Gaya adalah istilah fisika yang didefinisikan sebagai suatu pengaruh yang menyebabkan benda mengubah kelajuan atau arah gerakan atau rotasinya. Gaya dapat mempercepat benda dengan menarik atau mendorong. Hubungan antara gaya, massa, dan percepatan didefinisikan oleh Issac Newton dalam hukum Newton 2, yang menyatakan bahwa gaya sebuah benda adalah hasil perkalian massa dan percepatannya. Jika kamu ingin mengetahui cara mengukur gaya, ikuti saja langkah-langkah ini.

Metode 1
Metode 1 dari 2:
Mengukur Gaya

  1. 1
    Pahami hubungan antara gaya, massa, dan percepatan. Gaya sebuah benda hanyalah hasil perkalian massa dan percepatannya. Hubungan ini dapat didefinisikan dengan rumus berikut: Gaya = Massa x Percepatan. Berikut adalah beberapa hal lain yang perlu diperhatikan saat mengukur gaya:[1]
    • Satuan standar untuk massa adalah kilogram (kg).
    • Satuan standar untuk percepatan adalah m/s2.
    • Satuan standar untuk gaya adalah newton (N). Newton merupakan satuan turunan. 1N = 1 kg x 1m/s2.
  2. 2
    Ukurlah massa benda yang diberikan. Massa sebuah benda adalah banyaknya zat yang terkandung di dalamnya. Massa sebuah benda tidak pernah berubah, tidak peduli berada di planet manapun; sedangkan berat berubah-ubah bergantung pada gaya tarik gravitasi. Massamu di Bumi dan di Bulan sama. [2] Dalam sistem metrik, massa dapat dituliskan dalam gram atau kilogram. Misalkan benda yang kita gunakan adalah truk dengan massa 1000 kg.
    • Untuk mencari massa benda yang diberikan, letakkan di neraca tiga lengan atau neraca ganda. Neraca ini akan mengukur massa dalam kilogram atau gram.
    • Dalam sistem Imperial, massa bisa dinyatakan dalam satuan pon (pound). Oleh karena gaya juga bisa dinyatakan dalam satuan ini, istilah "pound-mass" diciptakan untuk membedakan penggunaannya. Meskipun demikian, jika Anda menemukan massa benda dinyakan dengan pon, cukup kalikan dengan 0,45 untuk mengetahui nilainya dalam kilogram.
  3. 3
    Ukurlah percepatan benda. Dalam fisika, percepatan didefinisikan sebagai perubahan kecepatan, yang didefinisikan sebagai kelajuan dalam arah tertentu, setiap satuan waktu. Selain dipercepat, percepatan juga dapat didefinisikan sebagai perlambatan atau berubah arah. Sama seperti kecepatan dapat diukur dengan spidometer, percepatan juga diukur dengan akselerometer. Misalkan percepatan truk dengan massa 1000 kg adalah 3m/s2.
    • Dalam sistem metrik, kecepatan dituliskan dalam centimeter per sekon atau meter per sekon, dan percepatan dituliskan dalam centimeter per sekon per sekon (centimeter per sekon kuadrat) atau meter per sekon per sekon (meter per sekon kuadrat).
    • Dalam sistem Imperial, salah satu cara untuk menyatakan kecepatan adalah kaki per detik. Jadi, percepatan juga bisa dinyatakan dalam satuan kaki per detik kuadrat.
  4. 4
    Kalikan massa benda dengan percepatannya. Hasilnya adalah nilai gaya. Masukkan saja angka yang sudah didapatkan ke dalam persamaan dan kamu akan mengetahui gaya sebuah benda. Ingatlah untuk menuliskan jawabanmu dalan netwon (N). [3]
    • Gaya = Massa x Percepatan
    • Gaya = 1000 kg x 3m/s2
    • Gaya = 3000N
    Iklan

Metode 2
Metode 2 dari 2:
Konsep Yang Lebih Rumit

  1. 1
    Carilah massa jika kamu mengetahui gaya dan percepatan. Jika kamu mengetahui gaya dan percepatan sebuah benda, masukkan saja nilainya ke dalam rumus yang sama untuk mencari massa benda. Inilah cara melakukannya:
    • Gaya = Massa x Percepatan
    • 3N = Massa x 3m/s2
    • Massa = 3N/3m/s2
    • Massa = 1 kg
  2. 2
    Carilah percepatan jika kamu mengetahui gaya dan massan. Jika kamu mengetahui gaya dan massa sebuah benda, masukkan saja nilainya ke dalam rumus yang sama untuk mencari percepatan benda. Inilah cara melakukannya:
    • Gaya = Massa x Percepatan
    • 10N = 2 kg x Percepatan
    • Percepatan = 10N/2kg
    • Percepatan = 5m/s2
  3. 3
    Carilah percepatan sebuah benda. Jika kamu ingin mengetahui gaya sebuah benda, kamu dapat menghitung percepatannya selama kamu mengetahui massanya. Yang harus kamu lakukan adalah menggunakan rumus untuk mencari percepatan sebuah benda. [4] Rumusnya adalah (Percepatan = Kelajuan Akhir – Kelajuan Awal)/Waktu.
    • Contoh: Seorang pelari memiliki kelajuan 6 m/2 selama 10 sekon. Berapa percepatannya?
    • Kelajuan akhirnya adalah 6 m/s. Kelajuan awalnya adalah 0 m/s. Waktunya adalah 10 s.
    • Percepatan = (6 m/s - 0 m/s)/10s = 6/10s = 0,6m/s2
    Iklan

Hal yang Anda Butuhkan

  • Neraca atau neraca pegas
  • Akselerometer
  • Pensil dan kertas atau kalkulator

Tentang wikiHow ini

wikiHow adalah suatu "wiki", yang berarti ada banyak artikel kami yang disusun oleh lebih dari satu orang. Untuk membuat artikel ini, 10 penyusun, beberapa di antaranya anonim, menyunting dan memperbaiki dari waktu ke waktu. Artikel ini telah dilihat 14.055 kali.
Daftar kategori: Fisika
Iklan