SMP Negeri 281 Jakarta

SMP Negeri 281 Jakarta (nama lengkap: Sekolah Menengah Pertama Negeri 281 Jakarta) adalah Sekolah Menengah Pertama yang berada di Jalan Kerja Bhakti, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, DKI Jakarta . Sekolah ini berdiri sejak tahun 1995 dengan nama SMP Negeri Baru dengan kepala Sekolah bapak Drs. Aluih Yusandi hingga tahun 2000. Saat awal dibuka sekolah ini hanya menerima 5 kelas , hingga akhirnya berjumlah 18 rombongan belajar menginjak di tahun ke 4. Gedung sekolah merupakan "bekas" SMEAN 33 (sekolah ini pindah ke bambu Apus) , dan sempat ditempati oleh SMP PGRI dan akhirnya ditempati oleh SMPN 281 Jakarta sejak tahun 1995. Sehingga bangunan sekolah merupakan bangunan lama yang berdiri sejak tahun 1975. Akses jalan yang hanya setapak, menyebabkan pembangunan sekolah ini banyak mengalami kendala. Berkali - kali pengajuan rehat total tidak dapat dilaksanakan karena kondisi jalan yang tidak memungkikan untuk dilalui kendaraan roda 4 apalagi kendaraan berat.

SMP Negeri 281 Jakarta
Sekolah Menengah Pertama Negeri 281 Jakarta
Informasi
Didirikan1995
JenisNegeri di bawah Diknas
AkreditasiA (2009)
Nomor Statistik Sekolah201016405341
Nomor Pokok Sekolah Nasional20103568
Kepala SekolahAgus Mulyono ,M. Pd
Jumlah kelas5 Kelas (Gedung A) , 4 Kelas (Gedung B) , 6 Kelas (Gedung C)
Rentang kelasVII, VIII, IX
KurikulumKelas IX: Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kelas VII-VIII: Kurikulum 2013
StatusSekolah Reguler
NEM terendah8,567 (2013/2014, tahap 1 umum)[1]

7,517 (2013/2014, tahap 1 lokal)[2]

8,267 (2013/2014, tahap 2 umum)[3]
NEM tertinggi9,550 (2013/2014, tahap 1 umum)[1]

8,650 (2013/2014, tahap 1 lokal)[2]

8,267 (2013/2014, tahap 2 umum)[3]
Nilai masuk rata-rata8,792 (2013/2014, tahap 1 umum)[1]

7,909 (2013/2014, tahap 1 lokal)[2]

8,267 (2013/2014, tahap 2 umum)[3]
Alamat
LokasiJalan Kerja Bhakti, Kelurahan Kramat Jati , Kecamatan Kramat Jati , Kode Pos 13510 Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia
Tel./Faks.021-8091021
Surelsmpnegeri281@yahoo.co.id
Moto
Bersama Menjadi Favorit

Tahun 2002 , memperoleh bantuan Block Grand RKB untuk 2 kelas dan dibangunlah ruang LAb IPA dan ruang Guru. Pembangunan ini dilaksanakan pada masa Kepala Sekolah Drs. Samlawi , MM. kepala sekolah kedua.

Tahun 2004 , pimpinan sekolah dijabat oleh Drs. Sukarno. beliau menjabat selama 2 tahun karena setelahnya beliau purna tugas dan sebagai PLH dijabat oleh bapak Drs. Ike Darojatun , M.M. ( Kepala SMPN 20). Pada tahun 2007 inilah SMP N 281 mengalami rehab berat , yaitu mengganti atap dengan kerangka baja ringan yang dilaksanakan selama lebih kurang 4 bulan, dan KBM sementara dilaksanakan di SDN 22 , 24 dan 27 yang kebetulan berada tidak jauh dari SMPN 281.

Ditahun 2008 , Kepala sekolah definitif mulai menjabat yaitu ibu Dra. Pesta Maria Yanche Sinaga , beliau adalah Guru Prestasi Tingkat Nasional berasal dari SMP N 20 Jakarta. Di era beliau terjadi perubahan besar SMP N 281, antara lain :

  1. Berhasil memerger SDN 21 dan 22 Kramatjati , sehingga menambah luas SMPN 281 termasuk bertambah gedungnya menjadi 3 gedung, dan rombel dari 18 menjadi 24 rombel , namun karena kondisi gedung SD tidak layak maka KBM masih dilaksanakan 2 shif ( Pagi dan Siang)
  2. Mulai membangun kemitraan dengan Yayasan Jati Diri Bangsa , sebagai cikal bakal pengembangan pendidikan karakter di Indonesia dan hingga akhirnya dijadikan sebagai Pilot Project oleh pemerintah.
  3. Berhasil melobby TNI Angkatan Darat dalam hal ini Pusdikkes untuk memakai sebagian lahannya guna pembangunan jalan akses ke sekolah.
  4. Penyediaan berbagai fasilitas penunjang pembelajaran seperti : Lab Muti Media , Lab e-Learning , Perpustaakn Digital , Lab bahasa, Seperangkat Alat2 Band dan seperangkat alat Drum band.

Awal Januari 2009 , Kapala sekolah berganti ke bapak Drs. Bambang Supriyadi dari SMPN 92 . Pada kepemimpinan beliau pembangunan jalan dilanjutkan dan dapat digunakan tahun 2010. Pada tahun 2010 , kepala sekolah memperoleh anugerah sebagai pelopor Pendidikan Karakter dan Budaya Bangsa dari Presiden RI bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Setahun kemudian melalui program TMD , sekolah memperoleh bantuan dari Kodam jaya berupa renovasi ruang kepala sekolah , Wakasek dan TU ( kusen, pintu dan Jendela diganti dari kayu menjadi Alumunium) serta meninggikan sekaligus membuat lapangan gedung A yang awalnya selalu terendam banjir menjadi lapangan olah raga yang bagus. Pada saa itu rombel menjadi 27 kelas.

