletak dalam daerah Melaka Tengah, Melaka, Malaysia. Masjid Kampung Keling dibangun tak lama setelah pembangunan Masjid Kampung Hulu Melaka.

Masjid Kampung Keling Malaka
Masjid Kampung Keling
Informasi umum
LetakMalaka, Malaysia
Afiliasi agamaIslam
Deskripsi arsitektur
Jenis arsitekturMasjid
Peletakan batu pertama1748

Masjid ini dibangun pada tahun 1748 atau bertepatan dengan tahun Tahun 1152 Hijriah dimasa penjajahan Belanda di Melaka. Ketika itu Belanda memberikan kebebasan untuk mendirikan masjid sebagai usaha untuk menarik hati orang orang melayu dan kaum muslimin Malaka waktu itu, setelah di era penjajahan Portugis, warga Muslim dilarang mendirikan Masjid bahkan keseluruhan bangunan masjid yang sudah ada dihancurkan oleh Portugis. Keseluruhan biaya pembangunan masjid ini berasal dari jemaah. Masjid Kampung Keling ini merupakan salah satu masjid tertua di Malaysia, dan berada dibawah pengawasan Kementerian Musium dan Purbakala Malaysia.

Arsitektur

Gaya ganda pada desain masjid melambangkan pesatnya perkembangan arsitektur di Melaka saat itu, dengan datangnya pengaruh arsitektur yang dibawa oleh Belanda dari Eropa.

Masjid Kampung Keling dibangun dengan alas segi empat, dan bukan alas segi empat atau heksagonal seperti yang dipraktikkan di negara-negara Timur Tengah . Area beranda didekorasi dengan tiang - tiang Korintus dan mengelilingi area aula. Tiang- tiang Korintus juga menyediakan sekat antara ruang mimbar dari ruang doa.

Atap tiga lapis digunakan dalam arsitektur Masjid Kampung Keling, sama seperti atap Masjid Kampung Hulu . Atap tiga lapis ini menjadi ciri khas masjid-masjid di Melaka . Atapnya ditopang oleh 4 tiang pengikat di tengah masjid . 4 kolom pengikat ini dilengkapi dengan 8 kolom yang lebih kecil yang digunakan untuk menopang struktur lapisan kedua dan lapisan ketiga atap tiga lantai. .

Menara masjid dibangun dari batu, dan berbentuk klenteng , juga menjadi ciri masjid di Melaka. Efek lain yang digunakan seperti sebelum pembangunan Masjid Kampung Hulu dan Masjid Kampung Keling, masjid-masjid Melayu yang dibangun tidak menggunakan minaret.

Pada tahun 1868, masjid dan menara dilindungi oleh tembok tinggi sebagai pemisah dengan jalan raya.

Ubin keramik didatangkan dari China untuk menghiasi atap, lantai dan dinding masjid ini.

Motif hias yang menghiasi pintu, jendela bahkan hiasan di tepi tebing atap juga dipengaruhi oleh hiasan Cina. Pengaruh arsitektur Eropa tergabung dalam pembangunan masjid ini, khususnya dengan gips yang digunakan untuk dinding interior masjid ini.

Lokasi Masjid Kampung Keling

Masjid Kampung Keling berada di ujung jalan Hang Lekiu dan Jalan Tokong atau Lorong Harmoni atau Temple street, Malaka 75200, Malaysia. Semua agama utama di Malaka terwakili di jalan ini. dijalan yang sama tak jauh dari Masjid Kampung Keling berdiri Kelenteng Cina Cheng Hoon Tseng dan Kuil Hindu Sri Poyyatha Vinayagar Moorthi yang juga berada di Jalan Tokong.

Arsitektur

Dibangun dengan arsitektur masjid seperti di tanah Jawa dan Sumatra. Kayu kayu yang dipakai untuk pembangunan masjid di datangkan langsung dari Kalimantan, Indonesia. Sementara mastaka masjid, berikut keramik keramik yang menghiasai bangunan masjid ini di datangkan dari Cina. Maski dinding dinding dan tiang tiang kayu nya sudah diganti dengan beton, namun keaslian masjid ini tetap dijaga dengan baik. 4 soko guru utamanya masih berdiri kokoh di tengah masjid tak tergerus waktu, meski 4 sokoguru ini merupakan sokoguru kayu dari bangunan pertama masjid yang sengaja tak diganti dengan beton.

Nuansa Nusantara sangat kental di Masjid Kampung Keling ini. Buka-an lantai bangunan yang persegi empat bukan heksagonal atau persegi panjang seperti kebanyakan masjid masjid timur tengah, tanpa kubah seperti yang biasa kita kenal pada bangunan masjid, tetapi menggunakan atap limasan bersusun tiga yang merupakan ciri khas bangunan masjid majid tua di tanah Jawa dan Sumatra. Mengadopsi tradisi masjid Jawa dan Sumatra dengan 4 sokoguru menyanggah struktur atap bangunan utama. Ditambah dengan beranda beratap di sekeliling bangunan utama. Masjid Kampung Keling dapat menampung sekitar 600 jemaah sekaligus.

Masjid Kampung Keling juga dilengkapi dengan bangunan tempat wudhu yang melindungi kolam air dibawahnya. Letaknya sedikit ditinggikan dari permukaan disekitarnya. Dilengkapi dengan beberapa anak tangga. Sama dengan Masjid Kampung Hulu, tempat wudhu di Masjid Kampung Keling tidak menggunakan keran tetapi langsung berwudhu di kolam yang disediakan. Di belakang kolam wudhu ini terdapat rumah tempat tinggal pengurus masjid.

Menara masjid dibangun terpisah dari masjid dengan bangunan beton tanpa kayu. Menara yang begitu unik karena tampilannya yang mirip dengan pagoda Cina. Dilengkapi dengan jendela jendela berlengkung dan berterali besi. Sementara tembok pagar sekeliling masjid ditinggikan pada tahun 1868 untuk melindungi masjid dari jalan raya.

Galeri

Pranala luar

This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.