Songo Mnara
Di Pesisir Swahili, selatan Tanzania terbentang reruntuhan kota batu yang disebut sebagai Songo Mnara. Kota batu tersebut berdiri dari abad ke-14 sampai ke-16.[1] Songo Mnara diangkat menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO, bersama dengan kota batu yang berada di dekatnya Kilwa Kisiwani.[2] Secara keseluruhan, para arkeolog menemukan enam masjid, empat makam, dan dua puluh blok rumah di sepanjang tiga ruang terbuka di pulau tersebut.[3] Songo Mnara dibangun dari batu karang dan mortar.[4] Kota batu tersebut dibangun sebagai salah satu kota dagang di Samudera Hindia.[2]
| Songo Mnara | |
|---|---|
| Situs Warisan Dunia UNESCO |
Galeri
Referensi
- Stoetzel, Jack (2011). "Field Report: Archaeological Survey of Songo Mnara Island". Nyame Akuma. 76: 9–14.
- Welham, K.; Fleisher, J.; Cheetham, P.; Manley, H.; Steele, C.; Wynne-Jones, S. (2014). "Geophysical Survey in Sub-Saharan Africa: Magnetic and Electromagnetic Investigation of UNESCO World Heritage Site of Songo Mnara, Tanzania". Archaeological Prospection. doi:10.1002/arp.1487.
- Fleisher, Jeffrey; Wynne-Jones, Stephanie (2012). "Finding Meaning in Ancient Swahili Spatial Practices". African Archaeological Review. 29: 171–207. doi:10.1007/s10437-012-9121-0.
- Fleisher, Jeffery. "How Public Space is Used in Ancient Cities: The Case of Songo Mnara, a Medieval Swahili City in Tanzania" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2014-12-22. Diakses tanggal 20 October 2014.
Pranala luar
Artikel Archaeology Magazine tentang Songo Mnara: http://archaeology.org/issues/116-1401/features/1634-swahili-coast-towns
This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.



