Keuskupan Agung Ende

Keuskupan Agung Ende meliputi Kabupaten Ende, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Nagekeo di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, dengan luas wilayah 5.804 km². Umat Keuskupan Agung Ende berjumlah ±450.000 orang pada tahun 2016, tersebar di 62 paroki, dan dilayani oleh 232 imam. Keuskupan Agung Ende merupakan tahta metropolitan dari empat keuskupan sufragan: yaitu Keuskupan Denpasar, Larantuka, Maumere, dan Ruteng.

Keuskupan Agung Ende

Archidioecesis Endehena
Katolik
Gereja Katedral Ende
Lambang Uskup Petahana,
Vincentius Sensi Potokota
Lokasi
Negara Indonesia
Wilayah
Ende
Sufragan
Kevikepan
  • Ende
  • Bajawa
  • Mbay
Kantor pusat
Tromol Pos 210, Jalan Katedral 5
Potulando,
Ende Tengah,
Ende
86312
Koordinat8.845314°S 121.646106°E / -8.845314; 121.646106
Statistik
Luas5.804 km2 (2.241 sq mi)[1]
Populasi
- Total
- Katolik
(per 2016[2])
563496
452.660 (80,33%)
Paroki62
Kongregasi98
Imam134
Informasi
DenominasiKatolik Roma
Gereja sui iuris
Gereja Latin
RitusRitus Roma
Pendirian16 September 1913 (109 tahun, 19 hari)
KatedralKristus Raja, Ende
Kepemimpinan kini
PausFransiskus
Uskup agung
Vincentius Sensi Potokota
Vikaris jenderal
R.D. Cyrillus Lena
Vikaris episkopal
  • Kevikepan Ende: R.D. Adolfus Keo
  • Kevikepan Bajawa: R.D. Yosef Daslan Moang Kabu[3]
Vikaris yudisial
R.P. Alfonsus Mana, S.V.D.[3]
Sekretaris jenderal
R.D. Yohanes Don Bosco Bhodo[3]
EkonomR.D. Fransiskus Xaverius Gado Tonda

Garis waktu

  • Didirikan sebagai Prefektur Apostolik Kepulauan Sunda Kecil pada tanggal 16 September 1913, memisahkan diri dari Vikariat Apostolik Batavia
  • Ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik Kepulauan Sunda Kecil pada tanggal 12 Maret 1922
  • Berganti nama menjadi Vikariat Apostolik Endeh pada tanggal 8 Maret 1951
  • Ditingkatkan menjadi Keuskupan Agung Endeh pada tanggal 3 Januari 1961
  • Berganti nama menjadi Keuskupan Agung Ende pada tanggal 14 Mei 1974

Waligereja

Ordinaris

Prefek Apostolik Kepulauan Sunda Kecil
Vikaris Apostolik Kepulauan Sunda Kecil
Vikaris Apostolik Endeh
Uskup Agung Endeh
Uskup Agung Ende

Sejarah

Pada 16 September 1913, Takhta Suci memisahkan Kepulauan Nusa Tenggara dari daerah Vikariat Apostolik Batavia, dengan menjadikan Prefektur Apostolik Isole della Piccola Sonda (Kepulauan Sunda Kecil), yang meliputi Timor, Lombok, Sumba, Sumbawa, dan Bali. Dalam pendirian tersebut, Pulau Flores dinyatakan di luar Kepulauan Sunda Kecil. Namun dalam pembicaraan kemudian, disepakati Flores masuk Prefektur Apostolik Kepulauan Sunda Kecil yang ditandai dengan dekret pada tanggal 20 Juli 1914 oleh Kongregasi Penyebaran Iman.

Pasca-perang pasifikasi tahun 1907-08 konstruksi Jalan Trans-Flores dari Reo hingga Keuskupan Larantuka dimulai. Petrus Noyen, pada tahun 1914, berpendapat bahwa Ende dapat saja occupied/diduduki oleh tentaa dan personil Gereja mulai tahun 1915.[4]

