Muztang
Muztang merupakan seorang disjoki dan produser berkebangsaan Indonesia[1][2] dengan musik drum and bass sebagai identitas rootsnya. Musisi dengan nama asli Gede Angga Raditya (lahir 02 Desember 1991 ) di Bali.
| Muztang | |
|---|---|
![]() | |
| Lahir | Gede Angga Raditya 2 Desember 1991 Denpasar |
| Nama lain | Muztang |
| Almamater | Javabass Recordings, Invert Recordings, Westwew Music |
| Pekerjaan | |
| Karier musik | |
| Asal | Bali |
| Genre |
|
| Tahun aktif | 2009–sekarang |
Karier
Muztang mengawali kariernya sebagai seorang produser pada tahun 2012. Saat itu, dirinya sama sekali belum terpikirkan untuk menjadi seorang DJ dan hanya fokus untuk membuat lagu Drum dan bass. Lalu dengan perkembangan dan kebutuhan untuk perform, di tahun 2013 dia menggunakan tools DJ Set untuk menyediakan set performnya. Dengan merilis lagu remix dari band Punk Rock kenamaan kota malang Snickers And The Chicken Fighter sebagai rilisan debutnya pada tahun 2012, sampai dengan rilisan The Motion EP sebagai awal karir profesionalnya.[3]
2012-13: Silence To Warm EP
Ini adalah debut rilisan dari Muztang. Berisikan 3 lagu demo yang di compile menjadi rilisan dan disebarluaskan secara gratis di platform digital. Rilis pada tahun 2012.
2013-14: The Motion EP (Invert Recordings)
EP yang merupakan awal dari karir profesional Muztang, dan rilis di bawah naungan Invert Recordings ini bisa dibilang EP yang bersejarah. berkolaborasi dengan Asther dengan vocal yang manis sangat cocok dengan music drum and bass yang di usung oleh Muztang. Lagu ini menyita perhatian public electronic di kala itu, karena Invert Recordings pun juga bergerak secara dinamis sebagai Record Label.
Invert Recording dengan talentnya seperti DTX, Mardial, Massive Kontrol, Jevin Julian, CVX, cukup sengit dalam melakukan pergerakan music mereka.
The Motion EP ini berisikan versi remix dari beberapa talent Invert Recordings itu sendiri, seperti DTX, dan Ravaga. Di dalam EP ini juga berisikan 2 lagu lain yaitu Sugars dan Sick To Pretend.
2014-15: Urban Jungle EP (Invert Recordings)
Melanjutkan rilisan dia di Invert Recordings, Urban Jungle hadir untuk memenuhi kebutuhan lagu yang menghancurkan dance floor. Berisikan 2 lagu yaitu Urban Jungle dan The Blackbull.
EP ini sudah di isyaratkan untuk membuat para penggiat electronic untuk berdansa dengan tanpa henti.
2015-16: Collaboration Year
Di tahun ini, Muztang banyak ter-influence dari music minimal, terbukti dari lagu remix HMGNC - Today And Forever, dimana Muztang mulai menerapkan konsep Anti Climax.
2016-17: Monomyth Debut Album (Invert Recordings)
Monomyth hadir untuk menjawab keseriusan Muztang untuk karir musiknya. Berisikan 8 lagu dengan banyak spektrum musik, namun dibalut dengan warna musik Drum And Bass adalah sebuah tantangan. Lagu paling mencolok di album ini adalah Anti Hero, dimana Muztang menggabungkan 3 rapper yaitu Yacko , Tuantigabelas, dan DamnGood. Lagu ini berhasil memasukaan nama Muztang ke industri yang lebih besar di Indonesia, yaitu industri Hip-Hop.
2017-18: JRSCK
JRSCK adalah duo electronic antara Muztang dan OSGD (Opi Noviar). Duo berbasis Hip-Hop dan Pop ini bisa dibilang cukup berhasil. Dengan menelurkan beberapa single yang berhasil masuk chart dan masuk ke banyak playlist favorit. Rilisan debut dengan Ramengvrl, Yarra Rai, Avia Athalia, MatterMos, Tuantigabelas, Kay Oscar.
Duo ini dibentuk untuk mengembangkan kemampuan produksi dari Muztang dan OSGD, dengan scope yang lebih luas, mereka berharap untuk mendapatkan ilmu pembelajaran yang lebih besar.
Namun sayang, Duo ini hanya bertahan sampai tahun 2019 saja dengan single terakhir bareng MatterMos dan Avia Athalia.
2018-19: Mandala Album
Muztang tidak pernah memberi batasan sampai dimana dia membawa musik electronic-nya untuk berkembang, hingga sekarang dia membawa unsur suara Moog hingga suara analog ke dalam album barunya.
Satu remix nya yang berjudul Sakaratul dan satu bootleg Kala Cinta menggoda telah menjadikannya salah satu talenta drum and bass dari Indonesia yang patut diperhatikan.
Setelah penantian panjang selama 2 tahun dari album terakhirnya "Self Titled", Muztang (Gde Angga Raditya) melakukan penggalian yang cukup dalam untuk materi album berikutnya. Dan akhirnya dia mengeluarkan single pertama yang mengejutkan dengan sentuhan minimal dan suara chord moog yang indah berjudul Thinking Bout You dengan menggandeng salah satu vocalist sensasional Indonesia lainnya yaitu Sailor Money.
Lalu dilanjutkan dengan rilisan single kedua yang berjudul Run, lagu fenomenal yang berkolaborasi dengan tuantigabelas mendapat perhatian yang luar biasa dari publik umum. Bahkan sampai sekarang, lagu ini masih selalu berhasil di dance floor juga di panggung besar.
