Pengendalian mutu pangan

</ref>Suryatman,Tina Hernawati et al. 2020. Pengendalian Kualitas Produksi Roma Sandwich Menggunakan Metode Statistik Quality Control (SQC) Dalam Upaya Menurunkan Reject di bagaian Packing. Jurnal Industrial Manufacturing 5(1). 2580-3794 </ref> </ref>Johan,evan & Kodrat,David sukardi. 2019. Faktor-Faktor Pembentuk Quality Control Kesegaran Daging Pada Perusahaan Akuna. Jurnal Manajemen Dan Start-Up Bisnis 4(3). 416-424 </ref> </ref> SpendEdge. 2018. Quality Control in the food industry. Diakses pada tanggal 2 juni 2021 pada laman https://www.spendedge.com/blogs/quality-control-food-industry </ref> Natasya Sefty Alviana

194102050

keamanan pangan (A)

Pengendalian mutu pangan atau quality control food  merupakan suatu usaha atau cara yang dilakukan untuk mencapai suatu kualitas produk yang terstandar yang bertujuan untuk mendapatkan produk akhir yang berkualitas, karena makanan merupakan kebutuhan basic setiap orang dan manusia cenderung memilih makanan yang berkualitas dan aman guna memenuhi gizi mereka. sehingga jika pangan dilakukan dengan proses pengontrolan dapat memenuhi kepuasan konsumen, quality control dapat memilah dan memilihi Penyimpangan produk atau produk cacat karena sangat sering menjadi masalah bagi banyak industri, terutama industri pengolahan pangan.

kategori

kemampuan sebuah produk untuk menunjukan fungsinya termasuk daya tahan keseluruhan produk , keandalan, ketepatan, kemudahan operasi dan perbaikan, dan attribute lainnya yang bernilai dapat dikatakan produk makanan itu berkualitas .Kualitas makanan merupakan peranan penting dalam pemutusan pembelian konsumen, sehingga dapat diketahui bila kualitas makanan meningkat, maka keputusan pembelian akan meningkat juga (Margareta dan Edwin, 2012)

Menurut (Essinger dan Wylie,2003), pembagian produk khususnya masakan atau makanan dalam beberapa kategori yaitu:

1. Kualitas Rasa Kualitas rasa yang dijaga dengan baik sesuai cita rasa yang diinginkan oleh konsumen.

2. Kuantitas atau porsi Kuantitas atau porsi sesuai dengan keinginan konsumen.

3. Variasi menu dan jenis makanan yang ditawarkan variasi menu masakan yang disajikan dari bermacam macam jenis masakan dan variasi jenis masakan yang beraneka ragam

4. Higienitas atau kebersihan makanan yang disediakan selalu dijaga

5. Inovasi Inovasi masakan baru yang ditawarkan membuat konsumen tidak bosan dengan produk yang monoton sehingga konsumen memiliki banyak pilihan.


Alat dasar quality control

1.     Spesifikasi bahan

Kualitas akhir dari produk makanan tergantun dari kualitas bahan baku. Spesifikasi data yang harus ada pada bahan yaitu nama bahan, internal kode, tanggal kedaluwarsa.

2.     Daftar pemasok yang disetujui atau telah terdaftar BPOM

Informasi harus simple tetapi informatif, setiap bahan harus terdaftar dalam data kemanan pangan (BPOM).

3.     Formula produk

Formala atau resep produk sangat penting dan digunakan sesuai takaran yag konsisten.

4.     Standar produk

Kunci dari standar produksi melihat fisik, kimia yang terkandung, serta microbiological karakter. Selain itu aroma, rasa dan teksutr bisa menjadi produk standar. Kriteria bahan kimia tambahan seperti garam, sodium, kolesterol digunakan untuk mendefinisikan produk makanan secara kimia dan biasanya disajikan dalam bentuk label nutrition facts.

