Stasiun Pasirjengkol

Stasiun Pasirjengkol (PSJ) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di perbatasan antara Desa Sukahaji dengan Desa Sukasono, Sukawening, Garut. Stasiun yang terletak pada ketinggian +674 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung.

Stasiun Pasirjengkol
C30

Stasiun Pasirjengkol yang telah selesai menjalani serangkaian renovasi, 2020
LokasiSukahaji, Sukawening, Garut, Jawa Barat 44184
Indonesia
Ketinggian+674 m
OperatorKAI Commuter
Letak dari pangkalkm 4+685 lintas Cibatu-Cikajang[1]
Jumlah peronDua peron sisi yang tinggi
Jumlah jalur2 (jalur 1: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • PSJ
  • 1825
[2]
KlasifikasiIII/kecil
Sejarah
Dibuka14 Agustus 1889 (1889-08-14)
Ditutup1983 (1983)
Tanggal penting
Dibuka kembali24 Maret 2022 (2022-03-24)
Operasi layanan
Garut Cibatuan
Stasiun sebelumnya Stasiun berikutnya
Cibatu
ke arah Purwakarta
Purwakarta-Garut
Wanaraja
ke arah Garut
Fasilitas dan teknis
Fasilitas         
Tipe persinyalan
  • Tanpa persinyalan (s.d. 1983)
  • Mekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis (2019-sekarang)
Lokasi pada peta

Stasiun ini merupakan salah satu dari tiga stasiun yang dipilih oleh KAI untuk dihidupkan kembali sebagai bagian dari program reaktivasi jalur kereta api Cibatu–Garut. Dua lainnya adalah Stasiun Wanaraja dan Stasiun Garut.[3]

Sejarah

Stasiun ini dibangun bersamaan dengan pembangunan lintas Cibatu–Garut. Karena pusat pemerintahan Kabupaten Garut agak jauh dari Stasiun Cibatu sebagai stasiun utama di kabupaten ini, maka perlu dibuat lintas cabang. Sehingga, dibangunlah jalur kereta api dari Stasiun Cibatu menuju Stasiun Garut. Jalur ini dibuka bersamaan dengan jalur dari Cicalengka pada tanggal 14 Agustus 1889.[4]

Dahulu, saat masih aktif hingga tahun 1980-an, stasiun yang kala itu berstatus sebagai perhentian tidak dilayani[5] ini selalu ramai dikunjungi oleh pengguna jasa angkutan yang hendak bepergian dengan kereta api hingga akhirnya ditutup pada tahun 1983 karena prasarana yang sudah tua, kebocoran pendapatan, dan kalah bersaing dengan mobil pribadi maupun angkutan umum. Spot di jalur ini sebenarnya sangat indah, sehingga menarik perhatian para railfans dari luar negeri untuk menyaksikan aksi lokomotif uap di jalur ini, khususnya di dekade 70-an.

Selama masa-masa nonaktifnya, stasiun ini diubah menjadi pangkalan truk. Pintu-pintunya yang mirip dengan Stasiun Leles ditutupi dengan batu bata.

Reaktivasi

Peron Stasiun Pasirjengkol setelah direaktivasi
Papan nama Stasiun Pasirjengkol

Untuk menyambut reaktivasi jalur kereta api segmen Cibatu–Garut, saat ini emplasemen stasiun ini sedang mengalami perombakan besar-besaran. Bangunan baru stasiun telah dibangun, sedangkan bangunan lama peninggalan Staatsspoorwegen juga sudah direnovasi. Bangunan baru stasiun ini mirip dengan bangunan baru yang juga dibangun di Stasiun Wanaraja. Overkapping penghubung jalur 1 dan 2 juga dipasang. Tidak hanya itu, karena stasiun ini naik kelas dari halte (perhentian) menjadi stasiun kelas III , sistem persinyalan juga dipasang. Sinyal yang digunakan adalah sinyal mekanik.[6][7]

Stasiun ini memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus dan berperon sisi. Peron ini cukup tinggi serta diberi kanopi.[8] Bangunan lama stasiun ini dijadikan sebagai ruang kepala stasiun dan administrasi.

Stasiun ini resmi dibuka bersamaan dengan peresmian reaktivasi pada 24 Maret 2022.[9]

Layanan kereta api

Lokal

Nama kereta api Tujuan akhir Keterangan
Garut Cibatuan (Garut–Padalarang) Padalarang Hanya jadwal pagi
Garut Cibatuan (Garut–Purwakarta pp) Purwakarta Hanya jadwal siang
Garut Perjalanan pagi dan malam hari

Referensi

  1. Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. Azmi (MG-391), Hilyati Ulul. "Kemenhub RI Umumkan Reaktivasi Jalur Kereta Api Cibatu-Garut | TIMES Indonesia". www.timesindonesia.co.id. Diakses tanggal 2022-03-24.
  4. Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken.
  5. Buku Jarak untuk Angkutan Barang Jawa dan Madura. Bandung: Perusahaan Jawatan Kereta Api. 1982.
  6. "Kereta Api Diuji Coba September, Renovasi Stasiun Wanaraja Terus Dikebut Pengerjaannya". Raksa Garut News (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-08-21. Diakses tanggal 2019-08-21.
  7. "Jalur KA Cibatu-Wanaraja Garut yang Direaktivasi akan Diuji Coba September". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-02.
  8. Codingest (2019-06-20). "KAI Genjot Reaktivasi KA Cibatu-Garut Rampung Akhir 2019 - inilahkoran". Inilahkoran.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-02.
  9. "Budi Karya dan Erick Thohir Bakal Hadiri Peresmian Reaktivasi Jalur Kereta Api Garut-Cibatu Kamis Besok". suara.com. 2022-03-23. Diakses tanggal 2022-03-24.
Stasiun sebelumnya Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Cibatu
Terminus
Cibatu–Cikajang Wanaraja
ke arah Cikajang

This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.