Kabupaten Katingan

Kabupaten Katingan adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah. Kabupaten yang beribu kota di Kasongan ini memiliki luas wilayah 17.500 km² dan berpenduduk sebanyak 162.200 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2020). Semboyan kabupaten ini adalah "Penyang Hinje Simpei" (bahasa Ngaju) yang artinya adalah Hidup Rukun dan Damai untuk Kesejahteraan Bersama. Kabupaten ini terdiri dari 13 kecamatan 154 Desa dan 7 Kelurahan.[1]

Kabupaten Katingan
Peta
Kabupaten Katingan
Peta
Kabupaten Katingan
Kabupaten Katingan (Indonesia)
Koordinat: 1°54′S 113°23′E
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Tengah
Ibu kotaKasongan
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
  BupatiSakariyas, S.E.
  Wakil BupatiSunardi N.T. Litang
Luas
  Total17.500,00 km2 (6,756,79 sq mi)
Populasi
  Total162.200
  Kepadatan9/km2 (20/sq mi)
Demografi
  AgamaIslam 59,30%
Kristen 20,84%
- Protestan 18,60%
- Katolik 2,24%
Hindu Kaharingan 19,86%[1]
  IPM 68,89 (2021)
sedang[2]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode area telepon0536
Pelat kendaraanKH xxxx N*/U*
Kode Kemendagri62.06
DAURp 717.720.848.000,- (2020)[3]
Semboyan daerahPenyang Hinje Simpei
"Hidup Rukun dan Damai untuk Kesejahteraan Bersama."
Situs webkatingankab.go.id
Sungai Katingan

Sejarah

Pada abad ke-14 wilayah Katingan merupakan salah satu wilayah jajahan Majapahit seperti yang disebutkan dalam Kakawin Nagarakretagama yang ditulis tahun 1365. Nama sungai Katingan diambil dari nama daerah yang terdapat di hulu sungai tersebut, yaitu daerah Katingan (Kasongan). Belakangan muncul daerah baru di hilir, yaitu Mendawai.

Menurut Hikayat Banjar, wilayah Kabupaten Katingan sudah termasuk ke dalam daerah kekuasaan kerajaan Banjar-Hindu (Negara Dipa) sejak pemerintahan Lambung Mangkurat dengan wilayah kekuasaannya perbatasan paling barat berada di Tanjung Puting. Wilayah ini ketika itu terdiri atas dua sakai (daerah), yaitu Mendawai dan Katingan yang masing-masing memiliki ketua daerah sendiri-sendiri yang disebut Menteri Sakai, kemudian pada abad ke-17 pada masa kekuasaan Sultan Banjar IV, Marhum Panembahan (Raja Maruhum), wilayah Mendawai-Katingan merupakan salah satu daerah yang diberikan kepada puteranya Pangeran Dipati Anta-Kasuma yang kemudian menjadi adipati/raja Kotawaringin menggantikan mertuanya Dipati Ngganding yang wilayah kekuasaannya meliputi bagian barat Kalimantan Tengah saat ini. Menurut Hikayat Banjar, pada masa itu Pelabuhan Mendawai merupakan tempat transit para pedagang Banjarmasin jika hendak pergi berlayar menuju negara Kesultanan Mataram di pulau Jawa.

Menurut laporan Radermacher, kepala daerah Mendawai/Katingan pada tahun 1780 adalah Kyai Ingabei Suradi Raja.[4] Kiai Ingabehi Suradiraja adalah gelar yang diberikan kepada seseorang yang telah berhasil membunuh dua orang pengikut Gusti Kasim dari daerah Negara tahun 1780, kemudia ia dilantik sebagai pembantu utama syahbandar di pelabuhan Tatas (Banjarmasin).[5] Pada tanggal 13 Agustus 1787, wilayah Kabupaten Katingan sudah diserahkan Sultan Tahmidullah II kepada VOC Belanda, kemudian daerah ini berkembang menjadi sebuah Distrik.

