Si Opat Pisoran
Si Opat Pisoran atau Si Opat Pusoran merupakan pengelompokan marga-marga keturunan Guru Mangaloksa.
Latar belakang
Dalam perjalanan ke pengungsian bersama mertuanya, Guru Mangaloksa meminta izin kepada mertuanya untuk kembali ke kampung untuk melihat keadaan. Tiba di tepi Aek Situmandi, anak pertama Guru Mangaloksa dilahirkan. Anak itu diberi nama Si Raja Nabarat (yang akan menurunkan marga Hutabarat). "Na barat " , dalam bahasa Batak, berarti "yang berlawanan". Saat itu, Guru Mangaloksa menyadari perbuatannya sebelumnya terhadap mertuanya (hula-hula) sebenarnya berlawanan.
Kemudian lahirlah anak kedua, yang dinamakan Si Raja Panggabean, yang berarti "sejahtera". Anak ketiga diberi nama Si Raja Hutagalung. Dan Anak Keempat diberi nama Si Raja Hutatoruan (yang akan menurunkan marga Hutapea dan Lumbantobing).
Perincian Marga-marga dari Si Opat Pisoran
Adapun Marga-marga Si Opat Pisoran dari keturunan Guru Mangaloksa adalah:
- Si Raja Panggabean yaitu marga Panggabean, yang terdiri:
- Panggabean Lumban Ratus (tetap memakai marga Panggabean),
- Panggabean Simorangkir (memakai marga Simorangkir),
- Panggabean Lumban Siagian (tetap memakai marga Panggabean).
- Si Raja Na Barat yaitu marga Hutabarat,
- Si Raja Hutagalung yaitu Marga Hutagalung.
- Si Raja Hutatoruan yaitu marga:
Catatan Penting
- Beberapa dari marga-marga Si Opat Pusoran di perantauan memakai marga Hasibuan,
- Sebagian kecil keturunan dari Si Raja Hutatoruan yakni Hutapea dan Lumbantobing memakai marga Hutatoruan.
- Dalam suku batak ada dua marga Hutapea dan keduanya berbeda, yaitu Hutapea dari keturunan marga Puraja Laguboti (saudara dari marga Pangaribuan) dari Toba Samosir dan Hutapea dari Rura Silindung di Tapanuli Utara (Keturunan Hutatoruan, bagian dari Si Opat Pisoran).
- Padan dari Marga Hutabarat adalah Silaban.
Lihat Pula
- Tarombo Batak
- Raja Sobu
- Sitompul
- Hasibuan
- Hutabarat
- Panggabean
- Simorangkir
- Hutagalung
- Tobing
- Hutapea
- Daftar Tokoh Batak
- Suku Batak
Daftar pustaka
- W. M. Hutagalung, sebagai sumber pembanding dalam bukunya yang bejudul PUSTAHA BATAK Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak.