Stanley Widianto

Stanley Widianto (lahir 1 Juli 1995 ) adalah seorang jurnalis Indonesia. Memulai kariernya menulis untuk media berbahasa Inggris The Jakarta Post, Stanley dikenal sebagai salah satu jurnalis muda di Indonesia dengan hasil reportase dan tulisan yang telah dimuat di berbagai media internasional seperti The Washington Post, The Atlantic, The Guardian, CNN, South China Morning Post, Voice of America, dan Foreign Policy. Sejak 2019, Stanley bekerja sebagai jurnalis politik untuk kantor beritas Reuters.[1]

Stanley Widianto
Lahir1 Juli 1995
Jakarta, Indonesia
AlmamaterKolese Kanisius
Universitas Indonesia
PekerjaanJurnalis, Penulis
Tahun aktif2015–sekarang
Situs webwww.stanleywidianto.com

Karier

Stanley memeroleh pendidikan dari Kolese Kanisius dan Program Jurnalistik di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia.[1] Ia juga menghabiskan satu semester di National University of Singapore sebagai siswa pertukaran di Singapura. Seorang keturunan Tionghoa, Stanley mulai dikenal sebagai penulis muda pada 2015 melalui berbagai tulisannya yang dimuat oleh The Jakarta Post. Pada awalnya, tulisan-tulisan Stanley lebih banyak membahas musik[2][3] dan film sebelum merambah topik-topik lain seperti politik,[4][5] kebudayaan,[6][7][8][9] hingga isu-isu sosial.[10][11]

Stanley telah menulis untuk berbagai media internasional, di antaranya laporan tentang prosekusi Meliana, seorang warga Tionghoa terkait penistaan agama[12] untuk New Naratif, pelaporan bencana tsunami dan gempa bumi yang melanda Palu[13][14] untuk The Washington Post dan Foreign Policy, serta tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT-610[15][16] untuk The Washington Post dan Voice of America.

Beberapa tokoh kenamaan yang telah diwawancarai oleh Stanley termasuk Joshua Oppenheimer,[4] sineas di balik dokumenter pemenang berbagai penghargaan Jagal dan Senyap, pendiri situs Has It Leaked Staffan Ullmert,[17] dan aktivis kemanusiaan Soe Tjen Marching.[5]

Di samping menulis, Stanley juga aktif sebagai tokoh pembicara dalam berbagai kegiatan, seperti TEDxTalk Jakarta pada 2016,[18] diskusi mengenai feminis di skena musik Indonesia bersama musisi Kartika Jahja, rapper Yacko, dan pembuat dokumenter Hera Mary dalam Archipelago Festival 2017,[19] dan bintang tamu dalam siaran siniar The Skeptical Optimist.[20]

Referensi

  1. Widianto, Stanley. "Stanley Widianto on LinkedIn". LinkedIn. Diakses tanggal 20 Januari 2021.
  2. "Traveling through time with Candra Darusman". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). April 20, 2018. Diakses tanggal 2018-11-22.
  3. "Jonathan Kuo: A homeschooled wunderkind". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). May 5, 2017. Diakses tanggal 2018-11-22.
  4. "Of murder, memory, corruption and power - New Mandala". New Mandala (dalam bahasa Inggris). November 18, 2015. Diakses tanggal 2018-11-22.
  5. "The Activist Shining a Light on the Women Prisoners of the Indonesian Massacres". Broadly (dalam bahasa Inggris). March 4, 2016. Diakses tanggal 2018-11-22.
  6. "Director has had enough of Chinese stereotypes in Indonesian films". South China Morning Post (dalam bahasa Inggris). May 3, 2018. Diakses tanggal 2018-11-22.
  7. "Women celebrate lives, weave togetherness". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). November 17, 2018. Diakses tanggal 2018-11-22.
  8. "Telling stories of Indonesian fabrics for internet-savvy generation". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). July 31, 2018. Diakses tanggal 2018-11-22.
  9. "What Indonesia's eclectic churches tell us about its past". CNN Style (dalam bahasa Inggris). May 24, 2018. Diakses tanggal 2018-11-22.
  10. "Some Indonesians Are Shackling and Imprisoning the Mentally Ill in Sheds". Vice (dalam bahasa Inggris). April 14, 2016. Diakses tanggal 2018-11-22.
  11. "LGBT Jakartans: 'Worse than a nuclear bomb? We just want to be accepted'". The Guardian (dalam bahasa Inggris). November 26, 2016. Diakses tanggal 2018-11-22.
  12. Llewellyn, Aisyah; Widianto, Stanley (September 6, 2018). ""How Do You Interview God?" - New Naratif". New Naratif (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-11-22.
  13. McLoughlin, Timothy; Mahtani, Shibani; Widianto, Stanley (October 6, 2018). "'Not a straightforward event': How multiple disasters stunned experts and ravaged a corner of Indonesia". Washington Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-11-22.
  14. Widianto, Stanley (October 15, 2018). "Indonesia's Indigenous Languages Hold the Secrets of Surviving Disaster". Foreign Policy (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-11-22.
  15. McLoughlin, Timothy; Halsey, Ashley; Widianto, Stanley (November 8, 2018). "Boeing issues warning on potential instrument malfunction after Indonesia crash". Washington Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-11-22.
  16. Widianto, Stanley (October 31, 2018). "Plane Crash Refocuses Discussion on Indonesian Air Security". VOA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-11-22.
  17. "Meet The Guy Who Gives You the Heads Up On Album Leaks". Noisey (dalam bahasa Inggris). 2015-11-26. Diakses tanggal 2018-11-23.
  18. TEDx Talks (2016-10-31), Yang Naif, yang Berkarya | Stanley Widianto | TEDxJakarta, diakses tanggal 2018-11-23
  19. Sounds from the Corner (March 3, 2018), Archipelago Festival 2017 // Women, diakses tanggal 2018-11-23
  20. Dialogika Podcast (2018-05-02), Episode 48: The Skeptical Optimist — A Conversation with Stanley Widianto, diakses tanggal 2018-11-23
This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.