White Rose
White Rose (disingkat WR) adalah sebuah grup musik pop-punk Indonesia dari Denpasar, Bali. Pertama kali terbentuk pada awal tahun 2007 dan bereformasi kembali pada tahun 2014. Mereka terdiri dari Surya Dipta (vokal/gitar), Ian Putra (gitar), Kurniawan Adi Krisna A.K.A Goib (bass), dan Satria Priangga (drum).[1]
White Rose
| |
|---|---|
| Asal | Denpasar, Bali, Indonesia |
| Genre | Pop Punk |
| Tahun aktif | 2007 - 2013, 2014 - sekarang |
| Label | Heartless Records |
| Situs web | www |
| Anggota |
|
| Mantan anggota |
|
White Rose merilis mini album pertamanya yang berjudul 'Buktikan ‘Ku Bisa EP' yang diproduseri dan didistribusi secara independen pada bulan Maret 2012, diikuti dengan album penuh perdana mereka yang berjudul 'Buka Mata Mereka' yang dirilis pada 15 Mei 2015 di bawah naungan label Heartless Records. [2]
Sejarah
Awal terbentuk (2007-2008)
Pada akhir tahun 2006, Surya (vokal, gitar) mulai mengajak Riga (bass) dan Gusman (drum), teman-teman satu kelasnya di SMA untuk jamming lagu-lagu dari Blink 182, Green Day dan lagu-lagu yang dia telah tulis sejak SMP setiap sepulang sekolah untuk sekadar melepas kepenatan, Mulailah muncul niat besar Surya untuk tampil di sebuah panggung dan menunjukkan karya-karyanya kepada orang banyak. Akhirnya keinginanya terjawab saat mereka diberikan slot untuk main di sebuah acara kolektif underground di sebuah bar di Kuta, Bali. Tepat dua minggu sebelum panggung pertama mereka itu, Gusman tidak direstui oleh orangtuanya untuk bermain musik, dan dia pun mundur begitu saja. Pada saat yang bersamaan, Surya teringat teman lamanya sejak kecil yang suka bermain drum. Direkrutlah Gung Nandha (drum) untuk mengisi kekosongan di drum pada saat itu. Mereka pun mulai memikirkan nama yang tepat untuk band, dan tercetuslah nama White Rose dengan formasi Surya, Riga, dan Gung Nandha pada awal tahun 2007.
Mereka mulai merekam materi-materi awal mereka seperti "Sakit Jiwa", "Love Sucks", "Valentine Kelabu", "Kau Temanku", dan "Pujaanku" dalam format demo di pertengahan tahun 2007, Demo ini tidak dirilis secara resmi melainkan hanya dibagikan kepada teman-teman terdekat, mengingat kualitas lagu dan rekaman masih sangat kurang karena keterbatasan dana mereka saat itu. Lagu-lagu mereka saat itu masih kental dengan old school punk rock dengan nuansa yg sedikit 'gelap' karena sempat terpengaruh band-band seperti Bad Religion dan Pennywise.
Pada tahun 2008 musik yang mereka mainkan sedikit bergeser ke arah punk rock yang lebih modern seperti Rufio dan Sum 41. Mereka sempat merilis demo single berjudul "Still Punk Rock Till The End" pada tahun ini lewat akun MySpace mereka.
Pengaruh pop punk & Buktikan Ku Bisa EP (2009-2013)
Pada tahun 2009, Mereka kembali mengangkat Blink 182 sebagai referensi yang notabene merupakan roots awalnya bermain musik. Dirislah single "Buktikan 'Ku Bisa" dengan format free download pada pertengahan tahun dan nama White Rose akhirnya mulai dikenal lewat single ini. Mereka mulai kebanjiran job-job mulai dari pensi, komunitas dan acara-acara lainnya. Merasa optimis dengan respon masyarakat dengan single ini, mereka berencana serius untuk mengeluarkan sebuah album secara resmi, tapi karena dana mereka yang terbatas, mereka hanya mampu menggarap EP atau mini album.