Pada 2 Mei 1826 Sultan Adam dari Banjarmasin menyerahkan landschap Mendawai (Katingan) kepada Hindia Belanda.[6] Penguasa Mendawai dan Katingan selanjutnya adalah Djoeragan Kassim (1846), Abdolgani (1848), Djoeragan Djenoe (1850), Jaksa kiai Pangoeloe Sitia Maharaja (1851), Kiai Toeainkoe Gembok (1859). Selanjutnya Demang Anoem Tjakra Dalam atau dikenal sebagai Demang Anggen, dilantik oleh Gubernur Hindia Belanda pada tanggal 10 Januari 1895 dan mengepalai wilayah Mandawai (Districtshoofd van Mandawai, afdeeling Sampit, residentje Zuider en Oosterafdeeling van Borneo). Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam zuid-ooster-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8[7]

Geografi

Batas Wilayah

Kabupaten Katingan dengan ibu kota Kasongan memiliki luas areal 17.500 km², berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur yang terdiri dari 13 kecamatan. Letak geografis Kabupaten Katingan adalah antara 1°14'4,9"-3°11'14,72" LS dan 112°39'59"-112°41'47" BT. Adapun batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

UtaraKabupaten Sintang
TimurKabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangkaraya
SelatanLaut Jawa
BaratKabupaten Kotawaringin Timur

Tata Guna Lahan

Hingga tahun 2003, pemanfaatan lahan utama di Kabupaten Katingan terdiri dari perkampungan, industri, sawah, tanah kering, kebun campuran, perkebunan, hutan, hutan kosong dan rusak, perairan dan lainnya. Sekitar 60% wilayah Kabupaten Katingan masih berupa hutan belukar dan hutan lebat. Perkebunan menempati porsi terbesar nomor 2 (dua), yaitu sekitar 11% sehingga penggunaan lahan lainnya tidak sampai 10%. Lokasi pengembangan tambak seluas 2.000 ha di Kabupaten Katingan, yaitu di Kecamatan Katingan Kuala, termasuk dalam wilayah lahan hutan belukar (mangrove).

Secara keseluruhan tata guna lahan di wilayah ini adalah sebagai berikut:

  • Kampung/permukiman: 19.285,60 ha
  • Industri: 3.156,50 ha
  • Sawah: 75.327,50 ha
  • Tanah kering: 109.847,40 ha
  • Kebun campuran: 0,00 ha
  • Perkebunan: 37.277,10 ha
  • Hutan: 253.816,50 ha
  • Semak, padang rumput: 0,00 ha
  • Hutan kosong, rusak: 854.403,80 ha
  • Perairan dan lainnya: 193.118,70 ha

Karakteristik daerah-daerah di Pulau Kalimantan pada umumnya adalah keberadaan sungai dan hutan yang terbesar di seuruh wilayah. Seperti itu juga yang tampak pada Kabupaten Katingan, Kabupaten yang pada tahun 2002 masih menjadi bagian dari Kabupaten Kotawaringin Timur. Namun salah satu yang menonjol dari wilayah yang dialiri Sungai Katingan, sungai terbesar kedua di Kalimantan Tengah adalah kekayaan hasil hutan ikutan berupa rotan. Katingan merupakan salah satu daerah penghasil rotan terbesar di Indonesia.

Iklim

Seperti wilayah lain di Kalimantan, Kabupaten Katingan beriklim hutan hujan tropis (Af) dengan curah hujan yang cenderung tinggi hampir sepanjang tahunnya. Curah hujan yang tinggi tersebut pun diikuti dengan tingkat kelembapan nisbi yang relatif tinggi berkisar antara 70%–80%. Suhu udara di wilayah ini pun cenderung konstan yakni berkisar antara 23°–34°C.

Data iklim Katingan, Kalimantan Tengah, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31
(88)
31.2
(88.2)
31.2
(88.2)
31.1
(88)
31.3
(88.3)
31.1
(88)
31
(88)
31.9
(89.4)
32.7
(90.9)
32.4
(90.3)
31.3
(88.3)
30.9
(87.6)
31.42
(88.6)
Rata-rata harian °C (°F) 27.1
(80.8)
27.2
(81)
27.3
(81.1)
27.3
(81.1)
27.5
(81.5)
27.3
(81.1)
27.1
(80.8)
27.6
(81.7)
28.1
(82.6)
27.8
(82)
27.2
(81)
27.1
(80.8)
27.38
(81.29)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.5
(74.3)
23.6
(74.5)
23.6
(74.5)
23.8
(74.8)
23.9
(75)
23.6
(74.5)
23.2
(73.8)
23.3
(73.9)
23.7
(74.7)
23.7
(74.7)
23.6
(74.5)
23.5
(74.3)
23.58
(74.46)
Curah hujan mm (inci) 310
(12.2)
285
(11.22)
309
(12.17)
296
(11.65)
232
(9.13)
193
(7.6)
143
(5.63)
120
(4.72)
143
(5.63)
234
(9.21)
308
(12.13)
337
(13.27)
2.910
(114,56)
Rata-rata hari hujan 18 16 18 18 17 14 12 10 11 16 19 20 189
 % kelembapan 86 84 85 84 83 81 79 75 78 80 84 87 82.2
Rata-rata sinar matahari harian 7.1 7.6 7.4 7.7 7.7 7.9 8.3 8.4 8.5 8.0 7.4 6.8 7.73
Sumber #1: Climate-Data.org[8]
Sumber #2: BMKG[9]