Album kedua Muztang berjudul 'Mandala' ini adalah sebuah rilisan penting untuk meningkatkan kredibilitas, visi, dan tekhnik penggarapan produksi. Hasil dari hibernasi berbulan-bulan di dalam ruangan bawah tanah, mempelajari instrument analog, mengasah ketukan khas, dan keterampilan dalam mengasah sebuah lagu. Mandala mengesahkan muztang sebagai salah satu yang paling menarik, inovatif, dan unik dalam dunia elektronik.
Perhatian untuk album ini sudah mulai tercium di pertengahan tahun, saat dia merilis lagu minimal drum and bass untuk Dexfa's Wild Side. Lalu dilanjutkan dengan teaser berikutnya dengan nuansa minimal-soft-guitar-ish yaitu Thinking Bout You featuring Sailor Money. Di saat rilis lagu ini, muztang sudah mulai memperkenalkan konsep atau campaign-nya tentang "Speed Soul Music".
"Its a soul music, but i add more speed on it"
KIRI
6 tahun, 2 full album, 2 EP, dan 30 lebih single dan remixes, muztang baru saja merangkul semua aspek secara simbolik atau pun metafisik yang bisa dimasukkan ke dalam genre drum and bass, bahkan ada satu track dengan genre Psychedelic Trance di dalam albumnya. Dengan background keluarga yang pelaku Psychedelic Movement, muztang merilis Mandala sebagai suatu sudut pandang lingkaran atau looping secara manusiawi.
Mandala
Sebuah looping atau lingkaran yang akan membuat anda kembali ke titik awal adalah sebuah proses. Sebuah proses yang akan membuat banyak orang untuk menghargai setiap nuansa atau setiap detil yang diperlukan untuk membuat Album Mandala ini menjadi sangat bergengsi. Setiap suara yang keluar, setiap orchestral yang ber-tension, setiap chord jazz dan setiap techno-cosmic yang dikeluarkan merupakan sebuah titik provokatif untuk dikoneksikan satu sama lain.
Canvasnya adalah drum and bass, tapi dalam kerangkanya sendiri jauh lebih dari itu. Dari kegelapan lagu Mandala (Feat. Danu DS) dan Kiri hingga ke Speed Soul Music seperti Thinking Bout You dan Endless Rain, hingga yang high paced seperti Run dan Iringi Ku Berjalan (feat. Agrikulture).
2019-2020: Javabass & Paranoia Icon Hard Rock FM
2019 di tandai dengan bergabungnya Muztang ke label Javabass Recordings, sebuah label drum and bass yang sudah berdiri dari tahun 1999. Dengan rilisan debutnya Engine, Muztang sangat berusaha untuk memperkenalkan musik drum and bass kepada khalayak yang lebih luas.
Di tahun ini juga Muztang menjadi Paranoia Icon Hard Rock FM. sebuah platform radio, yang memfokuskan diri mereka di bidang electronic musik.
2020-present...
Perkembangan Muztang di tahun ini adalah masuknya Muztang sebagai sebuah identitas di wilayah Entertaint. Menjadi Icon dari Hard Rock FM, dan juga bergabung dengan Westwew Music membuat Muztang menjadi figur yang sekarang kita lihat. Namun tidak pernah melupakan root dari Drum and Bass dan juga #speedsoulmusicnya
Thousand Miles featuring Manutized merupakan penanda perubahan dan kefokusan Muztang di wilayah #speedsoulmusicnya.
Diskografi
Singel/EP
- Silence To Warm EP (2012)
- The Motion (Invert Recordings/2013)
- Urban Jungle (Invert Recordings/2014)
- East Duppy Feat. DTX (Invert Recordings/2015)
- The Motion VIP (Invert Recordings/2015)
- Thinking Bout You Feat. Sailormoney (Uprising/2018)
- Run Feat. Tuantigabelas (Uprising/2018)
- Engine (Javabass Recordings/2019)
- Run 'Remixes' (Javabass Recordings/2019)
- Kick It Feat. Tuantigabelas, Indra Gandhi, Buana Tara (Westwew Music 2020)
- Thousand Miles Feat. Manutized (Westwew Music/2021)
- Thousand Miles Feat. Manutized (Daylight Version) (Westwew Music/2022)
- No Alibi Feat. Tatahir (Javabass Recordings/2022)
Album studio
- Monomyth (2016)
- Mandala (2018)
Remixes
- CVX - Metro (2013)
- Mr. Dymz - Liz'En (2014)
- Christabel Annora - If These Walls Could Talk (2014)
- HMGNC - Today and Forever (2015)
- Mardial Ft. Joe Millions - Sakaratul (2016)
- Dexfa Ft. Mr Headbox - Wild Side (2019)
- Tuantigabelas - On My Mind (2019)
- Baila Fauri - Eye 2 Eye (2020)
- Random - Sanity (2020)
- Sonjah Ft. Sabrina - Me Against The World (2020)
- Batavia Collective Ft. Kamga - Affirmation (2022)
Kompilasi
- Star Crush (NoBS Compilation/2017)
- Uprising Compilation (Uprising 2016)
Referensi
- Dusk, Chat at (2018-03-06). "#ObrolanSantai w/ Gde Angga Raditya". Chat at Dusk (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-11-16.
- "Indonesia Local Heroes..." kumparan. Diakses tanggal 2021-11-16.
- Sarana, PT Balarusa Mitra (2022-07-27). "Berawal dari Ngeband, Muztang Akhirnya Fokus ke Musik Elektronik". POP HARI INI (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-09-08.
