Kadalan sulawesi
Kadalan sulawesi (Phaenicophaeus calyorhynchus) adalah spesies burung dari famili Cuculidae. Makanan utama burung ini adalah serangga. Di daerah Minahasa dikenal dengan nama burung bantik.
| Kadalan sulawesi | |
|---|---|
![]() | |
| P. c. calyorhynchus di Bitung, Sulawesi Utara | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Kelas: | |
| Ordo: | Cuculiformes |
| Famili: | |
| Genus: | Phaenicophaeus |
| Spesies: | P. calyorhynchus |
| Nama binomial | |
| Phaenicophaeus calyorhynchus Temminck, 1825 | |
| Sinonim | |
|
Rhamphococcyx calyorhynchus | |
Deskripsi
Panjang tubuh sekitar 51-53 cm. Paruh tebal dan kokoh. Paruh atas berwarna kuning dan menghitam pada bagian ujungnya, paruh bawah berwarna merah. Ekor panjang berwarna biru gelap.[2]
Habitat
Menghuni hutan primer dan sekunder. Biasa juga ditemukan di tepi hutan dan lahan pertanian.[2]
Perilaku
Kadalan sulawesi diketahui sering berasosiasi dengan jenis-jenis monyet di Sulawesi. Burung ini mencari makan di dekat kelompok monyet, memanfaatkan keberadaan monyet untuk memangsa serangga yang terhalau selagi monyet tersebut lewat.[3]
Persebaran
Endemik di pulau Sulawesi dengan tiga subspesies.[2]
- P. c. calyorhynchus (Temminck, 1825). Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah bagian timur, Sulawesi Tenggara dan Pulau Togian.
- P. c. meridionalis (Meyer & Wiglesworth, 1896). Sulawesi Tengah bagian selatan dan Sulawesi Selatan.
- P. c. rufiloris (Hartert, 1903). Pulau Butung
Galeri
Referensi
- BirdLife International (2012). "Phaenicophaeus calyorhynchus". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2012.2. International Union for Conservation of Nature. Diakses tanggal 23 December 2012.
- Coates, Brian and Bishop, K (2000). Panduan Lapangan Burung-Burung di Kawasan Wallacea. Brisbane, Australia: BirdLife International-Indonesia Programme & Dove Publications Pty. ISBN 979-95794-2-2.
- Tabba, S, Diah, A dan Shabri, S (2011). Asosiasi Burung Kadalan (Phaenicophaeus calyorhynchus) dengan Monyet Primata Sulawesi (PDF). Manado: Balai Penelitian Kehutanan Manado.




