Burung kenari
Burung kenari (Serinus canaria) pertama ditemukan Oleh Pelaut Prancis Jean de Berthan Cout di Kepulauan Canary pada abad ke-15.[2]
| Burung Kenari | |
|---|---|
![]() | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Kelas: | |
| Ordo: | |
| Famili: | Fringillidae |
| Genus: | Serinus |
| Spesies: | S. canaria |
| Nama binomial | |
| Serinus canaria (Linnaeus, 1758) | |
Negara Belanda yang kini lebih dikenal sebagai negara pengekspor kenari Indonesia, semula mendatangkan kenari dari Inggris, Jerman dan Belgia kemudian kenari tersebut dikawinkan dengan kenari liar dan menghasilkan beberapa jenis kenari lainnya.
Nama burung kenari tidak berhubungan dengan buah kenari, melainkan diambil dari nama pulau habitat aslinya, yaitu Kepulauan Canary. Kepulauan itu sendiri mendapat namanya dari bahasa Latin canarias yang berarti (pulau) anjing, karena banyaknya anjing liar yang ada di sana pada zaman dahulu.
Galeri
Referensi
- BirdLife International (2012). "Serinus canaria". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2013.2. International Union for Conservation of Nature. Diakses tanggal 26 November 2013.
- "Burung Kenari, Burung Tampan Kesayangan Bangsawan". Trubus.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-02-13. Diakses tanggal 2021-02-10.
This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.


.jpg.webp)




.jpg.webp)
