Nia Lavenia
Nia Lavenia atau dikenal juga sebagai Nia Lovenia dan Lavenia (lahir 11 November 1972 ) merupakan seorang penyanyi dan aktris berkebangsaan Indonesia yang aktif sejak dekade 80an hingga awal 2000an.
| Nia Lavenia | |
|---|---|
| Lahir | 11 November 1972 Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia |
| Nama lain | Lavenia, Nia Lovenia |
| Pekerjaan | penyanyi, model, aktris, presenter |
| Kerabat | Nicky Tirta (adik) |
| Karier musik | |
| Genre | pop, dangdut, disko dangdut, pop anak, pop Mandarin, gospel |
| Tahun aktif | 1985 - 2000 |
| Mantan anggota | 4 Cewek Canggih |
Karier
Karier akting
Perannya yang cukup dikenal adalah sebagai Frida, salah satu teman Lola yang diperankan Desy Ratnasari dalam film Blok M. Sebelumnya ia telah memperoleh peran-peran kecil di beberapa judul film lainnya.
Karier menyanyi
Di samping berakting, sulung dari 7 bersaudara ini lebih produktif sebagai penyanyi dalam berbagai genre. Karier menyanyinya sudah dimulai sejak usia kanak-kanak dengan nama panggung Nia Lovenia. Ia mulai menggunakan nama panggung Lavenia sejak merilis album Cinta Lahir Batin pada tahun 1993.
Selain sebagai solois, Nia juga pernah membentuk grup 4 Cewek Canggih bersama Cucu Cahyati, Tia Monica, dan Hena yang menelurkan album Ai Ini Milik You pada tahun 1995. Grup ini beraliran disko dangdut yang kala itu memang sedang digandrungi.[1]
Diskografi [2]
Album studio
- Break Duth (1985)
- Si Kura-kura (1986)
- Lagu Anak-anak (1987)
- Tante Dolly (1988)
- Darah Yesus (1988)
- Cinta Lahir Batin (1993)
- Cinta Tong Kosong (1993)
- Impian Menjadi Nyata (1993)
- Mustika (1996)
- Cinta (1997)
- Cinta Tiada Akhir (1998)
- Bunga-bunga Cinta (1998)
- Jelaskan Padaku (2000)
Album kompilasi
- Melody Memory (1994)
Filmografi
Sinetron
Program TV
- Khas Musik (TPI, 199?)
Prestasi
- Juara I Putri Matahari 1990
- Semifinalis Gadis Sampul 1991
Referensi
- Nia Lavenia di indolawas.blogspot.com, diakses 22 Februari 2020
- Diskografi Lavenia di akun instagram @asevw, diakses 22 Februari 2020
- Nia Lavenia, Sedini Mungkin, dari akun IG @wahyu_amrullah, diakses 22 Februari 2020