Kartamantul

Kartamantul (bahasa Jawa: ꦏꦂꦠꦩꦤ꧀ꦠꦸꦭ꧀) atau akronim dari Yogyakarta-Sleman-Bantul adalah salah satu wilayah metropolitan yang meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul yang berada di Provinsi D.I Yogyakarta, Indonesia.[1]

Kawasan Metropolitan Yogyakarta
Kartamantul
Dari atas, kiri ke kanan: Tugu Kota Yogyakarta, Jalan Malioboro, Curug Pulosari Bantul, Kabut di Kebun Buah Mangunan, Kraton Ratu Boko
Negara Indonesia
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Kota intiYogyakarta
Daerah penyanggaKabupaten Sleman
Kabupaten Bantul
Dasar hukumSurat Keputusan Gubernur D.I Yogyakarta No.163/KEP/2017
Luas
  Total1,114,15 km2 (430,18 sq mi)
Populasi
 (2021)
  Total1.541.887
  Kepadatan1,400/km2 (3,600/sq mi)
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode area telepon+62274

Ketiga wilayah Kartamantul menjadi salah satu bagian dari Garis Imajiner Yogyakarta, dimana Gunung Merapi berada di wilayah Sleman, titik tengah berupa Tugu Yogyakarta di wilayah kota Yogyakarta, serta Panggung Krapyak dan Pantai Parangkusumo di wilayah Bantul.

Politik dan Pemerintahan

Daftar kota dan kabupaten di Kartamantul

No. Kabupaten/kota Hanacaraka Transliterasi Pusat pemerintahan Bupati/wali kota Luas wilayah (km2)[2] Jumlah penduduk (2021)[2] Kemantren/Kapanewon Kelurahan/Kalurahan Logo Peta lokasi
1Kota YogyakartaꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠNgayogyåkartå UmbulharjoSumadi32,5415.5091445/-
2Kabupaten Slemanꦱ꧀ꦭꦺꦩꦤ꧀SlémanKota SlemanKustini Sri Purnomo574,821.125.80417-/86
3Kabupaten Bantulꦧꦤ꧀ꦠꦸꦭ꧀BantʊlKota BantulAbdul Halim Muslih506,86985.77017-/75

Demografi

Wilayah

Secara umum, wilayah Kartamantul mencakup tiga wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta diluar Kulon Progo dan Gunungkidul. Namun, poros pemukiman, pendidikan dan perekonomian berfokus pada:

  1. Seluruh wilayah Kota Yogyakarta
  2. Sebagian wilayah Kabupaten Sleman yang meliputi:
    1. Kapanewon Depok
    2. Kapanewon Mlati
    3. Kapanewon Gamping
    4. sebagian wilayah Kapanewon Ngemplak
    5. sebagian wilayah Kapanewon Ngaglik
  3. Sebagian wilayah Kabupaten Bantul, yang meliputi:
    1. Kapanewon Banguntapan
    2. Kapanewon Kasihan
    3. sebagian wilayah Kapanewon Sewon
    4. sebagian wilayah Kapanewon Piyungan

Pendidikan

Sejak dahulu wilayah Kartamantul saling terintegrasi dalam hal pendidikan. Kelima perguruan tinggi negeri di Yogyakarta berada di wilayah ini, empat di Sleman (UGM, UNY, UIN Sunan Kalijaga dan UPN "Veteran" Yogyakarta), dan satu di Bantul (ISI Yogyakarta).

Transportasi

Bus perkotaan

Salah satu armada bus Trans Jogja.

Bus perkotaan di Kartamantul terbagi menjadi dua, antara lain Teman Bus Yogyakarta yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan, dan Trans Jogja yang dikelola oleh PT Jogja Tugu Trans (Konsorsium empat koperasi angkutan Yogyakarta), Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan PT Anindya Mitra Internasional (Badan Usaha Milik Daerah Istimewa Yogyakarta).

Seluruh bus tersebut melayani Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul. Adapun rute yang dilayani antara lain:

Layanan KoridorRute Jenis rute Headway (menit)Jam operasional Operator
Trans Jogja 1A Bandara Adisutjipto – Terminal Pakem Dua arah 20 06.00-21.00 (Khusus Trayek 3A, 8, dan 10)

05.30-18.00 (1A dan 2A)

06.00-19.00

PT Jogja Tugu Trans
1B Bandara Adisutjipto – Pasar Pathuk Loop 20
2A Terminal Ngabean – Terminal Palbapang Dua arah 20
2B Terminal Condongcatur – XT Square Loop 15
3A Bandara Adisutjipto – Terminal Ngabean Loop 20
3B Terminal Giwangan – Terminal Condongcatur Loop 25 PT Anindya Mitra Internasional
4A Terminal GiwanganUGM Loop 50
4B Terminal GiwanganUGM Loop 50
5A Terminal Jombor – Babarsari Loop 50
5B Terminal JomborBandara Adisutjipto Loop 60
6A Gamping – Ngabean Loop 35
6B Gamping – Ngabean Loop 35
7 Terminal Giwangan –Babarsari Dua arah 50
8 Terminal Jombor – Jogokaryan Dua arah 30
9 Terminal JomborTerminal Giwangan Dua arah 30
10 Gamping – SGM (Kusumanegara) Dua arah 35
11 Terminal Giwangan – Terminal Condongcatur Dua arah 60
Layanan Terbatas Ngabean – Pusat Kuliner Belut Godean Loop Sesi Pagi (05.30-08.00)

