Dowan, Gunem, Rembang
Dowan adalah desa di kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Indonesia.
Desa Dowan | |
|---|---|
| Negara | |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Kabupaten | Rembang |
| Kecamatan | Gunem |
| Kodepos | 59263 |
| Kode Kemendagri | 33.17.03.2006 |
| Luas | ± 810.120,Ha |
| Jumlah penduduk | 1521 Jiwa |
| Jumlah RT | 10 Rt |
| Jumlah RW | 3 Rw, (Picis, Brengkong dan Dowan) |
| Situs web | dowan-rembang.desa.id/ |
Geografi
Lokasi Desa terletak tepat di sebelah utara desa Pakis Kecamatan Sale, sebelah selatan Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem, sebelah barat Desa Trembes Kecamatan Gunem dan sebelah timur Desa Bitingan Kecamatan Sale.
Desa Dowan memiliki luas wilayah 810,120 yang meliputi area permukiman warga, lahan pertanian, lahan perkebunan, perbukitan, hutan dan tempat wisata alam dan reigi.
Demografi
Desa tersebut berjumlah penduduk 1521 Jiwa dan dikelapai 498 keluarga. Kesemuanya merupakan Warga Negera Indonesia dan pemeluk Agama Islam, dengan jumlah 784 untuk laki – laki dan 737 jiwa untuk perempuan. Adapun mata mata pencarian penduduk Desa Dowan mayoritas adalah sebagai petani.
Mayoritas pekerjaan masyarakat dowan adalah petani dan buruh tani. Sementara profesi lainnya yaitu pedagang, pekerja swasta, pengrajin dan aparatur sipil negara. Adapun hasil tani mereka yakni jagung, padi, tembakau, umbi-umbian dan kacang tanah.
Terdapat pula hasil perkebunan musiman, seperti kelapa, mangga dan durian. Beberapa dari mereka juga memilki ternak, seperti sapi, ayam dan kambing. Adapun luas wilayah Agraris Desa yakni 103.290 Hektar, dengan perincian wilayah sawah selebar103.290 Hektar, perkebunan seluas 45.000 Hektar, dan Tegalan seluas 218.249 Hektar. Sementara lahan yang belum dikelola sekitar 466.500 Hektar yang berlokasi di Hutan.
Dusun
Desa Dowan memiliki 3 dusun yang terbagi menjadi Brengkong, Picis, dan Dowan. Brengkong sebagai RW 1 terdapat 2 RT, Picis sebagai RW 2 terdapat 4 RT, dan Dowan sebagai RW 3 terdapat 4 RT, jadi total di desa Dowan ada 3 RW dan 10 RT.
Budaya
Warga Desa di lereng Gunung Buthak ini mengikat kerukanan masyarakatnya dengan gairah bertani dan rutinitas keagamaan yang lumayan padat setiap minggunya, seperti rutinitas keagamaan slapanan, khajatan, tahlilan, berzanjen, jailanian, tirakatan serta kegiatan solat berjamaah di musholla dan masjid di Desa , berikut kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. Kebanyakan dari kegiatan itu berisi dzikir, solawat, tahlil, dan kenduri (makan bersama) yang menurut penulis adalah cara mereka dalam mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan kepada mereka. Mereka juga saling mencicipi bekal tetangganya, yang dari sini juga tercerminkan kerukunan masyarakat.