Proses pembuatan EP pertama mereka ini tidak semulus yang mereka bayangkan. Mulai dari master data yang hilang dan kesibukan masing-masing personil membuat mini album mereka ini tertunda cukup lama. Mulai digarap pada akhir tahun 2010 dan akhirnya baru rampung dirilis secara independen pada pertengahan tahun 2012. EP yang diberi judul 'Buktikan 'Ku Bisa EP' ini berisikan enam lagu di dalamnya dengan dua single "Buktikan Ku Bisa" dan "Stabil".
Ternyata progress White Rose tidak berjalan maksimal setelah menelurkan rilisan resmi pertama mereka tersebut. Tahun 2012 dan 2013 bisa dibilang mereka tidak produktif dikarenakan masing-masing personil sudah jarang berkomunikasi satu sama lain dan sibuk dengan urusan masing-masing. Puncaknya adalah ketika Riga memutuskan untuk keluar dari band pada akhir tahun 2013 dengan alasan personal.
Reformasi, kerja sama Heartless Records & Buka Mata Mereka (2014-sekarang)
Belajar dari pengalaman dan kegagalan terdahulu, Surya mulai menginginkan sesuatu yang lebih serius dalam kariernya bermusik. Tidak menyerah dengan keluarnya Riga, Surya mulai mencari orang yang tepat untuk bergabung dengan White Rose. Pada akhir tahun 2013, Surya menawarkan Goib (bass) untuk mengganti posisi Riga di bass. Goib sendiri merupakan gitaris dari band pop punk hardcore Set Me Free. Dengan penuh semangat Goib bersedia untuk serius berkarier dengan White Rose dan meninggalkan bandnya yang lama karena sudah tidak pernah ada kabarnya lagi.
Mereka bertiga mulai berpikir untuk mengubah image White Rose dengan menambah satu personil lagi di posisi gitar. Akhirnya mereka menemukan Ian (gitar) yang merupakan mantan gitaris band pop punk Foreplay. Merasa visi dan misi yang sejalan, Ian pun merasa antusias untuk bergabung.
Pada awal tahun 2014, White Rose resmi bereformasi dengan format ini. Dengan masuknya Goib dan Ian tentu membawa banyak pengaruh pada band khususnya dari segi musikalitas. Porsi lagu-lagu White Rose pun mulai semakin luas dan lebih dewasa. Mulai dari New Found Glory, The Story So Far, State Champs sampai Set Your Goals mereka jadikan referensi musik pop punk mereka yang sekarang.
Perjalanan profesional White Rose pun dimulai pada tahun ini, dari berjuang kembali me-rebranding dengan tampil di setiap acara, merilis single baru "Takkan Pernah Padam", sampai publikasi ke semua media mereka lakoni. Usaha mereka pun berhasil menarik perhatian sebuah clothing line asal Denpasar bernama Heartless Clothing. Pihak Heartless tertarik untuk mensponsori White Rose sebagai brand ambassador mereka. Melihat progress dan materi-materi baru White Rose yang dirasa memiliki potensi, kedua belah pihak mulai menjalin kontrak kerja sama untuk menggarap album penuh perdana White Rose. Pihak Heartless di sini mulai bertindak sebagai label yang memproduksi dan mendistribusi album mereka, maka tercetuslah Heartless Records pada akhir tahun 2014 bersamaan dengan mulainya penggarapan album perdana White Rose yang diberi nama 'Buka Mata Mereka'.
Pada bulan Mei 2015, 'Buka Mata Mereka' resmi dirilis di pasaran lewat label Heartless Records. Tidak hanya format CD, pihak label juga mendistribusikan album mereka secara digital seperti menjualnya di iTunes, Google Play, Amazon dan aggrerator musik lainnya. Album yang berisi sepuluh lagu di dalamnya itu memiliki lagu-lagu andalan seperti "Takkan Pernah Padam", "Buka Mata Mereka", dan "Menari Di Tengah Hujan (ft. Kinanti Daravati)". Dalam kurun waktu kurang dari enam bulan, mereka telah berhasil menjual kurang lebih 800 kopi CD, angka yang cukup banyak untuk ukuran band yang bergerak di jalur independen atau minor label.