Pemerintahan

Daftar Bupati

No.FotoNamaAwal JabatanAkhir JabatanWakil BupatiKeteranganRef.
1Drs. Duwel Rawing 20022003Penjabat bupati
2003 2008H. Ahmad Yantenglie, S.E.Bupati definitif
2008 24 Juli 2013 H. SuryaPeriode kedua[10]
2H. Ahmad Yantenglie, S.E. 24 Juli 2013 7 Juni 2017Sakariyas, S.E.Bupati definitif[11]
3Sakariyas, S.E. 7 Juni 201711 Agustus 2017Pelaksana tugas (plt.) bupati[12]
11 Agustus 2017 24 Juli 2018Bupati definitif[13]
Drs. Suhaemi, M.Si. 24 Juli 201823 Juni 2018Penjabat sementara (pjs.) bupati menggantikan bupati Sakariyas yang cuti pilkada[14]
Drs. Nikodemus, M.M. 25 Juli 2018 3 Agustus 2018Pelaksana harian (plh.) bupati[15]
Baru I. Sangkai, S.Pd., M.Si. 3 Agustus 201824 September 2018Penjabat (pj.) Bupati[16]
(3) Sakariyas, S.E. 24 September 2018sekarangSunardiBupati definitif[17]

Dewan Perwakilan

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Katingan dalam dua periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019[18] 2019-2024[19]
  PKB 2 3
  Gerindra 4 2
  PDI-P 5 7
  Golkar 3 4
  NasDem 2 2
  Perindo (baru) 1
  PPP 0 1
  PAN 2 2
  Hanura 2 2
  Demokrat 2 1
  PBB 1 0
  PKPI 2 0
Jumlah Anggota 25 25
Jumlah Partai 10 10

Kecamatan

Kabupaten Katingan terdiri dari 13 kecamatan, 7 kelurahan, dan 154 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 147.939 jiwa dengan luas wilayah 17.500,00 km² dan sebaran penduduk 8 jiwa/km².[20][21]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Katingan, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
StatusDesa/Kelurahan
62.06.13 Bukit Raya 11Desa
62.06.01 Kamipang 9Desa
62.06.02 Katingan Hilir 26Desa
Kelurahan
62.06.08 Katingan Hulu 122Desa
Kelurahan
62.06.10 Katingan Kuala 214Desa
Kelurahan
62.06.05 Katingan Tengah 115Desa
Kelurahan
62.06.07 Marikit 18Desa
62.06.09 Mendawai 7Desa
62.06.12 Petak Malai 7Desa
62.06.04 Pulau Malan 14Desa
62.06.06 Sanaman Mantikei 14Desa
62.06.11 Tasik Payawan 8Desa
62.06.03 Tewang Sangalang Garing 19Desa
Kelurahan
TOTAL7154

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah

Berikut ini adalah nama-nama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), yaitu:

  • Bupati: Sakariyas, S.E.
  • Wakil Bupati: Sunardi N.T. Litang
  • Sekretaris Daerah: Pransang, S.Sos,
  • Ketua DPRD: Marwan Susanto
  • Kapolres: AKBP Paulus Sonny Bhakti Wibowo, S.H., S.I.K., M.I.K.,
  • Kepala Kejaksaan Negeri: Tandy Mualim, S.H
  • Ketua Pengadilan Negeri: Sri Rejeki Marsinta, S.H., M.Hum.
  • Ketua Pengadilan Agama: Norhadi, S.H.I., M.H.

