Relief Colosseum
Relief Colosseum adalah novel bergenre sastra klasik yang ditulis oleh Mirna Aulia. Novel ini terdiri dari dua versi cetak, yaitu ukuran 13cmx19cm setebal 457 halaman yang diterbitkan oleh Nida Dwi Karya Publishing pada tahun 2013, dan ukuran A5 setebal 342 halaman yang diterbitkan oleh Lulu.com juga pada tahun yang sama.
| Penulis | |
|---|---|
| Mirna Aulia | |
| Informasi Buku | |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | Indonesia |
| Genre | Sastra, Fiksi Klasik |
| Halaman | 457 halaman (uk 13cm x 19cm) |
| 345 halaman (uk A5) | |
| Penerbit | Nida Dwi Karya Publishing |
| Lulu.com | |
| ISBN | 978-602-7950-46-7 |
| 978-130-4669-98-8 | |
| Tahun Terbit | 2013 |
| Relief Colosseum | |
Sinopsis
Sebuah kecelakaan pada saat menuruni Puncak Mahameru telah mempertemukan Arania Dewani (Nia), seorang Mahasiswi Arsitektur, dengan Adrian Aryakusuma (Ryan), seorang dokter muda yang menjadi ketua klub pecinta alam Garuda. Pertemuan itu tanpa disadari telah membekas dalam relung nurani keduanya. Jenny, sahabat dekat Nia, pada suatu ketika mengajaknya berlibur ke Puncak Bromo. Sementara Ben, adalah sahabat dekat Ryan. Ben menaruh hati kepada Jenny. Setelah mengetahui rencana Jenny untuk berlibur ke Bromo, ia memaksa Ryan untuk menemaninya ikut ke Bromo. Di puncak Bromo, ketika Nia hampir terpeleset di sebuah ceruk tebing, seseorang datang dan menyelamatkannya. Ternyata orang itu adalah Ryan. Melalui pertemuan yang tak disengaja itu, keduanya menjadi semakin dekat. Bersama-sama mereka melewatkan waktu di kawasan Bromo untuk menikmati berbagai upacara adat dan even-even budaya lokal. Ryan jadi semakin mengenal gadis itu. Namun, ada pertanyaan besar dalam diri Ryan yang belum terungkap, yaitu apakah benar apa yang ia duga selama ini, bahwa sebenarnya ketika gadis itu terpeleset di Puncak Bromo, itu bukanlah sebuah kecelakaan namun disengaja? Apa benar gadis itu berniat mengakhiri hidupnya? Mengapa ia selalu melihat kabut dan bayang-bayang duka di mata gadis itu? Apa yang sebenarnya disembunyikan oleh gadis itu dibalik ketenangan diri dan sikap dinginnya? Akankah puncak dingin Mahameru menjadi pelabuhan terakhir hati gadis itu? Atau, akankah kehangatan musim semi Kota Roma yang menjadi pelabuhan terakhir hati gadis itu?