Setelah banyak mencuri perhatian penikmat musik di Bali, pada bulan Desember 2015 White Rose mulai melebarkan sayapnya dengan melangsungkan tur di pulau Jawa. Tur yang diberi nama 'Buka Mata Mereka Java Tour 2015' ini sukses menaklukkan delapan kota di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah, seperti Malang, Surabaya, Bojonegoro, Purwokerto, Banjarnegara, Ambarawa, Semarang, dan Yogyakarta.[3]
Usai menyelesaikan tur mereka yang pertama, Gung Nandha mulai mundur dari band karena tidak bisa menyesuaikan waktu antara pekerjaan tetapnya dan kariernya di White Rose. Sementara posisi drum yang kosong diisi oleh Satria Priangga, drummer dari band rap-core Ripper Clown dan band pop punk Naughty Boms.
Gaya Bermusik
Warna musik White Rose banyak terpengaruh dari band-band pop-punk luar seperti New Found Glory, Fall Out Boy, All Time Low, Paramore, State Champs, The Story So Far, dll. Kombinasi dari lirik yang bersemangat, tempo cepat, dan nada-nada yang ‘catchy’ membuat lagu-lagu mereka mudah digemari banyak orang, terutama anak-anak muda/remaja.[4]
Tema lagu-lagu mereka juga kebanyakan tentang pengembangan diri, dan motivasi yang memberikan semangat dalam menjalani hidup.
Grup ini juga dikenal dengan karakter vokal Surya yang bisa dibilang nyaring dengan gaya bernyanyi seperti mencibir kasar, dan fill in lead gitar Ian yang cenderung terpengaruh musik old school rock membuat musik pop punk mereka menjadi ciri khas tersendiri.
Diskografi
Studio Album
- Buktikan 'Ku Bisa EP (2012, Self-released)
- Buka Mata Mereka (2015, Heartless Records)
- Sentimental (2018, H.M.V.U Collective Records)
Video Klip
- "Takkan Pernah Padam" (Buka Mata Mereka, 2015)
- "Nol Derajat" (Buka Mata Mereka, 2015)
- "Serenade" (Sentimental, 2018)
Formasi
Anggota Utama
Referensi
-
- Agustina S., Cisilia. "White Rose Kembali Usai Vakum 3 Tahun Tetap Pertahankan Aliran Pop Punk". Tribun Bali. Archived from the original on 2015-09-18. Diakses tanggal September 13, 2015.
-
- Adhyatma, Komang. "White Rose, Band Pop Punk Asal Bali Segera Rilis Album Perdana". Kanaltigapuluh. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-12-24. Diakses tanggal April 30, 2015.
-
- Anton, Gandhi. "Kisah Konser White Rose Membuka Mata Mereka". Whiterose. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-01-31. Diakses tanggal January 23, 2015.
-
- Rose, White. "White Rose Profile". Whiterose. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-12-24. Diakses tanggal May 15, 2015.
- http://www.whiterosepoppunk.com/profile/ Diarsipkan 2015-12-24 di Wayback Machine.
- http://bali.tribunnews.com/2015/09/13/white-rose-kembali-usai-vakum-3-tahun-tetap-pertahankan-aliran-pop-punk
- http://kanaltigapuluh.info/white-rose-band-pop-punk-asal-bali-segera-rilis-album-perdana/ Diarsipkan 2015-12-24 di Wayback Machine.
- http://www.djarumcoklat.com/coklatnews/white-rose-rilis-klip-musik-dari-single-takkan-pernah-padam
Pranala luar
- http://www.whiterosepoppunk.com Diarsipkan 2016-02-21 di Wayback Machine.