Raja Hongaria

Raja Hongaria (bahasa Hongaria: magyar király) adalah kepala negara Kerajaan Hongaria sejak 1000 (atau 1001) sampai 1918. Gelar "Raja Apostolik" dikukuhkan oleh Paus Klemens XIII pada 1758, untuk seterusnya digunakan sebagai gelar kebesaran raja-raja Hongaria.[1] Oleh karena itu, sesudah 1758 raja-raja Hongaria bergelar "Raja Apostolik Hongaria" (bahasa Hongaria: apostoli magyar király).

Raja Apostolik Hongaria
Lambang Kebesaran Kerajaan
Raja Károly IV
Perincian
Sapaan resmiSri Baginda Apostolik
Penguasa pertamaIstván I
Penguasa terakhirKároly IV
Pembentukan25 Desember 1000
Penghapusan16 November 1918
KediamanPuri Buda
PenunjukTurun-temurun
PenuntutKarl von Habsburg

Penetapan gelar

Sebelum 1000 M, Hongaria belum diakui sebagai sebuah kerajaan, dan penguasa Hongaria masih bergelar Pangeran Agung (bahasa Hongaria: nagyfejedelem). Raja Hongaria pertama, István I, dimahkotai pada 25 Desember 1000 (atau 1 Januari 1001) dengan mahkota yang dikirimkan kepadanya oleh Paus Silvester II atas persetujuan Kaisar Romawi Suci, Otto III.

Semenjak penobatan Raja István I, para kepala monarki Hongaria menggunakan gelar "Raja". Meskipun demikian, tidak semua penguasa Hongaria adalah raja. Sebagai contoh, István Bocskai dan Ferenc Rákóczi dipermaklumkan sebagai penguasa Hongaria dengan gelar "Pangeran" (bahasa Hongaria: fejedelem), dan ada pula tiga penguasa berpangkat Wali Negeri Hongaria yang kadang-kadang digelari "Wali Raja" (bahasa Hongaria: kormányzó), yakni János Hunyadi, Lajos Kossuth,[2] dan Miklós Horthy.

Sejak abad ke-13, langkah-langkah tertentu ditetapkan guna memastikan kesahihan jabatan seorang Raja Hongaria. Tidak seorang pun dibenarkan menjadi Raja Hongaria yang sah tanpa memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

Syarat-syarat ini ditetapkan untuk melindungi integritas Kerajaan Hongaria sedemikian rupa sehingga tindakan seperti mencuri Mahkota Suci Hongaria tidak akan cukup untuk membuat pelakunya menjadi Raja Hongaria yang sah. Syarat pertama (dimahkotai oleh Uskup Agung Esztergom) ditetapkan oleh Raja Béla III. Béla dimahkotai oleh Uskup Agung Kalocsa atas izin khusus dari Paus Aleksander III. Sesudah dinobatkan, ia memaklumkan bahwa tindakan pemahkotaan itu tidak melanggar kewenangan Uskup Agung Esztergom menurut adat-istiadat Hongaria untuk memahkotai raja-raja. Pada 1211, Paus Inosensius III menolak mengesahkan kesepakatan antara Uskup Agung János dari Esztergom dan Uskup Agung Berthold dari Kalocsa untuk memindahkan kewenangan itu, dan memaklumkan bahwa hanya Uskup Agung Esztergom yang berwenang memahkotai Raja Hongaria.

Raja Hongaria, Károly I, dimahkotai pada bulan Mei 1301 dengan sebuah mahkota lain yang digunakan untuk sementara waktu demi kelancaran upacara penobatan di Esztergom oleh Uskup Agung Esztergom. Karena penobatan itu dianggap kurang sah, Károly pun dinobatkan kembali pada bulan Juni 1309. Penobatan kali kedua ini dilaksanakan di kota Buda, oleh Uskup Agung Esztergom, namun tidak menggunakan Mahkota Suci Hongaria sehingga sekali lagi dinilai kurang sah. Károly akhirnya dimahkotai untuk ketiga kalinya pada 1310, di kota Székesfehérvár, dengan Mahkota Suci Hongaria, oleh Uskup Agung Esztergom, dan diakui kesahihannya.

Di lain pihak, pada 1439, permaisuri mendiang Raja Albert II, Erzsébet dari Luksemburg, menyuruh seorang biti-biti mencuri Mahkota Suci Hongaria dari Istana Visegrád, untuk kemudian digunakan dalam upacara penobatan putranya yang baru lahir, László Si Yatim, yang dilaksanakan secara sah di Székesfehérvár oleh Uskup Agung Esztergom.

