Torium dioksida
Torium dioksida (ThO2), juga disebut torium(IV) oksida, adalah sebuah padatan kristal, kebanyakan berwarna putih atau kuning. Juga dikenal sebagai thoria, Torium dioksida kebanyakan diproduksi sebagai sebuah hasil sampingan dari pembuatan lanthanide dan uranium.[1] Torianit adalah nama bentuk mineral torium dioksida. Oksida tersebut cukup langka dan mengkristal dalam sistem isometris. Titik lebur torium oksida adalah 3300 °C – tertinggi dari semua oksida yang dikenal. Hanya beberapa elemen (termasuk tungsten dan karbon) dan beberapa senyawa (termasuk karbida tantalum) yang mempunyai titik lebur lebhi tinggi.[2]
Referensi
- Emsley, John (2001). Nature's Building Blocks (edisi ke-Hardcover, First). Oxford University Press. hlm. 441. ISBN 978-0-19-850340-8.
Sumber terkutip
- Haynes, William M., ed. (2011). CRC Handbook of Chemistry and Physics (edisi ke-92nd). CRC Press. ISBN 978-1439855119.
Templat:Thorium compounds Templat:Oxides
This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.