Geokimia

Geokimia adalah sains yang menggunakan prinsip dan teknologi bidang kimia untuk menganalisis dan menjelaskan mekanisme di balik sistem geologi seperti kerak bumi dan lautan yang berada di atasnya.[1] Cakupan geokimia melebar hingga ke luar geo (bumi), melingkupi seluruh sistem pergerakan bebatuan di tata surya[2] dan memiliki kontribusi penting dalam memahami proses di balik konveksi mantel, pembentukan planet, hingga asal muasal bebatuan seperti granit dan basal.[1]

Subbidang

Beberapa subbidang dari geokimia adalah:

  • Geokimia isotop, melibatkan penentian konsentrasi relatif dan absolut dari suatu elemen kimia dan isotopnya di bumi dan permukaan bumi
  • Astrokimia meliputi analisis dan persebaran elemen dan isotopnya di alam semesta
  • Biogeokimia, bidang yang fokus pada studi efek kehidupan pada bahan-bahan kimia yang ada di bumi
  • Geokimia organik, mempelajari peran proses dan senyawa yang diturunkan dari atau sebelumnya merupakan, makhluk hidup
  • Geokimia perairan, mencakup studi peran berbagai elemen di dalam badan air, dan bagaimana mereka mengalami perubahan jumlah dan senyawa melalui proses yang melibatkan interaksi bumi-atmosfer-perairan.
  • Geokimia wilayah mencakup studi dan aplikasi geokimia di bidang lingkungan, hidrologi, dan eksplorasi mineral.

Lihat pula

Bahan bacaan terkait

Referensi

  1. Albarède, Francis (2003). Geochemistry: An Introduction. Cambridge University Press. hlm. 1. ISBN 0-521-81468-5.
  2. White, William M. Geochemistry (Unpublished). hlm. 1. Diakses tanggal 14 March 2012.
This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.