Pāramitā
Pāramitā (Sanskerta, Pali) atau pāramī (Pāli) adalah "kesempurnaan". Secara teknis, pāramī dan pāramitā keduanya merupakan istilah Pāli, literatur Pali memberikan referensi jauh lebih besar terhadap pāramī. Bhikkhu Bodhi (2005) menyatakan:
Kata Parami berasal dari Parama, 'tertinggi', dan dengan demikian menunjukkan keunggulan kualitas yang harus dipenuhi oleh seorang bodhisattva dalam perjalanan panjang perkembangan spiritualnya. Namun, kata serumpun, Paramita, kata yang disukai oleh teks-teks Mahayana dan juga digunakan oleh penulis Pali, kadang-kadang dijelaskan sebagai param + ita, 'melampaui', dengan demikian menunjukkan arah transendental kualitas ini." (Konvensi penulisan Velthuis diganti dengan diakritik Pāli.) Dalam Buddhisme, paramita mengacu pada kesempurnaan atau puncak dari kebajikan tertentu. Dalam Buddhisme, kebajikan-kebajikan ini dilatih sebagai suatu cara pemurnian, memurnikan karma, dan membantu aspiran untuk menjalani kehidupan tanpa halangan, dalam perjalanan mencapai tujuan pencerahan. Paramita-paramita ini terbagi atas tiga, yakni Parami, Upa Parami, dan Paramattha Parami.[1]
| Bagian dari seri tentang |
| Agama Buddha |
|---|
![]() |
| Sejarah |
| Garis waktu • Konsili-konsili Buddhis |
| Konsep |
| Tiga Mestika (Buddha, Dhamma, Sangha) • Empat Kebenaran Mulia • Jalan Utama Berunsur Delapan • Pancasila • Tuhan • Nirwana • Jalan Tengah |
| Ajaran inti |
| Tiga Corak Umum • Samsara • Tumimbal lahir • Sunyata • Hukum Sebab Musabab • Karma |
| Tokoh penting |
| Siddharta Gautama • Sepuluh siswa utama • Keluarga Buddha Gautama |
| Tingkatan pencerahan |
| Buddha • Bodhisatwa • Arhat • Empat Tingkat Pencerahan • Meditasi |
| Wilayah |
| Asia Tenggara • Asia Timur • Tibet • India dan Asia Tengah • Indonesia • Barat |
| Sekte |
| Theravada • Mahayana • Wajrayana • Sarwastiwada • Mulasarwastiwada |
| Kitab Suci |
| Sutta • Vinaya • Abhidhamma |
|
|


