Bandungan, Semarang

Bandungan (bahasa Jawa: ꦧꦤ꧀ꦢꦸꦁꦔꦤ꧀, translit. Bandungan) adalah kecamatan di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Bandungan terbentuk pada tahun 2007 sebagai pemekaran yang mengambil sebagian wilayah Kecamatan Ambarawa, Jambu, dan Bawen tahun 2007. Kecamatan ini berjarak sekitar 16 kilometer dari Ungaran ( ibukota kabupaten Semarang ). Pusat pemerintahannya berada di kelurahan Bandungan.

Bandungan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenSemarang
Pemerintahan
  CamatEko Purwanto, S.Sos,
Populasi
 (2020)[1]
  Total58.799 jiwa
  Kepadatan1.219/km2 (3,160/sq mi)
Kode Kemendagri33.22.20
Luas48,23 km²
Desa/kelurahan10

Asal-usul

Bandungan berasal dari kata "bendungan". Diceritakan hidup pasangan suami istri Kyai Sanggem dan Nyai Sanggem. Kedua pasutri tersebut bersemedi dan memperoleh wangsit untuk mencari sumur di lereng Gunung Ungaran guna memperoleh keturunan. Setelah memperoleh keturunan Kyai Sanggem mendapatkan wangsit kembali untuk menutup sumur tersebut agar tidak terjadi bencana bagi desa dibawahnya dengan konsekuensi tidak ada mata air lagi di desanya.

Kemudian Kyai Sanggem menutup sumur (membendung) tersebut dengan gong. Desa tersebut kemudian terkenal dengan nama Bandungan. Makam ke dua pasutri tersebut bisa ditemukan di belakang kantor kecamatan bandungan.

Batas wilayah

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

UtaraKecamatan Bergas
TimurKecamatan Bawen
SelatanKecamatan Ambarawa dan Kecamatan Jambu
BaratKecamatan Sumowono

Desa/ kelurahan

Objek wisata

Kecamatan Bandungan terletak di lereng Gunung Ungaran telah dikenal sejak masa kolonial sampai sekarang sebagai objek wisata pegunungan (naar boven) bagi warga kota besar di sekitarnya, seperti Semarang, Ungaran, Salatiga, dan Ambarawa. Berbagai rumah peristirahatan dibangun sebagai losmen, hotel, sampai villa. Terdapat taman wisata (New Bandungan Indah Waterpark and Family Resort, lebih dikenal sebagai Taman PJKA Bandungan) yang menawarkan udara sejuk, taman, permainan di alam, kolam renang, dan pemandangan indah ke arah Rawa Pening dan Gunung Merbabu dan Merapi. Di kecamatan ini (Desa Candi) juga terdapat Candi Gedongsongo dan Candi Asu.

Selain itu, terdapat pula pasar wisata yang terutama menjual sayur, buah, dan tanaman hias khas pegunungan yang cukup besar di kecamatan ini (Desa Bandungan). Lokasi pasar tepat berada di jalan utama Bandungan. Wisatawan bisa membeli oleh-oleh makanan khas Bandungan seperti kerupuk opak, tahu, dan torakur.[2]

Referensi

Pranala luar

This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.