Pacu baluik
Pacu baluik (arti: 'balapan belut') adalah satu jenis balapan tradisional khas suku Minangkabau berasal dari Sumatra Barat yang biasanya menggunakan belut. Sejak 2010, pacu baluik diakui secara resmi oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda khas Indonesia yang berasal dari Sumatra Barat.[1]
| Pacu baluik | |
|---|---|
| Jenis | balapan tradisional (menggunakan hewan) |
| Budaya awal | Minangkabau |
Sejarah

Sejarah pacu baluik diduga tercipta secara tidak sengaja ketika masyarakat Minangkabau hendak menyiapkan lahan persawahan yang berlumpur untuk kegiatan silek lanyah yang merupakan salah satu jenis bela diri khas Minangkabau yang biasa dilakukan di areal sawah yang berlumpur. Konon, alih-alih lahan disiapkan untuk bersilek lanyah, masyarakat Minang malah beramai-ramai berebutan belut yang kala itu ada cukup banyak di sawah. Sejak saat itu, kegiatan ini terus berkembang dan banyak diminati masyarakat dan kini telah menjadi salah satu ajang perlombaan tradisional khas dalam budaya Minangkabau di Sumatra Barat.
Tata cara
Berikut merupakan langkah-langkah atau tahapan tata cara dalam pacu baluik:
- Belut yang telah dikumpulkan dalam jumlah banyak diletakkan di dalam baskom atau panci yang berisi lumpur serta akan dibawa berlari oleh salah seorang pemain
- Peserta yang lain akan berlari mengejar serta secara berebutan seluruh pemain akan berusaha menangkap belut-belut tersebut
- Siapa yang berhasil menangkap paling banyak, maka dialah yang akan keluar sebagai pemenang
Secara sosial, pertandingan ini berfungsi sebagai media untuk memperkuat sosialisasi, interaksi antara para pemain khususnya, sekaligus antara warga masyarakat.
Lihat pula
- Mamajir — balapan tradisional khas suku Kangean di pulau Kangean, Kepulauan Kangean
- Pacu jawi — balapan tradisional khas suku Minangkabau di Tanah Datar, Sumatra Barat
- Karapan sapi — balapan tradisional khas suku Madura di pulau Madura
- Pacu itiak — balapan tradisional khas suku Minangkabau di Payakumbuh, Sumatra Barat
- Maen jaran — balapan tradisional khas suku Sumbawa di pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
- Pacoa jara — balapan tradisional suku Bima di pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
Referensi
- "Pacu baluik", Cultural Heritage, Ministry of Education and Culture of Indonesia, 2010