Bahasa Jawa Pecinan Surabaya

Bahasa Jawa Pecinan Surabaya disebut juga sebagai bahasa Pasar Pecinan Surabaya (bahasa Jawa: ꦥꦱꦫꦤ꧀ꦥꦺꦕꦶꦤꦤ꧀ꦱꦸꦫꦧꦪ, translit. pasaran pècinan surabaya; Hanzi: 泗水唐人街市場; Pinyin: sìshuǐ tángrénjiē shìchǎng) atau bahasa Pasar Atom adalah subdialek yang berakar dari dialek Surabaya yang umumnya dituturkan oleh kalangan Tionghoa Indonesia (disebut juga sebagai Chindo) di Surabaya, khususnya dalam urusan berniaga dan pergaulan sehari-hari. Subdialek ini memiliki elemen percampuran antara dialek Surabaya, bahasa Hokkien, dan bahasa Khek.[1][2][3]

Bahasa Pecinan Surabaya
Boso Jawa Pecinan Suroboyo
  • Pasaran Pècinan Surabaya
  • ꦥꦱꦫꦤ꧀ꦥꦺꦕꦶꦤꦤ꧀ꦱꦸꦫꦧꦪ
  • 泗水唐人街市場
  • sìshuǐ tángrénjiē shìchǎng
Dituturkan di Indonesia
Wilayah Kota Surabaya
EtnisTionghoa Indonesia
Austronesia
Alfabet Latin
Status resmi
Diakui sebagai
bahasa minoritas di
Kode bahasa
ISO 639-3
  • Warna Merah: Wilayah dimana Bahasa Jawa Pecinan Surabaya dituturkan secara dominan, meliputi wilayah kecamatan Pabean Cantian (dan sekitarnya)

Oleh sebagian golongan masyarakat, subdialek ini lebih dikenali sebagai 'bahasa Pasar Atom' karena subdialek ini lebih dominan dituturkan di kawasan perniagaan Pasar Atom yang merupakan salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya. Menurut sejarahnya, perkembangan subdialek ini bermula dari penggunaan pencampuran linguistik yang dituturkan sebagai media komunikasi dalam kegiatan transaksi perniagaan di daerah Pasar Atom sebelum akhirnya berkembang secara ekstensif di daerah sekitar Kecamatan Pabean Cantian, dan kemudian meilputi daerah-daerah lain yang mayoritas beretnis Tionghoa Indonesia di Surabaya, seperti Surabaya Barat dan Surabaya Timur.[4]

Sejarah

Perkembangan bahasa Pasar Atom ini tidak lepas dari sejarah masuknya etnis Tionghoa ke Surabaya. Masyarakat Tionghoa di Surabaya masuk dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama pada abad ke-13 hingga ke-15 yang bertujuan untuk berdagang, dan gelombang kedua yang datang dari Tiongkok Selatan. Kelompok ini merantau ke Surabaya karena terjadi kekacauan di Tiongkok akibat pergantian dinasti dari Ming ke Qing pada 1644.

Surabaya saat itu dianggap lebih aman daripada Tiongkok Daratan. Permukiman pertama orang-orang Tionghoa di Surabaya berada di sepanjang Kalimas. Para perantau ini cenderung mengikuti bahasa setempat, yakni pada saat itu bahasa Jawa. Bahkan tidak sedikit orang Tionghoa yang menikah dengan orang Jawa. Perkawinan antarsuku ini oleh warga setempat biasa disebut ampyang, yang sebenarnya adalah kue perpaduan kacang cina dengan gula jawa.[5]

Ciri bahasa

Bahasa Pasar Atom memiliki beberapa ciri-ciri dan pola-pola tertentu, di antaranya:

Perubahan bunyi

Perubahan bunyi dalam bahasa Pasar Atom terjadi pada kosakata yang berasal dari bahasa-bahasa Tionghoa, bahasa Jawa, hingga bahasa Indonesia. Perubahan ini dapat berupa pergeseran nilai fonetis, penyederhaan, dan/atau penambahan bunyi.

