Teori interaksi simbolik

Teori interaksi simbolik merupakan teori yang memiliki asumsi bahwa manusia membentuk makna melalui proses komunikasi.[1] Teori interaksi simbolik berfokus pada pentingnya konsep diri dan persepsi yang dimiliki iindividu berdasarkan interaksi dengan individu lain.

Menurut Herbert Blumer, terdapat tiga asumsi dari teori ini:

  1. Manusia bertindak berdasarkan makna yang diberikan orang lain kepada mereka.
  2. Makna diciptakan dalam interaksi antar manusia.
  3. Makna dimodifikasi melalui interpretasi.

Sedangkan menurut La Rossan, asumsi dalam teori ini adalah:

  1. Interaksi antar individu dapat mengembangkan konsep diri seseorang.
  2. Konsep diri memberikan motif yang penting untuk perilaku seseoang.

Referensi

  1. Pengantar Teori Komunikasi 1. Penerbit Salemba. ISBN 9789791749220.
This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.