Kesulitan yang sama dialami pula oleh Mátyás Corvin. Ia terpaksa melakukan perundingan untuk mendapatkan kembali Mahkota Suci Hongaria yang kala itu berada di tangan Kaisar Romawi Suci, Friedrich III. Ia baru dapat dinobatkan menjadi Raja Hongaria yang sah setelah menerima kembali mahkota itu.

Pewarisan takhta

Sebagaimana yang lazim terjadi dalam monarki-monarki tradisional, tampuk pemerintahan Kerajaan Hongaria diturunkan kepada ahli waris laki-laki dari raja sebelumnya. Menurut adat-istiadat Hongaria, takhta diwariskan terlebih dahulu kepada adik-adik lelaki sebelum akhirnya diturunkan kepada putra raja yang bersangkutan. Adat ini sering kali menimbulkan pertikaian antarkerabat istana. Pendiri wangsa penguasa pertama di Hongaria adalah Árpád, yang memimpin rakyatnya berpindah ke Ngarai Karpatia pada 895. Anak cucunya, yang memerintah lebih dari 400 tahun lamanya, mencakup pula tokoh-tokoh besar seperti István I, László I, András II, dan Béla IV. Pada 1301, ahli waris terakhir dari wangsa Árpád wafat, dan Károly I naik takhta atas nama ibu dari ayahnya, Mária, putri Raja István V. Kemangkatan Mária, cucu Raja Károly I, pada 1395, membuat garis lurus ahli waris takhta sekali lagi terputus. Suami mendiang, Zsigmond, melanjutkan pemerintahan setelah dipilih oleh kaum bangsawan atas nama Mahkota Suci Hongaria.

Di kemudian hari, Mátyás Corvin dipilih oleh kaum bangsawan menjadi kepala monarki Hongaria pertama dari keluarga bangsawan yang tidak memiliki hak waris atas takhta. Hal serupa dialami pula oleh János Zápolya, yang terpilih pada 1526, setelah Raja Lajos II gugur dalam pertempuran di Mohács.

Sepeninggal János Zápolya, tampuk pemerintahan beralih ke wangsa Habsburg yang memerintah Hongaria dari Austria selama hampir 400 tahun sampai pada 1918.

Gelar-gelar lain dari Raja Hongaria

Dari abad ke abad, raja-raja Hongaria mendapatkan atau mengklaim kekuasaan atas beberapa negeri di sekitarnya, sehingga mereka pun mulai menggunakan gelar-gelar kerajaan dari negeri-negeri itu. Gelar lengkap yang digunakan oleh raja-raja Hongaria terakhir adalah: "Atas Berkat Rahmat Allah, Raja Apostolik Hongaria, Dalmasia, Kroasia, Slavonia, Rama, Serbia, Galisia, Lodomeria, Kumania, dan Bulgaria, Pangeran Agung Transilvania, Bupati Székely".

Gelar "Raja Apostolik" dikukuhkan oleh Paus Klemens XIII pada 1758, dan untuk seterusnya disandang sebagai gelar kebesaran raja-raja Hongaria.

Gelar "Raja Slavonia" mengacu pada wilayah antara Sungai Drava dan Sungai Sava. Gelar ini pertama kali disandang oleh Raja László I.

Gelar "Raja Kroasia" pertama kali disandang oleh Raja László I pada 1091.

Gelar "Raja Dalmasia" pertama kali disandang oleh Raja Kálmán pada 1105.

Gelar "Raja Rama" mengacu pada klaim Hongaria atas Bosnia, dan pertama kali disandang oleh Raja Béla II pada 1136.

Gelar "Raja Serbia" pertama kali disandang oleh Raja Imre.

Gelar "Raja Galisia" mengacu pada negeri Halyč, jajahan Hongaria, dan pertama kali disandang oleh Raja András II pada 1205.

Gelar "Raja Lodomeria" mengacu pada negeri Volinia, jajahan Hongaria, dan pertama kali disandang oleh Raja András II pada 1205.

Gelar "Raja Kumania" mengacu pada Walakia dan Moldavia, negeri-negeri jajahan Hongaria yang kala itu didiami oleh orang Kuman. Gelar ini pertama kali disandang oleh Raja Béla IV pada 1233.

Gelar "Raja Bulgaria" pertama kali disandang oleh Raja István V.

