Memberi cupang pada pasangan Anda di tengah sesi bercinta dapat terasa menyenangkan, karena seolah-olah menandai dirinya sebagai "milik" Anda. Demikian juga, menerima cupang dapat terasa menyenangkan, asalkan cupangan dilakukan dengan benar. Mulailah dengan langkah 1, dan Anda akan tahu cara memberikan gigitan cinta yang asyik dalam waktu singkat.

Metode 1
Metode 1 dari 3:
Memahami Cupang

  1. 1
    Pahamilah apa yang disebut sebagai cupang. Cupang, yang dikenal juga sebagai "gigitan cinta" atau "tanda ciuman", pada intinya adalah memar yang disebabkan oleh isapan atau ciuman agresif pada tubuh orang lain. Pada mulanya cupang berwarna merah, karena aliran darah yang tersumbat di bawah permukaan kulit, lalu pada akhirnya cupang akan berubah warna menjadi ungu atau cokelat gelap selama waktu penyembuhan.[1]
  2. 2
    Pahamilah mengapa Anda mungkin ingin memberikan cupang pada seseorang. Cupang adalah pertanda nafsu. Pemberian cupang sering dilakukan saat seseorang terhanyut oleh perasaan karena adanya hasrat terhadap orang lain. Berkebalikan dengan anggapan umum, cupang seharusnya diberikan sebagai tanda afirmasi kenikmatan fisik, bukan untuk menunjukkan "kepemilikan" atas diri pasangan.[2]
  3. 3
    Selalu pastikan bahwa Anda menanyakan keinginannya lebih dahulu. Sebuah cupang adalah tanda secara seksual, yang membuat orang itu terlihat "tidak pantas" ketika berada di sekolah, tempat kerja, atau berkunjung ke rumah kerabat (misalnya, rumah kakek dan nenek). Sebagian orang ingin menghindari rasa malu akibat ketahuan memiliki tanda cupang, atau tidak ingin kerepotan akibat berusaha menutupinya. Sebaiknya, jangan pernah memberikan cupang pada seseorang tanpa mengetahui perasaan pasangan Anda lebih dahulu tentang hal itu.
    • Lagipula, menerima cupang dapat juga terasa menyakitkan, yang untuk sebagian orang dapat menjadi perusak suasana. Pertimbangkan kemungkinan ini sebelum memutuskan untuk melakukannya!

Metode 2
Metode 2 dari 3:
Membuat Tanda Cupang

  1. 1
    Panaskan suasana. Jangan langsung mengarah ke leher pasangan Anda dan membuat tanda cupang. Luangkan waktu untuk melakukan ciuman dan French kiss lebih dahulu, lalu gerakkan bibir Anda ke leher pasangan. Mulailah dengan ciuman ringan, lalu ciuman yang lebih kuat dan lebih intens di sekitar leher dan tulang selangka. Jika pasangan Anda tampak menikmatinya, mungkin Anda dapat melanjutkan dengan memberi cupang.
    • "Cupang" bukanlah kata yang terdengar seksi saat dibisikkan di telinga seseorang, jadi jika sampai saat ini Anda masih belum meminta izin darinya, Anda harus menyebutkan bahwa Anda akan meninggalkan tanda pada lehernya. Kemudian, amati bagaimana reaksinya.
  2. 2
    Pilihlah lokasi tanda cupang itu. Cupang paling baik dilakukan pada kulit yang tipis dan lembut, dan itulah sebabnya cupang biasanya terlihat di leher. Tetapi, kulit di lekuk siku atau paha bagian dalam juga tergolong lokasi-lokasi yang paling sering dipilih sebagai lokasi tanda cupang.
    • Jika Anda tahu bahwa pasangan Anda akan merasa sangat malu jika mendapatkan cupang yang terlihat, jangan memberikannya di bagian tengah leher, karena tandanya dapat terlihat oleh orang lain.
    • Bagian belakang leher adalah pilihan lokasi yang baik jika pasangan Anda memiliki rambut panjang. Atau, Anda dapat memilih tulang selangkanya, yang dekat dengan bahu. Bagian itu dapat tertutupi oleh kaus.
  3. 3
    Buka sedikit bibir Anda, lalu tempelkan pada kulitnya. Bayangkan bahwa Anda sedang membuat huruf "O" dengan bibir Anda, lalu tekankan bibir kuat-kuat pada kulit pasangan sehingga Anda dapat membuat tanda yang rapat, tanpa meninggalkan celah bagi udara untuk keluar. Cobalah untuk membuat mulut Anda terlihat lembut dan menggoda ketika melakukannya, bukannya terlihat bagaikan Anda sedang kesulitan saat berusaha keras mencium dengan benar.
  4. 4
    Isap kulitnya. Pada tahap ini, kuncinya adalah mengisap dengan kekuatan secukupnya untuk menyumbat pembuluh darah halus yang berada tepat di bawah kulit, tetapi jangan terlalu keras sehingga menyebabkan rasa sakit pada pasangan. Anda harus mengisap kulitnya selama 20 sampai 30 detik untuk membuat tanda cupang. Ingatlah:
    • Jangan gunakan gigi. Anda tentu tidak ingin gigi Anda menancap ke dalam kulit pasangan dan menyebabkan rasa sakit.
    • Isap secara bertahap. Jika waktu tiga puluh detik secara terus-menerus untuk membuat cupang terasa berlebihan bagi Anda, cobalah melakukannya selama sepuluh detik, lalu selingi dengan berciuman, kemudian lanjutkan selama sepuluh detik di tempat yang sama, dan seterusnya.
    • Kendalikan kadar air liur di dalam mulut Anda. Anda tidak ingin meninggalkan tetesan air liur yang aneh di leher pasangan saat memberikan cupang, jadi telan saja kelebihan air liur di dalam mulut Anda.
  5. 5
    Akhiri dengan halus. Setelah selesai mengisap, cobalah memberikan ciuman lembut di area kulit itu, yang mungkin sekarang terasa lebih sensitif. Kemudian, lanjutkan bercinta seperti biasa.
  6. 6
    Tunggulah selama beberapa menit agar cupang terlihat. Sama seperti proses munculnya tanda memar, Anda tidak dapat langsung melihat tanda cupang itu. Normalnya, cupang itu muncul setelah 5 atau 10 menit, dan warnanya dapat bervariasi dari merah muda sampai ungu gelap.
  7. 7
    Buatlah warna cupang lebih gelap (jika Anda dan pasangan menginginkannya). Jika Anda ingin tanda cupang terlihat lebih besar atau berwarna lebih gelap, kembalilah ke lokasi yang sama dan ulangi prosesnya.
  8. 8
    Berhentilah jika diminta. Mungkin kekasih Anda merasa tidak keberatan dengan pemberian cupang, tetapi dia tidak suka rasanya ketika Anda melakukannya. Atau, mungkin kekasih Anda tidak ingin orang tua atau atasannya melihat tanda tersebut. Hormatilah selalu keinginan pasangan ketika dia berkata, "Tidak," meskipun mungkin Anda telah memulai prosesnya. Sebuah tanda cupang kadang dapat dianggap sebagai tanda kepercayaan, jadi menyalahgunakan kepercayaan tersebut merupakan hal yang tidak benar.

