Haikal Hassan Baras

Haikal Hassan Baras atau bernama asli Ahmad Haikal Hassan, S.T., M.T. (lahir 21 Oktober 1968 ) adalah seorang pendakwah, pakar sejarah Islam,[1] konsultan, motivator, dan pembicara publik[2] keturunan Arab-Indonesia.[3] Ia mulai dikenal luas setelah menjadi aktivis dalam Aksi 2 Desember 2016.[4]

Haikal Hassan Baras
S.T., M.T.
Haikal Hassan di Aceh Tamiang, 2018
LahirAhmad Haikal Hassan
21 Oktober 1968
Jakarta, Indonesia
KebangsaanIndonesia
AlmamaterUniversitas Budi Luhur
Institut Teknologi Bandung
Pekerjaanpendakwah, pakar sejarah Islam, konsultan, motivator, dan pembicara publik
Dikenal atasaktivis Aksi 2 Desember
AnakSalma Hanifah
Umar Abdullah

Kehidupan awal

Haikal Hassan Baras bernama lengkap Ahmad Haikal bin Hassan bin Umar bin Salim bin Ali bin Syekh Ali bin Abdullah Baras. Ia lahir di Jakarta, 21 Oktober 1968. Saat hendak masuk sekolah, tanggal kelahirannya diubah oleh orang tuanya. Perubahan tersebut membuat jati dirinya sulit terlacak.[5]

Haikal menempuh pendidikan di SD Negeri Cawang 03 Pagi, SMP Negeri 20 Jakarta, dan SMA Negeri 14 Jakarta.[5]

Sewaktu masih kecil, Haikal mengaku belajar agama melalui ceramah di kaset pita. Kaset-kaset itu dikumpulkan dan disimpan sampai sekarang. Ia juga belajar mengaji Alquran kepada Ustadz Muchtar. Saat belajar mengaji, ia mendapat inspirasi untuk menjadi pendakwah saat dewasa.[5]

Pendidikan tinggi

Haikal lalu memutuskan untuk menimba ilmu agama Islam lebih dalam di sebuah perguruan tinggi di Jeddah, Arab Saudi. Akan tetapi, ia tidak betah dan kembali ke tanah air.[5]

Haikal berhasil menyelesaikan pendidikan S1 bidang Teknik Informatika di Universitas Budi Luhur. Ia kembali pergi ke luar negeri untuk menempuh pendidikan S2 di Fakultas Teknik Informatika WA University, Perth, Australia.[5]

Haikal kembali tidak nyaman dengan kehidupan luar negeri. Setelah berkuliah 2 tahun di Australia, ia pun memutuskan untuk kembali pulang dan melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung dan berhasil meraih gelar S2 di bidang Teknik Perindustrian.[5]

Karier

Haikal sempat bekerja sebagai salesman sambil mengajar di sebuah perguruan tinggi. Setelah itu, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan, yakni di Fakultas Filsafat Matematika Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan bekerja sebagai konsultan sumber daya manusia, di sebuah perusahaan pertambangan.[5]

Haikal Hassan telah mulai meniti karier dakwah sejak tahun 80-an, yakni sebagai guru mengaji di sekitar kampung rumahnya. Ia aktif berceramah agama dengan gaya dialek Betawi yang khas dan kental dengan kejenakaan.[5]

Aktivisme

Haikal lebih dikenal pascaaksi massa 212 pada 2016. Bersama ratusan ulama pemimpin organisasi massa Islam, mereka membentuk sebuah koalisi nasional untuk mengawal fatwa MUI tentang kasus penistaan agama oleh mantan Plt. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.[5]

Haikal sering menampilkan sifat sangar dalam mengkritik pemerintahan melalui berbagai mimbar dakwah. Ia juga sering mencuitkan pemikirannya melalui media sosial Twitter.[5]

Dalam politik, Haikal juga terdaftar menjadi salah satu juru bicara Koalisi Indonesia Adil Makmur (BPN) pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.[6] Dalam kapasitas sebagai juru bicara, ia sering berceramah dalam kampanye Pilpres 2019 di banyak daerah.[5]

Rujukan

  1. "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-05-08. Diakses tanggal 2021-01-06.
  2. https://www.linkedin.com/in/haikal-hassan-a20b0b3a
  3. "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-08-31. Diakses tanggal 2020-12-16.
  4. "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-05-08. Diakses tanggal 2020-12-16.
  5. "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-07-01. Diakses tanggal 2020-12-16.
  6. Kurnianingrum, Nirmala. "Respon Pernyataan Jokowi soal Maju Pilgub DKI Tanpa Uang, Haikal Hassan: Prabowo yang Mendanai". Tribunnews.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-02-15. Diakses tanggal 2020-12-16.
This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.