Seng pirition

Seng pirition atau zink pirition (ZPTO, ZnPT, ZNP, atau ZPT) adalah nama senyawa kimia dengan rumus molekul C10H8N2O2S2Zn yang digunakan sebagai bahan aktif untuk sampo antiketombe karena memiliki sifat antijamur.[2][3][4] Karena sifat fungistatik dan bakteriostatik yang dinamis, selain untuk mengobati ketombe, seng pirition juga digunakan untuk mengobati dermatitis seboroik.[5]

Seng pirition
Nama
Nama IUPAC
bis(2-pyridylthio)zinc 1,1'-dioxide
Nama lain
ZnP, Pyrithione Zinc, Zinc OMADINE, ZnPT
Penanda
Model 3D (JSmol)
3DMet {{{3DMet}}}
ChEMBL
ChemSpider
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
CompTox Dashboard (EPA)
  • InChI=1/C5H5NOS.Zn/c7-6-4-2-1-3-5(6)8;/h1-4,7H;/q;+2
    Key: YUYSACQNSLQTMI-UHFFFAOYAS
  • monomer: c1cc[n+]2c(c1)S[Zn-2]3(O2)O[n+]4ccccc4S3
  • dimer: [O+]01[n+]2ccccc2S[Zn-3]03(O[n+]4ccccc4S3)[O+]5[n+]6ccccc6S[Zn-3]157O[n+]8ccccc8S7
Sifat
C10H8N2O2S2Zn
Massa molar 317.70 g/mol
Penampilan padat tidak berwarna
Titik lebur 240 °C (464 °F; 513 K) (penguraian)[1]
Titik didih terurai
8 ppm (pH 7)
Farmakologi
Kode ATC D11AX12
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
Y verifikasi (apa ini YN ?)
Referensi

Sejarah

Seng pirition merupakan kompleks seng dari 1-hydroxy-2(1H)-pyridinethione, atau yang lebih lazim disebut pirition. Pirition pertama kali disintesis oleh E. Shaw dan rekan kerjanya pada tahun 1950. Preparasi turunan seng diungkapkan oleh Olin Mathieson dalam sebuah paten Britania tahun 1956, tetapi senyawa tersebut telah digunakan sejak tahun 1930-an.[6]

Lihat pula

  • Selenium disulfida, bahan aktif yang digunakan dalam sampo seperti Selsun Blue.
  • Ketokonazol, agen antijamur lain yang digunakan dalam sampo.

Referensi

  1. Thieme Chemistry (Hrsg.): Römpp Online. Version 3.1. Georg Thieme Verlag, Stuttgart 2007.
  2. Atik Arimurti, Robiatul Adawiyah, Ridhawati Sjam (April 2018). "Perbandingan Selenium Sulfida 1%, Zink Pirition 1%, dan Kombinasi Keduanya untuk Mengatasi M.globosa in Vitro" (PDF). eJournal Kedokteran Indonesia (eJKI). Neliti: Repositori Ilmiah Indonesia. Diakses tanggal 17 Juni 2020.
  3. "Pyrithione zinc". National Center for Biotechnology Information. Diakses tanggal 17 Juni 2020.
  4. Tim MGMP Pati (2019). Undang–Undang Kesehatan Jilid II. Deepublish. hlm. 50. ISBN 978-623-209-199-3. Diakses tanggal 17 Juni 2020.
  5. "Pyrithione". DrugBank.ca. Diakses tanggal 17 Juni 2020.
  6. "Zinc pyrithione". American Chemical Society. 14 Februari 2014. Diakses tanggal 19 Juni 2020.

Pranala luar

This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.