Tjoe Bou San

Tjoe Bou San (朱茂山) yang memiliki nama pena Oen Tjip Tiong dan Hauw San Liang, serta nama samaran San Ling Hauw dan Getoel Gaet adalah tokoh nasionalis Tionghoa di Hindia Belanda yang lahir di Batavia tahun 1891 dan meninggal di Batavia tanggal 3 November 1925. Dia memulai karier menulis untuk surat kabar Hoa Pit dan Perniagaan. Pada 1919, dia membeli saham Hauw Tek Kong dan menjadikan dirinya sebagai pemimpin redaksi yang merangkap jabatan sebagai direktur Sin Po. Koran itu lantas menjadi pelopor nasionalisme Tionghoa yang cukup berpengaruh di Hindia Belanda. Tjoe sendirilah yang mengembangkan konsep nasionalisme Tionghoa di Hindia Belanda dan memimpin kampanye dalam memberantas kekawulaan Belanda ketika berlangsung Perang Dunia I. Dia merasa bahwa warga Tionghoa di Hindia Belanda (baik peranakan maupun totok) harus menganggap diri mereka Tionghoa.

Tjoe Bou San adalah tokoh nasionalis Tionghoa di Hindia Belanda yang lahir di Batavia tahun 1891 dan meninggal di Batavia tanggal 3 November 1925 (Setyautama 2008, hlm. 460).

Tjoe menulis kritik-kritikannya melalui surat kabar Sin Po. Tulisan-tulisan maupun kritikannya dikenal tajam, sehingga sering menimbulkan reaksi dari berbagai pihak. Pandangan nasionalismenya itu berseberangan dengan beberapa tokoh, yaitu P.H. Fromberg Sr, Yap Hong Tjoen, dan Hauw Tek Kong. Selain dikenal sebagai wartawan dan pemimpin pergerakan nasionalisme Tionghoa, dia juga merupakan seorang penulis novel. Salah satu novel terbaiknya adalah The Loan Eng yang terbit pada 1922.

Ketika kesehatannya semakin menurun, dia jarang menulis mengenai hal-hal berbau politik, tetapi lebih banyak membaca buku-buku filsuf dan menerjemahkan buku-buku Tiongkok klasik. Pemikirannya saat itu lebih banyak dipengaruhi oleh ajaran Lao Zi (Lao Tzu) yang menganjurkan wu wei atau boet wi (tidak berbuat apa-apa). Dia meninggal ketika berusia 34 tahun. Menurut berita Sin Po, kematiannya disebabkan oleh penyakit paru-paru.

Lihat pula

Daftar pustaka

Buku

  • Gardner, Daniel K. (2007). The Four Books: The Basic Teachings of the Later Confucian Tradition. Indianapolis/Cambridge: Hackett Publishing Company. ISBN 978-087-2208-26-1.
  • Goan, Ang Jan (2009). Memoar Ang Jan Goan, 1894–1984: Tokoh Pers yang Peduli Pembangunan Bangsa. Jakarta: Yayasan Nabil Hasta Mitra. ISBN 978-979-8659-37-9.
  • Goddard, Dwight (1939). Laotzu's Tao and Wu Wei. Vermont: Library of Alexandria. ISBN 978-146-5577-84-9.
  • Kahin, George McTurnan (2018). Nationalism and Revolution in Indonesia. New York: Cornell University Press. ISBN 978-150-1731-39-6.
  • Lee, Lai To (1987). The 1911 Revolution–The Chinese in British and Dutch Southeast Asia. Singapura: Heinemann Asia. ISBN 978-997-1641-12-2.
  • Lee, Khoon Choy (2013). Golden Dragon and Purple Phoenix: The Chinese and Their Multi-Ethnic Descendants in Southeast Asia. London: World Scientific. ISBN 978-981-4383-44-8.
  • Salmon, Claudine (1981). Literature in Malay by the Chinese of Indonesia: A Provisional Annotated Bibliography. Paris: Editions de la Maison des Sciences de l'Homme. ISBN 978-083-5705-92-9.
  • Setiono, Benny Gatot (2008). Tionghoa dalam Pusaran Politik (Mengungkap Fakta Tersembunyi Orang Tionghoa di Indonesia). Jakarta: Transmedia Pustaka. ISBN 978-979-7990-52-7.
  • Setyautama, Sam (2008). Tokoh-Tokoh Etnis Tionghoa di Indonesia. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 978-602-4246-61-7.
  • Suryadinata, Leo (1988). Kebudayaan Minoritas Tionghoa di Indonesia. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 978-979-4034-22-4.
  • Suryadinata, Leo (1990). Mencari Identitas Nasional: Dari Tjoe Bou San sampai Yap Thiam Hien. Jakarta: LP3ES. ISBN 978-979-8015-66-3.
  • Suryadinata, Leo (1996). Sastra Peranakan Tionghoa Indonesia. Jakarta: Grasindo. ISBN 978-979-5538-55-4.
  • Suryadinata, Leo (2005). Pemikiran Politik Etnis Tionghoa Indonesia 1900–2002. Jakarta: LP3ES. ISBN 978-979-3330-29-7.
  • Suryadinata, Leo (2010). Etnis Tionghoa dan Nasionalisme Indonesia: Sebuah Bunga Rampai, 1965–2008. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN 978-979-7095-307.
  • Suryadinata, Leo (2010). Tokoh Tionghoa dan Identitas Indonesia: Dari Tjoe Bou San Sampai Yap Thiam Hien. Jakarta: Komunitas Bambu. ISBN 978-979-3731-75-9.
  • Suryadinata, Leo (2012). Southeast Asian Personalities of Chinese Descent: A Biographical Dictionary, Volume I and II. Singapura: Institute of Southeast Asian Studies, Chinese Heritage Center. ISBN 978-981-4345-21-7.
  • Suryadinata, Leo (2012). Southeast Asian Personalities of Chinese Descent: Glossary and Index Volume 2. Singapura: Institute of Southeast Asian Studies, Chinese Heritage Center. ISBN 978-981-4414-13-5.
  • Yao, Xinzhong; Yao, Hsin-chung (2000). An Introduction to Confucianism. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 978-052-1644-30-3.
  • Wibowo, I.; Lan, Thung Ju (2010). Setelah Air Mata Kering: Masyarakat Tionghoa Pasca Peristiwa Mei 1998. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN 978-979-7094-72-0.

Periksa

  • Berg, H.J. van den (1954). Asia dan Dunia Sedjak 1500: Sedjarah Umum dalam Bentuk Monograph. Jakarta: J.B. Wolters.
  • Lan, Nio Joe (1940). Riwajat 40 Taon dari Tiong Hoa Hwee Koan–Batavia (1900–1939). Batavia: Tiong Hoa Hwee Koan.
  • Lan, Nio Joe (1962). Sastra Indonesia-Tionghoa. Jakarta: Gunung Agung.
  • Matakin (Majelis Tinggi Agama Konghucu) (1970). Su-Si (Kitab yang Empat). Surakarta: Elizabeth Matakin.
  • San, Tjoe Bou (1921). Pergerakan Tionghoa di Hindia Olanda dan Mr. P.H. Fromberg Sr. (PDF). Batavia: Drukkerij Sin Po.
  • Suryadinata, Leo (1984). Dilema Minoritas Tionghoa. Yogyakarta: Grafitipers.
  • Suryadinata, Leo (1986). Politik Tionghoa Peranakan di Jawa: 1917–1942. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Jurnal

Pranala luar

This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.