Sejarah modern Suriah
Sejarah modern Suriah membentang dari penghentian kendali Ottoman atas Suriah oleh pasukan Prancis dan pembentukan Pemerintahan Wilayah Musuh yang Diduduki selama Perang Dunia I. Kerajaan Arab Suriah yang berumur pendek muncul pada 1920, yang segera diserahkan kepada Mandat Prancis, yang mana menghasilkan otonomi Negara bagian Aleppo, Negara bagian Damaskus (kemudian Negara bagian Suriah (1924–30)), Negara bagian Alawite dan Jabal al-Druze (negara bagian) berumur pendek; Republik Suriah memperoleh kemerdekaan pada April 1946. Republik tersebut mengambil bagian dalam Perang Arab-Israel.[1]
.svg.png.webp)
Bendera dari Kerajaan Suriah (1920)
.svg.png.webp)
Bendera dari Suriah di bawah kekuasaan Prancis, 1920-1922
.svg.png.webp)
Bendera dari Republik Suriah (1932-1958), dan kemudian dari 1961-1963
.svg.png.webp)
Bendera dari Republik Arab Bersatu (1958-1961) dan kemudian dari Republik Arab Suriah sejak 1980
.svg.png.webp)
Bendera dari Republik Arab Suriah 1963-1972
.svg.png.webp)
Bendera dari Republik Arab Suriah, 1972-1980
Lihat pula
- Politik Suriah
- Hubungan luar negeri Suriah
Referensi
- See Foreign relations of the United States diplomatic papers, 1941. The British Commonwealth; the Near East and Africa Volume III (1941), pages 809-810; and Statement of General de Gaulle of 29 November 1941, concerning the Mandate for Syria and Lebanon, Marjorie M. Whiteman, Digest of International Law, vol. 1 (Washington, D.C.: U. S. Government Printing Office, 1963) 680-681
Templat:Syria topics
This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.