Jari-jari

Dalam geometri, jari-jari atau radius (berasal dari bahasa Latin, yang artinya sinar[1]) sebuah lingkaran adalah garis yang menghubungkan titik pusat lingkaran dengan satu titik pada keliling lingkaran.[2] Dalam bangunan berdimensi-3, jari-jari menghubungkan titik pusat bola dengan satu titik pada permukaan bola.[2]

Radius, pada ilmu Anatomi, merujuk pada nama lain tulang pengumpil.
Keliling lingkaran (), diameter (), jari-jari (), dan titik pusat (), masing-masing warna hitam, biru, merah, dan hijau.

Radius sebuah lingkaran besarnya setengah diameter lingkaran tersebut, dan dirumuskan sebagai

,

dimana dan masing-masing melambangkan jari-jari atau radius dan diameter.

Jari-jari juga dapat kita cari melalui rumus-rumus yang berkaitan dengannya. Sebagai contoh, keliling lingkaran sama dengan dua dikali jari-jari dan dikali dengan konstanta atau tetapan Archimedes.

.

Kita dapat mengonversi rumusnya menjadi pencarian jari-jari pada rumus keliilng lingkaran.

.

Jari-jari dalam dimensi lain

Dimensi 2

Jari-jari dalam dimensi 2 dapat kita telusuri melalui luas lingkaran, yang dirumuskan sebagai

[3]

dimana adalah luas lingkaran dan adalah jari-jari lingkaran. Untuk mencari jari-jari, cukup membagi kedua ruas dengan dan mengakarkuadratkan kedua ruas sehingga memperoleh

.

Dimensi 3

Pada kasus dimensi 3, kita cukup menggunakan rumus volume bola sebagai pencarian terhadap jari-jari.

.

Referensi

  1. "Glosbe, Kamus Latin - Indonesia, Radius".
  2. "Apa itu radius. Radius". warfields.ru.
  3. Salamah, Umi (2015). Berlogika dengan Matematika untuk Kelas VIII SMP dan MTs. hlm. 130. ISBN 978-979-018-700-9.


This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.