Gelar "Pangeran Agung Transilvania" berasal dari gelar "Pangeran Transilvania" yang pertama kali disandang oleh Raja Lipót I. Mula-mula Transilvania adalah sebuah provinsi yang dipimpin oleh seorang Voivoda dalam lingkup wilayah Kerajaan Hongaria, tetapi sesudah 1526 menjadi sebuah kepangeranan semimerdeka yang tunduk kepada Imperium Utsmaniyah dan kemudian kepada Imperium Habsburg. Pada 1696, setelah menggulingkan Pangeran Mihály Apafi, Raja Lipót I mulai menyandang gelar "Pangeran Transilvania". Pada 1765, Gelar ini disesuaikan dengan status praja Transilvania yang ditingkatkan menjadi Kepangeranan Agung oleh Mária Terézia, Ratu Hongaria dan Bohemia, permaisuri Kaisar Romawi Suci.

Gelar "Bupati Székely" mula-mula adalah sebuah gelar kehormatan di Kerajaan Hongaria, namun kemudian disandang oleh para Pangeran Transilvania. Gelar ini dihidupkan kembali dan disandang oleh Ratu Mária Terézia atas permintaan masyarakat Székely.

Lama masa pemerintahan

Terlama

No.Nama[3]Masa PemerintahanLama
SejakSampaiHariTahun/Hari
1Ferenc József I2 Desember 184821 November 191624.82567 tahun, 355 hari
2Zsigmond31 Maret 13879 Desember 143718.51550 tahun, 253 hari
3Lipót I2 April 16575 Mei 170517.56448 tahun, 33 hari
4Ferenc1 Maret 17922 Maret 183515.70543 tahun, 1 hari
5Lajos I21 Juli 134210 September 138214.66140 tahun, 51 hari
6Mária Terézia20 Oktober 174029 November 178014.65040 tahun, 40 hari
7István I25 Desember 100015 Agustus 103813.74737 tahun, 233 hari
8Ferdinánd I17 Desember 152625 Juli 156413.73537 tahun, 221 hari
9Béla IV14 Oktober 12353 Mei 127012.62034 tahun, 201 hari
10Károly I17 November 130816 Juli 134212.29433 tahun, 241 hari

Tersingkat

No.NamaMasa PemerintahanLama
SejakSampaiHari
1Károly II31 Desember 138524 Februari 138655
2László III30 November 12047 Mei 1205158
3Ottó9 Oktober 1305Mei 1307ca. 599
4Albert18 Desember 143727 Oktober 1439678
5Károly IV21 November 191616 November 1918725
6Lipót II20 Februari 17901 Maret 1792740
7István VMei 12706 Agustus 1272ca. 814
8Béla I6 Desember 106011 September 10631.009
9Sámuel AbaSeptember 10415 Juli 1044ca. 1.029
10Géza I14 Maret 107425 April 10771.138

Lihat pula

Keterangan

  1. Frasa "Raja Hongaria" lazimnya hanya menggunakan huruf besar pada awal setiap kata jika digunakan sebagai gelar yang diikuti nama orang; akan tetapi dalam artikel ini, istilah-istilah seperti "Raja Hongaria" atau "Raja Junior" (dsb.) juga menggunakan huruf besar pada awal setiap kata, mengikuti tata cara penyusunan karya-karya tulis filsafat yang menggunakan huruf besar pada awal setiap kata yang mewakili suatu konsep, misalnya Kebenaran, Kedermawanan, dan Keindahan.
  2. Status Lajos Kossuth sebenarnya rancu karena pada masa jabatannya, belum ada keputusan mengenai bentuk pemerintahan negara Hongaria (republik atau monarki)
  3. Semua nama kepala monarki dalam daftar ini adalah nama-nama mereka dalam bahasa Hongaria tanpa memandang kebangsaan. Sebagai contoh, Karl I dari Austria menjadi Raja Károly IV.

Rujukan

  • Korai Magyar Történeti Lexikon (9–14. század), főszerkesztő: Kristó, Gyula, szerkesztők: Engel, Pál és Makk, Ferenc (Akadémiai Kiadó, Budapest, 1994).
  • Magyarország Történeti Kronológiája I-III. – A kezdetektől 1526-ig; 1526–1848, 1848–1944, főszerkesztő: Benda, Kálmán (Akadémiai Kiadó, Budapest, 1981, 1982, 1993).
  • Magyar Történelmi Fogalomtár I-II. – A-K; L-ZS, főszerkesztő: Bán, Péter (Gondolat, Budapest, 1989).

Pranala luar

This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.