Bahasa Aram Nabath

Bahasa Aram Nabath adalah ragam bahasa Aram yang digunakan secara tertulis pada prasasti-prasasti oleh suku Nabath di Negev, sebelah timur Sungai Yordan, dan juga di Semenanjung Sinai.

Aram Nabath
Prasasti persembahan yang ditulis dalam abjad Nabath kepada dewa Qasiu.[1]
WilayahArabia Petraea dan Jazirah Arab
EtnisSuku Nabath
Punahabad ke-6 M
Abjad Nabath
Kode bahasa
ISO 639-3Tidak ada (mis)
LINGUIST List
qhy
GlottologTidak ada

Sejarah

Setelah runtuhnya Kekaisaran Akhemeniyah (330 SM), penggunaan bahasa Aram sebagai basantara di Timur Tengah mulai menurun, digantikan oleh bahasa Yunani Koine di wilayah-wilayah yang ditaklukan oleh Aleksander Agung. Tetapi bahasa Aram masih bertahan sebagai basantara di Syam bagian selatan dan Jazirah Arab.[2]

Kepunahan

Bahasa Aram Nabath dianggap punah ketika mulai populernya bahasa Arab selama kemunculan kepercayaan Islam, yang menariknya merupakan salah satu bahasa yang sebelumnya juga pernah digunakan oleh suku ini.[3]

Bukti tertulis

Bukti tulisan bahasa Aram Nabath dapat ditemukan berupa prasasti penguburan dan penahbisan di kota kuno Petra, Bosra, dan Hegra (kini Mada'in Saleh), serta ada banyak prasasti kecil yang ditemukan di Semenanjung Sinai bagian selatan. Ada juga bukti prasasti yang dianggap sebagai bahasa ini di Qumran.

Prasasti Aram Nabatea pertama kali ditemukan di Elusa, yang sekarang merupakan bagian Negev, Israel. Prasasti itu menyebut Aretas, seorang raja Nabath. Joseph Naveh berpendapat bahwa prasasti ini, yang dapat dilacak ke Aretas I, seorang penguasa Arab yang kemungkinan disebut Imam Yason sebagai penguasa yang melindunginya di Petra pada tahun 169 SM.[4]

Lebih dari 4.000 prasasti yang digali telah dianggap ditulis dalam bahasa Aram Nabatea.[5] Sebagian besar prasasti Aram Nabath yang ditemukan menyebut penguburan. Prasasti paling awal yang ditemukan ditulis dalam abjad Nabath ditemukan di Horvat Raqiq, dekat kota Beersheba, Israel. Prasasti ini termasuk unik karena juga ditulis menggunakan tinta yang dioleskan di atas batu besar.[6]

Sebagian besar prasasti Aram Nabath ditemukan terukir di atas batu, seperti prasasti Aslah dari Petra (95 SM), persembahan kepada dewi al-Kutba dari Wadi Tumilat (77 SM) dan Rabbel I dari Petra (66 M).[7] Beberapa penggalian telah menemukan prasasti pada benda-benda logam. Sebagian besar prasasti tersebut tertulis pada koin logam. Penggalian di Wadi Musa, Yordania bagian selatan, menemukan lusinan fragmen perunggu dengan tulisan Nabatean di atasnya, namun sumber fragmen ini tidak pasti. Sebuah prasasti perunggu penting ditemukan pada kompor minyak perunggu yang digali di Wadi Musa dengan persembahan dari seorang imam dan putranya kepada Obodas, yang berasal dari masa pemerintahan raja Nabath bernama Rabbel II, yang memerintah antara tahun 70 M106 M.[8]

Beberapa pendapat mengemukakan bahwa pencaplokan Petra oleh Romawi pada tahun 106 M menyebabkan penurunan penggunaan bahasa Aram Nabath di wilayah tersebut, karena tidak ada prasasti Nabath yang ditemukan di Petra yang dapat dilacak setelah pencaplokan. Prasasti Nabatea terbaru yang ditemukan ditulis pada tahun 356 M, yang ditemukan di Hijaz, yang sekarang merupakan bagian dari Arab Saudi.[9]

Penggolongan

Bahasa Aram Nabath merupakan ragam bahasa Aram Kekaisaran yang mulai menunjukkan ciri khas ragam barat, yaitu penggunaan penanda objek yt.[10]

Aksara

Prasasti pemakaman batu basal yang bertuliskan abjad Aram. Sekarang disimpan di Museum Louvre, Paris, Prancis.

Abjad Nabath memiliki ciri ragam abjad Aram yang ditulis dengan gaya kursif. Abjad ini kemudian berkembang menjadi abjad Arab mulai abad ke-5 M.[11]

Referensi

Catatan kaki

  1. Basalt, 1st century AD. Found in Sia in the Hauran, Southern Syria.
  2. Gzella, Holger. A Cultural History of Aramaic. From the Beginnings to the Advent of Islam. Leiden: Brill, 2015: 213.
  3. Cantineau, J. Le Nabatéen. Paris: Librairie Ernest Leroux, 1930–1932: x. Print.
  4. Richard, Suzanne Louise. Near Eastern Archaeology: A Reader. Winona Lake, IN: Eisenbrauns, 2003. Print
  5. Richard, Suzanne Louise. Near Eastern Archaeology: A Reader. Winona Lake, IN: Eisenbrauns, 2003. Print
  6. Naveh, Joseph. "Nabatean Language, Script and Inscriptions". http://mushecht.haifa.ac.il/catalogues/Nabateans/Joseph_Naveh.pdf
  7. al-Salameen, Zeyad, and Younis Shdaifat. "A New Nabataean Inscribed Bronze Lamp." Arabian Archaeology and Epigraphy 25.1 (2014): 43-49. Print.
  8. al-Salameen, Zeyad, and Younis Shdaifat. "A New Nabataean Inscribed Bronze Lamp." Arabian Archaeology and Epigraphy 25.1 (2014): 43-49. Print.
  9. Richard, Suzanne Louise. Near Eastern Archaeology: A Reader. Winona Lake, IN: Eisenbrauns, 2003. Print.
  10. Gzella, Holger. A Cultural History of Aramaic. From the Beginnings to the Advent of Islam. Leiden: Brill, 2015: 241.
  11. Everson, Michael (2010-12-09). "N3969: Proposal for encoding the Nabataean script in the SMP of the UCS" (PDF). Working Group Document, ISO/IEC JTC1/SC2/WG2.

Daftar pustaka

  • al-Khraysheh, Fawwaz. Die Personennamen in den nabatäischen Inschriften des Corpus Inscriptionum Semiticarum. Marburg 1986. In German
  • Cantineau, J. Le Nabatéen. 2 vols. Paris: Librairie Ernest Leroux, 1930–1932. In French
  • Euting, Julius. Nabatäische Inschriften aus Arabien. Berlin 1885. In German
  • Hackl, Ursula/Jenni, Hanna/Schneider, Christoph. Quellen zur Geschichte der Nabatäer. NTOA 51. Fribourg 2003. ISBN 3-7278-1410-1. In German
This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.