Toksisitas oksigen

Toksisitas oksigen adalah kondisi yang muncul akibat efek-efek berbahaya dari molekul oksigen (O2) pada tekanan parsial yang tinggi. Keadaan ini juga disebut sebagai sindrom toksisitas oksigen dan keracunan oksigen. Secara historis, kondisi pada sistem saraf pusat ini disebut efek Paul Bert, dan kondisi paru-parunya sebagai efek Lorrain Smith, dinamai sesuai para peneliti yang memprakarsai penemuannya pada abad ke-19. Sejumlah kasus dapat mengakibatkan kerusakan sel dan kematian, dengan efek yang sering terlihat di sistem saraf pusat, paru-paru dan mata. Toksisitas oksigen adalah masalah bagi penyelam skuba, orang-orang dengan konsentrasi oksigen tambahan yang tinggi (terutama bayi prematur), dan yang menjalani terapi oksigen hiperbarik.

Toksisitas oksigen
Tahun 1942-43, Pemerintah Britania Raya melakukan uji coba ekstensif terhadap toksisitas oksigen pada penyelam. Kamar ini diberi tekanan dengan udara mencapai 3,7 bar. Subyek di tengah menghirup 100% oksigen menggunakan masker.[1]
Informasi umum
SpesialisasiKedokteran gawat darurat 

Bahan pustaka

  • Lamb, John S. (1999). The Practice of Oxygen Measurement for Divers. Flagstaff: Best Publishing, 120 pages. ISBN 0-941332-68-3. OCLC 44018369.
  • Lippmann, John; Bugg, Stan (1993). The Diving Emergency Handbook. Teddington, UK: Underwater World Publications. ISBN 0-946020-18-3. OCLC 52056845.
  • Lippmann, John; Mitchell, Simon (2005). "Oxygen". Deeper into Diving (edisi ke-2nd). Victoria, Australia: J.L. Publications. hlm. 121–4. ISBN 0-9752290-1-X. OCLC 66524750.

Catatan kaki

Pranala luar

This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.