Demografi

Pada tahun 2020, jumlah penduduk Kabupaten Katingan mencapai 162.222 jiwa berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020. Selain itu, jumlah KTP dan KK di Kabupaten Katingan di tahun 2020 berjumlah sebesar 109.272 buah dan 50.319 buah.[1]

Laju Pertumbuhan Penduduk

Perkembangan jumlah penduduk yang mendiami wilayah Kabupaten Katingan adalah sebagai berikut:

  • Tahun 2000 sebanyak 121.047 jiwa
  • Tahun 2004 sebanyak 125.207 jiwa
  • Tahun 2010 sebanyak 141.205 jiwa
  • Tahun 2019 sebanyak 157.817 jiwa
  • Tahun 2020 sebanyak 162.222 jiwa

Agama

Penduduk Kabupaten Katingan menganut berbagai keyakinan dan agama. Agama atau keyakinan yang diyakini oleh masyarakat Kabupaten Katingan adalah agama Islam (59,29%), agama Kristen (20,84%) dengan Protestan (18,6%) dan Katolik (2,24%), dan agama Hindu Kaharingan (19,86%).[1]

Nomor Agama Jumlah Persentase
1 Islam 96.930 59,29%
2 Hindu/Kaharingan 32.465 19,86%
3 Protestan 30.405 18,60%
4 Katolik 3.664 2,24%


Catatan kaki

  1. "Kabupaten Katingan Dalam Angka 2021" (pdf). www.katingankab.bps.go.id. hlm. 9, 53, 154–155. Diakses tanggal 25 Oktober 2021.
  2. "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 7 Maret 2022.
  3. "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 25 Oktober 2021.
  4. (Inggris) The New American Encyclopaedia: a popular dictionary of general knowledge, Volume 2, D. Appleton, 1865
  5. "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2012-01-18. Diakses tanggal 2011-07-21.
  6. (Belanda) Veth, Pieter Johannes (1869). Aardrijkskundig en statistisch woordenboek van Nederlandsch Indie: bewerkt naar de jongste en beste berigten, Volume 3. P. N. van Kampen. Hapus pranala luar di parameter |title= (bantuan)
  7. (Belanda) Staatsblad van Nederlandisch Indië, s.n., 1849
  8. "Katingan, Kalimantan Tengah, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 25 Maret 2022.
  9. "Buku Prakiraan Musim Hujan 2022/2023 di Indonesia – Normal Curah Hujan Kabupaten Katingan Zona Musim 368, 371, 372, 374, dan 376 periode 1991-2020". BMKG. hlm. 95. Diakses tanggal 12 September 2022.
  10. "Duwel Rawing Apresiasi Kepemimpinan Bupati Tenglie". borneonews.co.id. 21 Juli 2016. Diakses tanggal 21 September 2016.
  11. "Pemimpin Nomor 1 Katingan Dilantik". portal.katingankab.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-08-17. Diakses tanggal 10 Juni 2016.
  12. "Ini Pesan Gubernur Sugianto saat Tunjuk Sakariyas Menjadi Plt Bupati Katingan". borneonews.co.id. Diakses tanggal 10 Juni 2017.
  13. "Akhirnya, Sakariyas Jadi Bupati Definitif". Kalteng Pos Online. Diakses tanggal 12 Agustus 2017.
  14. "Ini Nama-Nama 5 Pejabat Bupati yang Dikukuhkan Gubernur Kalteng". borneonews.co.id. Diakses tanggal 15 Februari 2018.
  15. "Gubernur Kalteng Menyerahkan Telegram Menteri Dalam Negeri Kepala Tujuh Plh Bupati". mmc.kalteng.go.id. 25 Juli 2018. Diakses tanggal 31 Juli 2018.
  16. "Gubernur Sugianto Sabran Lantik Tujuh Penjabat Bupati di Kalteng, Ini Tugas Mereka". Banjarmasin Post Online. 3 Agustus 2018. Diakses tanggal 8 Agustus 2018.
  17. "Gubernur Kalteng Lantik Bupati dan Wali Kota Terpilih". borneonews.co.id. Diakses tanggal 24 September 2018.
  18. Perolehan Kursi DPRD Katingan 2014-2019
  19. Perolehan Kursi DPRD Katingan 2019-2024
  20. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  21. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.

Pranala luar

This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.