Sa'id bin Hisyam

Sa'id bin Hisyam bin Abdul-Malik (bahasa Arab: سعيد بن هشام بن عبد الملك; meninggal 750) adalah seorang pangeran dan jenderal Umayyah yang berpartisipasi dalam Perang Arab–Bizantium dan Fitnah Ketiga, sering dikaitkan dengan saudaranya Sulaiman bin Hisyam. Sa'id memberontak melawan Khalifah Marwan bin Muhammad (berkuasa 744–750), dan karenanya, ia dipenjarakan pada tahun 746, dan meninggal saat mencoba melarikan diri.

Biografi

Sa'id adalah putra khalifah Umayyah Hisyam bin Abdul-Malik (berkuasa 724–743). Ibunya adalah Ummu Utsman binti Sa'id bin Khalid, yang merupakan cicit dari Khalifah Utsman bin Affan (berkuasa 644–656),[1] atau seorang budak-selir (ummu walad).[2] Seperti dua saudaranya, Maslamah bin Hisyam dan Sulaiman bin Hisyam, Sa'id adalah murid Ibnu Syihab az-Zuhri, seorang ahli hukum Islam. Bagaimanapun juga, menurut sejarawan Steven Judd, Sa'id memiliki reputasi sebagai "pendosa", sering mengekspos dirinya perbuatan tidak senonoh kepada wanita di Homs, yang merupakan tempat tinggalnya. Akibat dari perbuatannya itu, ayahnya yang pada saat itu menjadi khalifah memenjarakannya untuk waktu yang tidak ditentukan.[3]

Seperti beberapa saudaranya, Sa'id adalah seorang jenderal dalam perang perbatasan melawan Kekaisaran Bizantium. Pada 729, Sa'id adalah salah satu jenderal yang dikirim dalam pertempuran, di mana dia menyerbu sampai Kaisarea di Kapadokia.[4] Ia mungkin tidak merebut kota besar,[4] dan tidak jelas tingkat kehancuran yang ditimbulkan selama pertempuran.[5] Sementara itu, saudaranya Mu'awiyah bin Hisyam, memimpin pertempuran ke wilayah lain di tahun yang sama.[4]

Setelah Hisyam meninggal pada 743 dan sepupu Sa'id, Al-Walid bin Yazid (Al-Walid II) menjadi khalifah, ia dan saudaranya Sulaiman menjadi sekutu dalam peristiwa-peristiwa selanjutnya. Sa'id dan putra Hisyam lainnya telah lama memiliki hubungan permusuhan terhadap Al-Walid. Setelah menjadi khalifah, Al-Walid memenjarakan Sa'id dan Sulaiman. Seperti saudara-saudaranya, Sa'id adalah pendukung Yazid bin Al-Walid (Yazid III), yang berkonspirasi melawan dan menggantikan Al-Walid setelah pembunuhannya pada tahun 744.[3]

Referensi

  1. Ahmed 2010, hlm. 119–120.
  2. Blankinship 1989, hlm. 64, catatan 265.
  3. Judd 2014, hlm. 55, 58.
  4. Blankinship 1994, hlm. 121.
  5. Cooper & Decker 2012, hlm. 23.

Sumber

This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.