5.     Prosedur manufaktur

Kunci dari prosedur manufaktur yaitu harus fokus terhadap hal yang akan berdampak pada hasil , kualitas dan efisiensi produksi dengan memberikan tata cara proses penggunaan mesin atau alat agar hasil yang didapatkan maksimal dan berkualitas. Beberapa kunci point penting yang harus dipertimbangkan saat pengoperasian yaitu waktu, suhu, alat, dan ukuran

6.     Identifikasi titik kontrol kritis

Dengan mendasarkan jenis pengukuran dalam proses yang digunakan saat beroperasi atau memproduksi. Langkah ini melihat dan mengotrol perbedaan kecil, perubahan atau kesalahan yang dapat menyebabkan hasil produk berbahaya untuk Kesehatan. Pelabelan dilakukan saat identifikasi titik control kritis contohnya berat bersih suatu produk dan tabel nutrisi pada produk makanan

7.     Spesifikasi label

Quality control harus termasuk pada pengemasan dan pelabelan, karena hal yang pertama dilihat pembeli adalah kemasan dan label. Hal yang harus dipertimbangkan saat memilih kemasan yaitu bahan yang digunakan harus FDA atau USDA atau material yang telah terdaftar aman, bentuk, kekuatan sesuai kebutuhan misalkan untuk frozen food atau microwaving, kekuatan penyegelan juga harus diperhatikan agar makanan yang akan berjual tetap aman terbebas dari kontaminasi. kemampuan untuk membatasi yang memungkinkan adanya aliran udara, kelembaban atau cahaya, permeabilitas, ketebalan, fleksibilitas dan ketahanan suhu adalah kriteria yang harus diperhatikan juga . design produk dan label format kelegalan produk sesuai izin yang berlaku

8.     Kebutuhan good manufturing practices (GMP)

Aturan yang mengatur tentang kebersihan dan sanitasi.  Seperti larangan memasuki area produksi untuk orang yang sakit untuk mencegah adanya kontaminasi terhadap makanan, mencuci tangan dan menggunakan alat pelindung saat memasuki area produksi. program pembersihan dan sanitasi mencegah penumpukan kotoran dan sisa sisa produksi, memelihara peralatan dalam kondisi baik, mencegah pertumbuhan dan kontaminasi dari mikroorganisme dan mencegah masuknya insecta dan hama lainnya.

9.     Program pergudangan, pengiriman dan penerimaan

Sebelum melakukan pengiriman, pastikan terlebih dahulu tempat penyimpanan bersih, periksa kondisi kuris, ukur suhu, catat dan pisahkan jika ada barang yang rusak, untuk makanan beku suhu merupakan hal penting yang harus diperhatikan, pastikan tidak ada kontaminasi,

10.  Analisis labolatorium

Dilakukan setelah produk diproduksi, ambil sampel secara random dari setiap barang lalu analisis.menyusun metode analisis dilakukan di laboratorium dengan ahlinya memeriksa micro-biological, bahan kimia, dan kondisi fisik . diterbitkan oleh asosiasi ahli kimia analitik resmi.

metode analisis makanan di laboratorium

1.     Standard plate count

yaitu metode yang digunakan untuk menghitung jumlah microbiological bakteri yang terkontaminasi pada produk.  Standard plate count meneliti pencacahan aerob, organisme mesofilik yang tumbuh di kondisi aerobik di bawah suhu sedang dari 20-45 °C. Jumlah ini mencakup semua patogen dan nonpatogen dan digunakan untuk menentukan status higienis makanan yang diproduksi.

2.     Yeast and mold count

yaitu metode yang digunakan untuk menghitung jumlah jamur dan ragi pada makanan

3.     menentukan pH makanan dengan bahan kimia , apakah bersifat asam, netral atau basa

4.     menentukan tingkat kelembaban dengan indicator kandungan air pada makanan

5.     lemak, menentukan total lemak yang terkandung di dalam makanan

This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.