Februari 2013 , kepala sekolah berganti pimpinan baru yaitu bapak Drs. Sugiyanto , M.Si , beliau dari SMPN 103 . Di saat kepemimpinan beliau rombel menjadi 30 kelas dengan dua shiff yaitu pagi dan siang. Ada pengalihan ruang guru dari gedung A ke gedung B, namun Kepala Sekolah , wakil dan TU tetap di gedung A (bangunan lama). Di tahun yang sama berhasil memperoleh juara II Sekolah sehat tingkat Kota jakarta Timur. Untuk mengamankan aset sekolah dipasangkan CCTV yang tersebar dibeberapa titk strategis berjulah total 83 titik. Selain itu juga dilakukan pemasangan atap kantin sekolah , pemasangan kanopi untuk menghubungkan gedung A dan parkiran dan gedung B ke gedung C. Tahun 2014 mengajukan pembangunan gedung baru di lahan kosong belakang Gedung C, namun sampai beliau berpindah tugas gedung tersebut belum terealisasi , meskipun sudah memperoleh persetujuan dinas.

Tahun 2015 , pimpinan sekolah dijabat oleh bapak Endang Sudirman , S.Pd.,M.M. , beliau Rotasi Kepala sekolah dari SMPN 24. beberapa fasilitas dibangun seperti pembuatan panggung upacara dan fodium rapat diruang guru dan ruang pertemuan. Pada masa kepemimpinan beliu , pembangunan gedung baru (gedung D) dapat terlaksanakan. Pembangunan dilaksanakan dari bulan Agustus 2017 - Januari 2018. Terdiri dari 4 lantai yang di dalamnya ada berbagai ruang penunjang dan 15 ruang kelas. Gedung ini mulai dapat difungsikan maksimal sejak tahun pelajaran 2018 - 2019. Sehingga mulai saat itu SMPN 281 Jakarta seluruh kelas ( 30 kelas) melaksanakan KBM satu shiff dengan menempati 4 gedung ( A,B,C dan D).

Bulan Agustus 2019 sampai saat ini kepala sekolah dijabat oleh bapak Agus Mulyono , S.Pd., M.Pd.I . Beberapa fasilitas sekolah mulai dibuat , seperti taman , kolam ikan , Pembuatan Pos keamanan berikut gerbang baru, pemasangan CCTV di gedung baru dan lain - lainya.

Saat ini Luas sekolah tercatat 10.327 m dengan jumlah guru 49 orang , tenaga Tata Usaha dan caraka 16 orang.

Sekolah Menengah Pertama Negeri Dua Ratus Delapan Puluh Satu Jakarta memiliki kode sekolah 510, NPSN 20103568, NSSS 201016405341 dan NSP 20105510. ,[4]

Kurikulum

Mulai awal masuk sekolah Tahun Pelajaran 2017-2018, Kelas VII menggunakan Kurikulum 2013. Namun, Kelas VII dan IX masih menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Ekstrakurikuler

Fasilitas

Gedung A

  • 5 Ruang Kelas
  • Perpustakaan
  • Proyektor (InFocus) di setiap kelas
  • Kantin Sekolah
  • Laboratorium IPA
  • Laboratorium IPS
  • Laboratorium Multimedia
  • E-Learning
  • Ruang Kepala Sekolah
  • Ruang Wakil Kepala Sekolah
  • Ruang Tata Usaha
  • Ruang BP
  • Koperasi Sekolah
  • Musala
  • Ruang OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah)
  • Ruang Keterampilan (Tata Boga & Tata Busana)
  • Gudang
  • CCTV di setiap sisi dan kelas

Gedung B

  • 4 Ruang Kelas
  • Projector di setiap kelas
  • Ruang Guru
  • Laboratorium Bahasa
  • Ruang Musik
  • Kantin Kejujuran
  • Ruang Komputer
  • CCTV di setiap sisi dan kelas

Gedung C

  • 6 Ruang Kelas
  • Projoctor di setiap kelas
  • Ruang UKS
  • CCTV di setiap sisi dan kelas

Disamping Ruang UKS, terdapat Kebun Toga yang berisi tumbuhan-tumbuhan produktif.

Kegiatan Jumat Sehat

Setiap hari Jumat, SMP Negeri 281 Jakarta Timur mempunyai sebuah kegiatan wajib yang patut di contoh oleh sekolah lain. Dimulai saat sekolah ini mengikuti lomba sekolah sehat, yang membuahkan hasil juara 2 se-Jakarta Timur. Kegiatan ini di namakan Jumat Sehat yaitu, hari yang di-khususkan serta di wajibkan seluruh warga sekolah membawa bekal makanan berupa sayuran hijau. Manfaat dari kegiatan ini adalah meningkatkan minat anak pada sayuran.

Bila ada murid yang tidak membawa sayur akan di berikan sanksi. Yaitu, menyanyikan lagu daerah-nya masing-masing. Selain meningkatkan minat pada sayuran, dalam kegiatan ini murid diajak pula untuk mengenal lagu daerah-nya masing-masing. Dari Lagu-lagu yang mereka nyanyikan, dapat di pelajari bahwa Indonesia punya beragam seni. Kegiatan ini baru dilaksanakan kurang-lebih 1 tahun. Dari sanksi yang diberikan tersebut, semakin hari tidak ada murid yang tidak membawa bekal.[5]

Lihat pula

Referensi

This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.