Tionghoa-Timor Leste
Orang Tionghoa di Timor Leste terdiri dari migran Tionghoa di Timor Leste dan keturunan-keturunan mereka. Minoritas Tionghoa merupakan bagian kecil dari penduduk Timor Leste, dan kebanyakan adalah Hakka. Beberapa Tionghoa pergi pada pertengahan 1970an.[1][2]
![]() Kuburan Tionghoa di Dili | |
| Bahasa | |
|---|---|
| Portugis, Tionghoa (Hakka, Kanton, Mandarin), Tetum | |
| Agama | |
| Kong Hu Cu, Buddha, Tao, Katolik | |
| Etnis terkait | |
| Tionghoa Indonesia |
Era Pra-Kolonial
Pada awal abad ke-10 Masehi, cendana Timor dibawa ke Tiongkok melalui Selat Malaka.
Pejabat Tiongkok Zhao Rukuo pada 1225 Masehi menyebut Timor dalam kumpulan catatannya dari para pedagang sebagai tempat yang kaya akan cendana. Walau Santalum album ditemukan di beberapa bagian kawasan Samudera Hindia dan Pasifik, cendana putih kualitas tertinggi dianggap berasal dari Timor, Kepulauan Sunda dan Solor.
Tokoh keturunan Tionghoa Timor Leste terkenal
- Vicky Tchong
- Lin Jong
- Pedro Lay
- Francisco Kalbuadi Lay
Referensi dan catatan kaki
- Constâncio Pinto; Matthew Jardine (1997). East Timor's Unfinished Struggle: Inside the East Timorese Resistance. South End Press. hlm. 263. ISBN 978-0-89608-541-1.
- "CIA - The World Factbook -- East Timor". CIA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-01-28. Diakses tanggal 2014-02-23.
This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.
.jpg.webp)