Kosakata bahasa Tionghoa[3]

  • jiejie (姐姐) → cece (kakak perempuan) — penyederhanaan bunyi
  • mèimei (妹妹) → meme (adik perempuan) — penyederhanaan bunyi
  • gēgē (哥哥) → koko (kakak laki-laki) — perubahan bunyi

Kosakata bahasa Indonesia

Pada kosakata bahasa Indonesia, pada beberapa kasus bunyi /r/ menjadi /l/ atau hilang, dan bunyi /t/ menjadi /k/.[6]

  • pergi → pigi — kehilangan bunyi r
  • lihat → liak — perubahan bunyi t menjadi k
  • kerja → keja — kehilangan bunyi r
  • contoh → conto — kehilangan bunyi h

Kosakata bahasa Jawa

  • dhéwé [ɖewe]dhèwèk [ɖɛwɛk] (sendiri) — penambahan bunyi k, bunyi é [e] menjadi è [ɛ]
  • ya apa [jɔ.ɔpɔ]ya apa [ja.apa] (bagaimana) — bunyi o [ɔ] menjadi a
  • isa [isɔ] → isa [isa] (bisa) — bunyi o [ɔ] menjadi a

Afiksasi

Salah satu ciri paling kental dari bahasa Pasar Atom adalah penggunaan imbuhan bahasa Jawa untuk kosakata bahasa Indonesia. Sedikit di antaranya:

Akhiran -é

  • Rumah + é → rumaé — huruf h luluh
  • Orang + é → orangé
  • Temen + é → temené

Akhiran -a

Dalam bahasa Jawa akhiran -a dibaca o. Meskipun demikian, tulisan berbahasa Pasar Atom biasanya tidak patuh pada kaidah penulisan baku bahasa Jawa sehingga tetap menggunakan huruf o.

  • Beli + o → belio
  • Pigi + o → pigio
  • Sini + o → sinio

Akhiran -en

  • Makan + en → makanen
  • Ambil + en → ambilen
  • Jual + en → jualen

Contoh

Beberapa contoh bahasa Pasar Atom:

  • Langganan lo, Ce, mosok ga dipotong blas, potong ceban lagi la.
    • Pembagian bahasa: Langganan lo (id), Ce (zh), mosok (jv) ga (id) dipotong (id) blas (jv), potong (id) ceban (zh) lagi la (id).
    • Arti: Langganan lo, Ce, masa tidak dipotong sama sekali, potong sepuluh ribu lagi lah.
  • Tak tunggu ndek sana, ya!
    • Pembagian bahasa: Tak (jv) tunggu (id) ndek (jv) sana (id), ya (id)!
    • Arti: Aku tunggu di sana, ya!
  • Tadi ketemu koko ndek mana?
    • Pembagian bahasa: Tadi (id) ketemu (id) koko (zh) ndek (jv) mana (id)?
    • Arti: Tadi ketemu Koko di mana?

Budaya populer

Brandon De Angelo, seorang penari dan pemeran asal Surabaya, sering memperagakan bagaimana orang Tionghoa Surabaya menggunakan bahasa Pasar Atom melalui akun TikToknya. Tak jarang video-video hiburan ini menjadi viral dan turut memperkenalkan bahasa khas Tionghoa Surabaya ke masyarakat luas.[7]

Lihat juga

Referensi

  1. "Dialek Unik Tionghoa Surabaya yang Bisa Bikin Anda Senyum-senyum Sendiri!" Redaksi, Tim (2016-02-08). "Dialek Unik Tionghoa Surabaya yang Bisa Bikin Anda Senyum-senyum Sendiri!". JPNN.com. Diakses tanggal 2019-05-30.
  2. Rokhmad, Arif. 2016. Dialek Pemuda Muslim Tionghoa dalam Interaksi Sosial (Studi Deskriptif Kualitatif di Komunitas Muslim Tionghoa di Kota Surabaya). UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. PDF
  3. Sari, Eka Novita. "Pemakaian Bahasa oleh Etnis Tionghoa di Surabaya: Suatu Kajian Fonologi dan Morfologi" Skriptorium, Vol. 2, No. 2. PDF
  4. "Pasar Atom: dari parkir VIP sampai kolam renang". Ayorek!. 2013-06-28. Diakses tanggal 2019-05-30.
  5. "Mau Tau Asal-usul dan Sejarah Dialek Unik Tionghoa Surabaya? Masuk Sini!" Redaksi, Tim (2016-02-08). "Mau Tau Asal-usul dan Sejarah Dialek Unik Tionghoa Surabaya? Masuk Sini!". JPNN.com. Diakses tanggal 2019-05-30.
  6. Sn, Soenano. "VARIETAS BAHASA MASYARAKAT CINA DI SURABAYA (KAJIAN BAHASA ANTARETNIK)" (dalam bahasa Inggris).
  7. Ayuningtyas, Novita (2021-04-26). Fahrudin, Nanang, ed. "Kembali Viral, Ini 6 Video TikTok Kocak Brandon IMB yang Jadi Sorotan". Liputan6.com. Diakses tanggal 2021-10-20.
This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.