Salamander merupakan jenis amfibi yang serupa dengan kadal dan bernapas melalui kelenjar selaput lendir yang berada di mulut, tenggorokan dan kulit. Salamander biasanya dapat ditemukan di habitat yang lengas, lembap dan basah karena kulit salamander harus tetap lengas dan licin agar dapat bernapas.

Langkah

  1. 1
    Berkeliling di lingkungan geografis tempat salamander biasanya tinggal. Sepertiga dari keseluruhan spesies salamander dapat ditemukan di Amerika Utara – terutama wilayah Pegunungan Appalachian, sedangkan dua pertiga lainnya berada di wilayah Amerika Tengah, Amerika Selatan, Asia, dan Eropa.[1]
  2. 2
    Luangkan waktu saat musim semi untuk mencari salamander. Kebanyakan salamander tinggal di bawah tanah, tetapi akan muncul setelah istirahat musim dingin saat musim semi untuk bertelur di kolam dangkal yang hanya ada pada saat musim semi.[2]
  3. 3
    Rencanakan untuk mencari salamander di malam hari, atau ketika cuacanya mendung dan hujan. Salamander merupakan hewan nokturnal dan biasanya dapat ditemukan di malam hari. Namun begitu, hewan tersebut juga dapat muncul di siang hari saat cuaca mendung atau hujan.[3]
  4. 4
    Temukan di lokasi tanah yang selalu lembap. Contoh dari lokasi semacam ini adalah tempat-tempat di dekat tanah basah seperti sungai kecil, sungai, kolam, paya dan rawa.
  5. 5
    Cari serpihan-serpihan benda di permukaan tanah seperti batu, batang kayu yang roboh, ranting, dan dedaunan di dekat tanah basah dan kolam. Salamander harus menjaga kulitnya tetap lembap agar dapat bernapas, serta akan bersembunyi di balik benda-benda tersebut untuk melindunginya dari terpaan sinar matahari.[4]
  6. 6
    Balik serpihan tersebut dengan perlahan untuk menemukan salamander. Gerakan yang dilakukan perlahan dan lembut dapat mencegan salamander merasa takut dan berlari untuk menemukan tempat persembunyian lain dengan cepat.
  7. 7
    Letakkan kembali serpihan pada tempat semula setelah Anda selesai mencari salamander. Setiap kekacauan pada bebatuan, batang kayu dan serpihan lainnya dapat mengubah tingkat kelembapan dan keamanan bagi habitat salamander.
    Iklan

Peringatan

  • Pastikan untuk segera mencuci tangan setelah bersentuhan dengan salamander. Beberapa spesies salamander dapat mengeluarkan zat beracun yang dapat mengakibatkan iritasi kulit, keracunan salmonela dan kematian untuk kasus tertentu.
Iklan

Tentang wikiHow ini

wikiHow adalah suatu "wiki", yang berarti ada banyak artikel kami yang disusun oleh lebih dari satu orang. Untuk membuat artikel ini, penyusun sukarela menyunting dan memperbaiki dari waktu ke waktu. Artikel ini telah dilihat 6.323 kali.
Daftar kategori: Hewan
Iklan