Paroki

Kevikepan Ende

Kabupaten Ende
  • Paroki Katedral Ende – Kristus Raja
  • Paroki Datukeli – Roh Kudus
  • Paroki Detusoko – St. Yosef
  • Paroki Jopu – Sta. Perawan Maria yang Terkandung Tanpa Noda
  • Paroki Kombandaru – Sta. Maria Magdalena Sophia Barat
  • Paroki Kotabaru – St. Mikhael
  • Paroki Mautapaga – St. Yosef Freinademetz
  • Paroki Mautenda (Welamosa) – Emanuel
  • Paroki Moni – Hati Amat Kudus Sta. Perawan Maria
  • Paroki Mukusaki – Kristus Raja
  • Paroki Nangapanda – St. Eduardus
  • Paroki Ndona – Maria Immaculata
  • Paroki Ndondo – St. Fransiskus Xaverius
  • Paroki Nggela – Sta. Theresia Kanak-kanak Yesus
  • Paroki Onekore – St. Yosef
  • Paroki Puurere – St. Marinus
  • Paroki Rajawawo – Sta. Maria Bunda Karmel
  • Paroki Ratesuba – St. Vincentius a Paulo
  • Paroki Ropa – St. Yohanes Paulus II
  • Paroki Roworeke – St. Martinus
  • Paroki Watuneso – Sta. Maria Diangkat ke Surga
  • Paroki Wolotolo – Kristus Raja
  • Paroki Wolotopo – St. Fransiskus Xaverius
  • Paroki Wolowaru – Hati Kudus Tuhan Yesus
  • Paroki Wonda – Maria Diangkat ke Surga
  • Paroki Worhonio – Sta. Maria
  • Kuasi Paroki Kamubheka – Malaikat Agung Gabriel Kanaan
  • Kuasi Paroki Peibenga – St. Paulus
  • Kuasi Paroki Watunggere – St. Fransiskus
  • Kuasi Paroki Orakeri – St. Karolus Agung
  • Kuasi Paroki Anaranda – St. Simon Petrus
  • Kuasi Paroki Bhoanawa – St. Donatus
  • Kuasi Paroki Lowombangga
Kabupaten Ngada
  • Paroki Kurubhoko – Sta. Maria Ratu Para Malaikat
  • Paroki Maronggela – Sta. Maria Assumpta
Kabupaten Nagekeo
  • Paroki Maurole – Salib Suci

Kevikepan Bajawa

Kabupaten Ngada
  • Paroki Aimere – St. Fransiskus Asisi dan Sta. Clara
  • Paroki Bajawa I – Sta. Maria Mater Boni Concilii
  • Paroki Bajawa II – St. Yosep
  • Paroki Bekek – St. Petrus dan Paulus
  • Paroki Boba – Salvatoris Resurgentis
  • Paroki Jerebuu – St. Paulus
  • Paroki Kisaraghe – Ine Wea
  • Paroki Laja – St. Yosef
  • Paroki Langa – Mariae Matris Salvatoris
  • Paroki Mangulewa – Matris Dolorosae
  • Paroki Mataloko – Roh Kudus
  • Paroki Ruto – St. Martinus
  • Paroki Soa – Salib Suci
  • Paroki Wangka – Cor Jesu
  • Paroki Were – Keluarga Kudus Nazaret
  • Paroki Wolowio – St. Longinus
  • Kuasi Paroki Dona – St. Arnoldus Yansen

Kevikepan Mbay

Kabupaten Nagekeo
  • Paroki Boanio – Paroki Hati Yesus dan Hati Maria
  • Paroki Boawae – St. Fransiskus Xaverius
  • Paroki Danga – Stella Maris
  • Paroki Doki – St. Yosef
  • Paroki Gako – St. Fransiskus Asisi
  • Paroki Jawakisa – Kristus Raja
  • Paroki Maukeli – St. Mikhael
  • Paroki Munde – Sta. Perawan Maria dari Gunung Karmel
  • Paroki Mundemi – St. Mikhael
  • Paroki Nangaroro – St. Martinus
  • Paroki Ndora – St. Petrus Martir
  • Paroki Raja – St. Yosef
  • Paroki Riti – Kristus Raja
  • Paroki Wewoloe – St. Yohanes XXIII
  • Paroki Wolosambi – St. Joanne Baptista
  • Paroki Wudu – Hati Tersuci Sta. Maria
  • Kuasi Paroki Kotakeo – St. Petrus Martir
  • Paroki Wekaseko – St. Hubertus
Kabupaten Ngada
  • Paroki Aeramo – Yesus Kerahiman Ilahi
  • Paroki Maunori – Hati Kudus Yesus

Referensi

  1. "Ekaristi.org". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-10-17. Diakses tanggal 2011-04-19.
  2. Departemen Dokumentasi dan Penerangan 2017, hlm. 87.
  3. Departemen Dokumentasi dan Penerangan 2017, hlm. 86.
  4. Steenbrink 2007, hlm. 87.

Pustaka

  • Departemen Dokumentasi dan Penerangan (Juni 2017), Buku Petunjuk Gereja Katolik Indonesia 2017 (dalam bahasa (Indonesia)) (edisi ke-1), Jakarta Pusat: Konferensi Waligereja Indonesia
  • Steenbrink, Karel (1 Januari 2007), Catholics in Indonesia, 1903-1942: A Documented History (dalam bahasa (Inggris)), 2, Brill, ISBN 978-90-67-18260-7

Pranala luar

This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.