Pulau Lae-Lae

Pulau Lae-Lae adalah salah satu pulau yang berada di gugusan Kepulauan Spermonde dan secara administratif masuk pada wilayah Kelurahan Lae-Lae, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia.[1] Dalam sejarahnya, Pulau Lae-Lae merupakan pulau peninggalan Jepang. Pulau dengan luas 6,5 ha berpasir putih ini dihuni oleh 400 keluarga atau sekitar 2.000 jiwa. Jarak pulau ini dari Makassar sekitar 1,5 km. Kita dapat berkunjung melalui Dermaga Kayu Bangkoa di jalan Pasar Ikan No. 28 atau dermaga yang terletak di depan Fort Rotterdam dengan menggunakan speedboat/jonson dengan waktu kurang dari 15 menit. Di pulau Lae-Lae terdapat pula situs sejarah peninggalan perang, yaitu sebuah terowongan bawah tanah, yang konon katanya terhubung dengan benteng kota Makassar/Fordrotherdam. Namun sangat disayangkan karena tidak adanya perhatian oleh dinas terkait dan penduduk setempat maka jalan masuk terowongan tersebut telah tertimbun oleh sampah rumah tangga. Pada 1997, Pulau Lae-Lae pernah hendak dijual Pemerintah Kota Makassar ke investor. Rencana itu batal karena penduduk setempat menolaknya.

Lae-Lae
NegaraIndonesia
Gugus kepulauanSpermonde
ProvinsiSulawesi Selatan
KotaMakassar
Luas6,5 ha

Referensi

  1. Abdul Haris Farid, Suhardjono, dan Dwi Wulan Titik Andari. Laporan Penelitian: Penguasaan dan Pemilikan atas Tanah Pulau-Pulau Kecil di Propinsi Sulawesi Selatan. Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakarta, 2013. Hlm. 1–53.
This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.