Kode Morse diciptakan oleh Samuel F.B. Morse pada tahun 1844. 162 tahun kemudian, kode ini masih sering dipakai, terutama oleh para operator radio amatir. Kode ini bisa dikirim dengan cepat menggunakan telegraf, dan sangat berguna untuk mengirimkan sinyal SOS dengan radio, cermin, atau senter, serta sarana komunikasi bagi orang cacat. Dalam mempelajari kode morse, pendekatannya harus seperti mempelajari bahasa baru.

Langkah

  1. 1
    Dengarkan rekaman kode morse yang dipelankan secara cermat. Anda akan mendengarkan kombinasi antara titik (dot) dan garis (dash, mengacu pula pada dit atau dah). Dit adalah garis/bip pendek, dan dah adalah garis/bip panjang (tiga kali dit), dan tiap huruf dipisahkan jeda pendek, sedangkan setiap kata dipisahkan jeda panjang (tiga kali jeda pendek).
    • Anda bisa mencari rekaman latihan kode morse di toko, atau gunakan alat penerima gelombang pendek untuk mendengarkan kode morse asli. Peranti lunak latihan kode morse yang murah maupun gratis juga tersedia di internet dan biasanya kualitasnya lebih baik dari rekaman. Kalimat yang dikodekan bisa disetel ke acak sehingga latihannya tidak membosankan dan bisa ditentukan sesuai selera. Jangan pernah hitung jumlah titik dan garis, pelajarilah suara dari huruf. Jika Anda menggunakan Farnsworth, setel jeda antara huruf lebih lambat dari kecepatan huruf. Pilih kecepatan huruf sedikit di atas target dan jangan pernah diturunkan. Anda hanya boleh menurunkan kecepatan jeda. Inilah cara mempelajari Morse sebagai bahasa, 15-25 kata per menit atau lebih. Metode berikut paling baik digunakan jika Anda tidak berniat menggunakan Morse di atas 5 kata per menit. Anda akan diminta untuk menyingkirkan kebiasaan lama yang buruk dan memulai kembali.
  2. 2
    Lihat daftar alfabet Kode Morse (seperti yang tampak di dasar halaman). Anda bisa menggunakan tabel kode dasar yang diperlihatkan di sebelah kanan halaman bahasa inggris artikel ini, atau gunakan tabel tingkat lanjut yang menyertakan tanda baca, frasa singkatan, prosign dan kode Q.[1] Cocokkan kode yang Anda dengar dengan huruf yang ada di tabel. Bagaimana? Apakah Anda berhasil mencocokkan semuanya?

    Beberapa orang lebih mudah mempelajari morse dengan menuliskan huruf sebagai titik dan garis, lalu dicocokkan dengan tabel kode. Beberapa orang menganggap hal ini akan menambah tahap penerjemahan kode sehingga memperlambat proses pembelajaran Anda. Pilihlah metode yang sesuai dengan Anda. Jika Anda ingin menjauhi metode penulisan titik dan garis, gunakan tabel pelafalan yang mendaftar semua suara sinyal kode morse sehingga kode diterjemahkan sebagai suara, alih-alih simbol titik dan garis. [2]
  3. 3
    Lafalkan. Lakukan latihan penerjemahan kata-kata sederhana menjadi kode morse. Pada awalnya, Anda boleh menuliskan kode-kode ini, kemudian lafalkan. Sebagai contoh, kata “cat” ditulis sebagai:

    -.-.   .-   -


    kemudian suarakan kodenya (Anda bisa menggunakan suara tombol ponsel atau lafalkan saja “bip” supaya kode-kode bisa dipelajari lebih mudah dan cepat). Dalam melafalkan kode morse, dit diucapkan “di” dengan bunyi i pendek dan t diam. Dah diucapkan dengan bunyi a pendek. Jadi, kata cat dilafalkan sebagai dah-di-dah-di di-dah dah. Jika Anda sudah bisa, coba ambil buku anak-anak dan terjemahkan isinya menjadi kode morse tanpa menulis apa pun. Rekam hasil terjemahan Anda, dan putar kembali untuk menilai kesesuaiannya.
    • Perhatikan jeda Anda. Tiap huruf dipisahkan oleh jeda pendek yang durasinya sama dengan dah (tiga kali dit). Setiap huruf dipisahkan oleh jeda panjang yang durasinya tujuh kali dit. Semakin baik jeda Anda, kode akan semakin mudah dimengerti.
  4. 4
    Hafalkan huruf-huruf mudah terlebih dahulu.[3] “T” adalah satu dah dan “E” adalah satu dit. Berikutnya, “M” adalah dah-dah dan “I: adalah dit-dit. Hafalkan huruf yang terdiri dari tiga atau empat dit dan dah yang berturut-turut. Jika sudah, lanjutkan ke kombinasi berikut: dit-dah, dit-dah-dah, dit-dah-dah-dah, dan seterusnya. Hafalkan kombinasi-kombinasi sulit belakangan. Untungnya, beberapa kombinasi sulit hurufnya jarang dipakai, misalnya Q, Y, X, dan V. Oleh karenanya hafalkan kombinasi huruf-huruf yang sering dipakai terlebih dahulu. Perhatikan bahwa E dan T memiliki simbol terpendek dan K, Z, Q, serta X memiliki simbol panjang.
  5. 5
    Buat asosiasi. Untuk tiap huruf, coba pikirkan kata atau frasa yang suaranya mirip. Sebagai contoh, huruf “C” lafalnya adalah dah-dit-dah-dit (panjang pendek panjang pendek). Carilah kata yang suaranya mirip pelafalan tadi, misalnya cantikcantik, frasa tadi dimulai huruf “C”, dan pelafalannya mirip. Bagaimana dengan “N” yang lafalnya dah-dit? Coba asosiasikan dengan nanti. Cara ini semakin sulit dipakai untuk huruf yang kombinasinya rumit. Ada kumpulan mnemonic kode morse untuk bahasa Inggris yang bisa Anda beli atau cari di internet. [4]
    • Jika Anda penggemar musik, cobalah mengasosiasikan lafal kode dengan nada atau melodi yang Anda kenal. Sebagai contoh, nada permulaan Symphony No. 5 karya Beethoven adalah pendek-pendek-pendek-panjang, atau dit-dit-dit-dah, yang merupakan pelafalan huruf "V", angka romawi dari 5 (5th Symphony Beethoven). Sangat cocok, bukan? [5]
  6. 6
    Bersenang-senanglah. Ajaklah teman-teman Anda untuk ikut belajar, dan terapkan kode ini pada hal-hal seru! Misalnya, kedipkan kode SOS pada teman jika kencan Anda berjalan kacau. Operkan pesan rahasia dalam kode morse, atau tulis diari dalam kode morse, atau buat lelucon dalam kode morse sehingga hanya Anda dan teman-teman yang mengerti. Berikan kartu ucapan dalam kode morse, atau ucapkan “aku cinta kamu” dalam kode morse (romantisnya!). Jika Anda memiliki teman belajar dan diterapkan pada hal yang menyenangkan, proses pembelajaran akan berlangsung cepat dan tidak membosankan.
    Iklan

Tentang wikiHow ini

wikiHow adalah suatu "wiki", yang berarti ada banyak artikel kami yang disusun oleh lebih dari satu orang. Untuk membuat artikel ini, 60 penyusun, beberapa di antaranya anonim, menyunting dan memperbaiki dari waktu ke waktu. Artikel ini telah dilihat 20.014 kali.
Daftar kategori: Pendidikan dan Komunikasi
Iklan