Sesi Siang (14.30-17.00)

PT Jogja Tugu Trans
Teman Bus K1J Terminal Condongcatur – Terminal Pakem Dua arah 10 05.00-21.00


K2J Terminal Condongcatur – XT-Square Loop 10
K3J Terminal Prambanan – Halte Malioboro 3 Loop 10

Catatan : K3J stop dan start dimulai dari Bandara Adisutjipto.

Bus antarkota

Kawasan Kartamantul melayani trayek bus antarkota menuju beberapa wilayah di Jawa, Bali dan Sumatra, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Surakarta, Semarang, Denpasar, Lampung, Palembang, dan lain sebagainya.

Terminal Giwangan menjadi terminal terbesar di kawasan ini, yang terletak di perbatasan Kota Yogyakarta dengan Kabupaten Bantul. Selain itu tersedia pula terminal-terminal pendukung, seperti Terminal Jombor dan Terminal Condong Catur di Sleman, atau Terminal Palbapang dan Terminal Imogiri di Bantul.

Kereta api

Stasiun Yogyakarta.

Kawasan Kartamantul dilintasi jalur kereta api aktif Kutoarjo–Solo Balapan yang merupakan jalur kereta api utama lintas selatan Jawa. Selain itu, jalur ini juga telah terelektrifikasi di wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.

Kota Yogyakarta memiliki Stasiun Yogyakarta, yang menjadi stasiun utama serta melayani kereta api kelas eksekutif dan campuran. Ada pula Stasiun Lempuyangan yang melayani kelas ekonomi dan sebagian kelas campuran. Sedangkan Kabupaten Sleman hanya memiliki satu stasiun aktif yang melayani naik-turun penumpang, yakni Stasiun Maguwo.

Lin Yogyakarta adalah layanan kereta rel listrik yang dioperasikan oleh KAI Commuter sebagai penghubung antar daerah Yogyakarta dan Solo Raya. Terdapat pula kereta api Prambanan Ekspres yang menjadi penghubung dengan wilayah barat seperti Kutoarjo, dan Kereta Ekspres Bandara Internasional Yogyakarta yang melayani rute menuju Bandar Udara Internasional Yogyakarta.

Transportasi udara

Bandar Udara Adisutjipto di Kapanewon Depok yang sebelumnya melayani penerbangan komersil, kini menjadi landasan udara milik TNI Angkatan Udara. Segala aktivitas penerbangan domestik dan internasional dipindah ke Bandar Udara Internasional Yogyakarta yang terletak di Kulon Progo mulai 2020.

Fenomena

Klitih merupakan salah satu fenomena kejahatan jalanan yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya (terutama Klaten dan Magelang[3][4]). Umumnya, pelaku klitih adalah pelajar remaja.[5] Pada umumnya, pelaku klitih akan mengincar target yang dianggap masih SMA atau SMK di daerah yang sepi, kemudian melakukan perundungan (bullying) secara fisik terhadap korban.

Terkadang pelaku juga mengambil barang milik korban sehingga kejahatan ini termasuk perampokan.[3] Banyak korban klitih yang meninggal dunia akibat siksaan fisik yang cukup parah.[6] Klitih dulu sebetulnya hanya aktivitas orang keluar malam mencari kegiatan untuk mengatasi kepenatan. Sementara istilah nglitih digunakan untuk menggambarkan kegiatan jalan-jalan santai. Akan tetapi, makna klitih kemudian mengalami pergeseran dan menjadi identik dengan aksi kekerasan dengan senjata tajam.

Referensi

  1. phpmu.com. "Sumbu Filosofi Yogyakarta Menuju Warisan Dunia". koranbernas.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-05-11.
  2. "Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri No.137-2017) - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia". www.kemendagri.go.id (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-04-29. Diakses tanggal 2018-07-09.
  3. "2 Pelaku Klitih di Magelang Berhasil Ditangkap, Korban Dibacok dan Dirampas HP-nya". Tribun Jogja. Diakses tanggal 2019-06-30.
  4. "Modus Klitih Mertoyudan : Tanya Alamat Kemudian Tebaskan Golok". BorobudurNews. 2019-06-28. Diakses tanggal 2019-06-30.
  5. "Mengenal Apa Itu Klitih, Fenomena Kekerasan Jalanan yang Marak Terjadi di Yogyakarta". liputan6.com. 2022-04-05. Diakses tanggal 2022-04-07.
  6. "Klitih, Kenakalan Remaja yang Terkadang Berujung Maut". tirto.id. Diakses tanggal 2019-06-30.

Pranala luar

This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.