Metode 3
Metode 3 dari 3:
Menyembunyikan Tanda Cupang

  1. 1
    Kenakan riasan. Riasan yang agak tebal cukup efektif menutupi tanda cupang. Pastikan saja bahwa Anda memilih warna yang sama persis dengan warna kulit Anda, dan bahwa Anda dapat menggunakannya dengan baik. Jika tidak, bisa-bisa Anda malah ketahuan berusaha menutupi tanda cupang dengan riasan.[3]
    • Riasan untuk keperluan artis panggung biasanya sangat tebal, jadi mungkin Anda dapat menggunakannya untuk menyembunyikan tanda cupang yang terlihat sangat jelas.
  2. 2
    Kenakan syal. Sebuah syal adalah alat terbaik ketika Anda berusaha menyembunyikan cupang di leher. Syal merupakan benda yang dapat dipakai yang tidak akan dipertanyakan oleh siapa pun (kecuali suhu udara di luar ruangan terasa terlalu panas). Lilitkan syal di sekitar leher Anda, dan pastikan untuk memeriksa posisinya dengan cermin sesekali, untuk memastikan bahwa posisinya tidak bergeser sehingga membuat tanda cupang Anda terlihat.
    • Pilihan lainnya untuk menutupi tanda cupang di leher adalah meengenakan pakaian turtleneck (pakaian, biasanya berupa baju hangat, dengan bagian kerah tinggi melingkar yang menutupi leher), dengan asumsi kondisi cuaca sedang sesuai untuk itu. Atau jika Anda berambut panjang, biarkan saja rambut Anda terurai.
  3. 3
    Tutupi dengan plester. Selembar plester akan efektif untuk menutupi tanda cupang dan memberinya waktu untuk penyembuhan tanpa terlihat oleh pandangan mata orang lain.
  4. 4
    Cobalah untuk mempercepat penyembuhan cupang. Krim "Arnica" dikatakan dapat mempercepat penyembuhan memar, jadi mungkin juga efektif untuk menghilangkan cupang. Ada banyak ramuan lain yang diperkirakan juga membantu mempercepat penyembuhan, seperti mengompres cupang dengan es, menggosoknya dengan sisir, menggeseknya dengan uang logam, dan menutupinya dengan pasta gigi.[4]

Peringatan

  • Menerima cupang dapat terasa menyakitkan. Jika Anda adalah penerima dan tidak menyukai apa yang Anda rasakan, menjauhlah dan katakan pada pasangan Anda untuk menghentikannya.
  • Jangan memberikan cupang jika pasangan Anda menderita penyakit "hemofilia" (kelainan genetik yang menghalangi kemampuan tubuh dalam mengontrol proses pembekuan darah). Berhati-hatilah juga jika pasangan Anda menderita "anemia" (kekurangan kadar hemoglobin dalam darah) karena tanda cupang mungkin akan membesar dan menjadi lebih terlihat.

Tentang wikiHow ini

wikiHow adalah suatu "wiki", yang berarti ada banyak artikel kami yang disusun oleh lebih dari satu orang. Untuk membuat artikel ini, 172 penyusun, beberapa di antaranya anonim, menyunting dan memperbaiki dari waktu ke waktu. Artikel ini telah dilihat 1.384.581 kali.
Daftar kategori: Hubungan Pribadi | Cinta